Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat sambutan di Musrenbang tingkat kecamatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan sejumlah program prioritas untuk Kecamatan Gunung Tabur pada 2026, dengan fokus utama pada rehabilitasi Keraton Kesultanan Gunung Tabur dan peningkatan layanan puskesmas.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Gunung Tabur, Kamis (12/2/2026).
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan sektor pariwisata berbasis sejarah menjadi salah satu pilar pembangunan daerah. Keraton dan Museum Kesultanan Gunung Tabur akan direhabilitasi secara menyeluruh, termasuk penataan kawasan makam kerabat kesultanan di sekitarnya.
"Keraton Kesultanan Gunung Tabur merupakan aset yang sangat berharga untuk kemajuan daerah, terutama dalam peningkatan pariwisata. Para turis yang datang pasti penasaran dengan sejarah Kesultanan Gunung Tabur," ujar Sri Juniarsih.
Menurutnya pembenahan kawasan bersejarah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia juga menegaskan sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Puskesmas Gunung Tabur direncanakan akan direhabilitasi guna meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk memastikan layanan kesehatan tersedia selama 24 jam.
"Puskesmas harus memberikan layanan 24 jam. Jangan sampai ada pasien yang ditolak atau bermasalah karena kelalaian tenaga kesehatan," tegasnya.
Ia menyampaikan pemerintah juga mengalokasikan program untuk mendukung sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Bantuan yang disiapkan antara lain rumah gilingan padi, jalan usaha tani, alat panen dan perontok, benih jagung, bibit sapi, hingga hibah kandang ayam.
"Untuk sektor perikanan bagi nelayan dan pembudidaya ikan, bantuan kolam terpal akan disalurkan ke Kampung Merancang Ilir, Melati Jaya dan Samburakat. Sementara mesin ketinting dan perahu akan diberikan kepada nelayan di Kampung Pulau Besing, Samburakat dan Gunung Tabur," tuturnya.
Di bidang pendidikan, pembangunan ruang kelas baru direncanakan di SMPN 1 Gunung Tabur, SD 04 Gunung Tabur, TKN Gunung Tabur 2 Merancang Hilir, serta RDG 02 Merancang Hulu.
"Program lainnya mencakup perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Merancang Ulu, rehabilitasi dermaga Kampung Batu-Batu, serta pemasangan penerangan jalan umum di wilayah perkotaan," katanya.
Meski berbagai program telah disiapkan, ia mengingatkan pemerintah daerah menghadapi efisiensi anggaran, termasuk penurunan Alokasi Dana Kampung (ADK) dari Rp320 miliar pada 2025 menjadi Rp145 miliar pada 2026.
"Kita dituntut lebih kreatif dan inovatif agar agenda pembangunan tetap berjalan. Kami juga mendorong partisipasi perusahaan dan perbankan untuk bersama mewujudkan kesejahteraan Gunung Tabur," tandasnya.
Bupati Berau berharap melalui musrenbang ini seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi agar pembangunan di Gunung Tabur tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat sambutan di Musrenbang tingkat kecamatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan sejumlah program prioritas untuk Kecamatan Gunung Tabur pada 2026, dengan fokus utama pada rehabilitasi Keraton Kesultanan Gunung Tabur dan peningkatan layanan puskesmas.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Gunung Tabur, Kamis (12/2/2026).
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan sektor pariwisata berbasis sejarah menjadi salah satu pilar pembangunan daerah. Keraton dan Museum Kesultanan Gunung Tabur akan direhabilitasi secara menyeluruh, termasuk penataan kawasan makam kerabat kesultanan di sekitarnya.
"Keraton Kesultanan Gunung Tabur merupakan aset yang sangat berharga untuk kemajuan daerah, terutama dalam peningkatan pariwisata. Para turis yang datang pasti penasaran dengan sejarah Kesultanan Gunung Tabur," ujar Sri Juniarsih.
Menurutnya pembenahan kawasan bersejarah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia juga menegaskan sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Puskesmas Gunung Tabur direncanakan akan direhabilitasi guna meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk memastikan layanan kesehatan tersedia selama 24 jam.
"Puskesmas harus memberikan layanan 24 jam. Jangan sampai ada pasien yang ditolak atau bermasalah karena kelalaian tenaga kesehatan," tegasnya.
Ia menyampaikan pemerintah juga mengalokasikan program untuk mendukung sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Bantuan yang disiapkan antara lain rumah gilingan padi, jalan usaha tani, alat panen dan perontok, benih jagung, bibit sapi, hingga hibah kandang ayam.
"Untuk sektor perikanan bagi nelayan dan pembudidaya ikan, bantuan kolam terpal akan disalurkan ke Kampung Merancang Ilir, Melati Jaya dan Samburakat. Sementara mesin ketinting dan perahu akan diberikan kepada nelayan di Kampung Pulau Besing, Samburakat dan Gunung Tabur," tuturnya.
Di bidang pendidikan, pembangunan ruang kelas baru direncanakan di SMPN 1 Gunung Tabur, SD 04 Gunung Tabur, TKN Gunung Tabur 2 Merancang Hilir, serta RDG 02 Merancang Hulu.
"Program lainnya mencakup perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Merancang Ulu, rehabilitasi dermaga Kampung Batu-Batu, serta pemasangan penerangan jalan umum di wilayah perkotaan," katanya.
Meski berbagai program telah disiapkan, ia mengingatkan pemerintah daerah menghadapi efisiensi anggaran, termasuk penurunan Alokasi Dana Kampung (ADK) dari Rp320 miliar pada 2025 menjadi Rp145 miliar pada 2026.
"Kita dituntut lebih kreatif dan inovatif agar agenda pembangunan tetap berjalan. Kami juga mendorong partisipasi perusahaan dan perbankan untuk bersama mewujudkan kesejahteraan Gunung Tabur," tandasnya.
Bupati Berau berharap melalui musrenbang ini seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi agar pembangunan di Gunung Tabur tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Sf/Lo)