Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Foto: Arsensia Serlyani/ seputarfakta.com)
Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan penanganan potensi longsor di kawasan Terowongan Samarinda akan dilakukan secara bertahap melalui penataan lereng (regrading) setelah sebelumnya memperpanjang mulut terowongan sebagai langkah awal mitigasi.
Pengerjaan regrading disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, sementara tahun ini pemerintah memprioritaskan penyelesaian fungsi operasional terowongan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengatakan perpanjangan mulut terowongan yang telah dilakukan merupakan bagian dari strategi teknis untuk mengurangi risiko longsor di area atas terowongan.
"Langkah kita kemarin memperpanjang mulut terowongan itu sudah menjadi salah satu tahapan penanggulangan longsor. Setelah itu, pekerjaan regrading bisa dilakukan secara bertahap, jadi tidak harus sekaligus," ujar Neneng, Jumat (31/7/2026).
Neneng menjelaskan, penataan lereng tetap diperlukan karena pada bagian atas terowongan terdapat talus deposit, yakni timbunan material yang berpotensi memicu pergerakan tanah apabila tidak ditata dengan baik.
"Yang penting nanti tetap ada regrading di atasnya karena memang di situ ada area talus deposit seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya. Pelaksanaannya bisa bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah," ungkapnya.
Menurut Neneng, usulan anggaran yang sempat dibahas sebelumnya untuk pekerjaan regrading belum akan direalisasikan pada tahun ini.
Pemkot memilih memfokuskan anggaran agar terowongan dapat segera berfungsi setelah seluruh tahapan uji kelayakan selesai.
"Tahun ini belum. Tahun ini kita fokus dulu pada fungsi terowongan. Setelah uji kelayakan selesai, mudah-mudahan segera bisa difungsikan," tuturnya.
Ia memastikan apabila nantinya pekerjaan penataan lereng mulai dilaksanakan, aktivitas tersebut tidak akan mengganggu operasional maupun arus lalu lintas di dalam terowongan.
"Kalaupun ada pekerjaan di bagian atas, tidak mengganggu operasional terowongan. Arus lalu lintas tetap bisa berjalan," tegasnya.
Pemkot Samarinda saat ini masih menunggu pelaksanaan uji kelayakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai tahapan akhir sebelum Terowongan Samarinda dibuka untuk masyarakat.
Sementara itu, pekerjaan penataan lereng akan dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan dan meminimalkan risiko longsor di masa mendatang.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Foto: Arsensia Serlyani/ seputarfakta.com)
Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan penanganan potensi longsor di kawasan Terowongan Samarinda akan dilakukan secara bertahap melalui penataan lereng (regrading) setelah sebelumnya memperpanjang mulut terowongan sebagai langkah awal mitigasi.
Pengerjaan regrading disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, sementara tahun ini pemerintah memprioritaskan penyelesaian fungsi operasional terowongan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengatakan perpanjangan mulut terowongan yang telah dilakukan merupakan bagian dari strategi teknis untuk mengurangi risiko longsor di area atas terowongan.
"Langkah kita kemarin memperpanjang mulut terowongan itu sudah menjadi salah satu tahapan penanggulangan longsor. Setelah itu, pekerjaan regrading bisa dilakukan secara bertahap, jadi tidak harus sekaligus," ujar Neneng, Jumat (31/7/2026).
Neneng menjelaskan, penataan lereng tetap diperlukan karena pada bagian atas terowongan terdapat talus deposit, yakni timbunan material yang berpotensi memicu pergerakan tanah apabila tidak ditata dengan baik.
"Yang penting nanti tetap ada regrading di atasnya karena memang di situ ada area talus deposit seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya. Pelaksanaannya bisa bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah," ungkapnya.
Menurut Neneng, usulan anggaran yang sempat dibahas sebelumnya untuk pekerjaan regrading belum akan direalisasikan pada tahun ini.
Pemkot memilih memfokuskan anggaran agar terowongan dapat segera berfungsi setelah seluruh tahapan uji kelayakan selesai.
"Tahun ini belum. Tahun ini kita fokus dulu pada fungsi terowongan. Setelah uji kelayakan selesai, mudah-mudahan segera bisa difungsikan," tuturnya.
Ia memastikan apabila nantinya pekerjaan penataan lereng mulai dilaksanakan, aktivitas tersebut tidak akan mengganggu operasional maupun arus lalu lintas di dalam terowongan.
"Kalaupun ada pekerjaan di bagian atas, tidak mengganggu operasional terowongan. Arus lalu lintas tetap bisa berjalan," tegasnya.
Pemkot Samarinda saat ini masih menunggu pelaksanaan uji kelayakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai tahapan akhir sebelum Terowongan Samarinda dibuka untuk masyarakat.
Sementara itu, pekerjaan penataan lereng akan dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan dan meminimalkan risiko longsor di masa mendatang.
(Sf/Rs)