Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan.(Istimewa)
Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berupaya menarik minat generasi muda untuk tertarik terhadap sektor pertanian dengan menghadirkan teknologi berbasis digital.
Upaya strategis yang dilakukan yaitu memperkenalkan program Brigadir Pangan (BP) kepada generasi muda sebagai bentuk langkah menuju pertanian modern.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan salah satu contoh penerapan teknologi di sektor pertanian adalah penyiraman otomatis yang bisa dikontrol langsung petani melalui ponsel pintar setelah terkoneksi dengan sistem pada perangkatnya.
Penerapan ini selain meningkatkan produktivitas pertanian dan mempersingkat waktu pengerjaan, tapi juga efektif dalam menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Kami berharap generasi muda bisa tertarik terhadap sektor pertanian karena dapat dikerjakan dengan memanfaatkan teknologi, apalagi para petani dapat melakukan pemupukan secara otomatis, sehingga dipastikan pertanian yang menggunakan teknologi menjadi lebih menarik dan efisien,” ucap Gunawan, Selasa (14/1/2025).
“Bahkan untuk mendukung penerapan teknologi ini, kita menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia sejak 2022 lalu,” tambahnya.
Untuk memastikan generasi muda semakin tertarik terhadap pertanian, Distan PPU berencana menghadirkan drone canggih yang dapat melakukan penyemprotan pestisida dan pemupukan dengan dikontrol melalui remote.
Drone yang dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar ini memiliki jangkauan lebih luas dibandingkan drone bertenaga baterai.“Kami sedang mengupayakan pengadaan drone yang lebih canggih agar pola pertanian yang lebih modern dapat terwujud,” jelasnya.
Dengan segala upaya yang dilakukan, Distan PPU berharap dapat menghapus stigma pertanian yang selama ini selalu dipandang kotor dan tradisional oleh generasi muda.
“Pertanian sering dianggap kurang menarik karena terkesan kotor dan tradisional. Padahal jika dikelola dengan teknologi modern, maka pertanian bisa menjadi profesi yang menjanjikan,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan.(Istimewa)
Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berupaya menarik minat generasi muda untuk tertarik terhadap sektor pertanian dengan menghadirkan teknologi berbasis digital.
Upaya strategis yang dilakukan yaitu memperkenalkan program Brigadir Pangan (BP) kepada generasi muda sebagai bentuk langkah menuju pertanian modern.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan salah satu contoh penerapan teknologi di sektor pertanian adalah penyiraman otomatis yang bisa dikontrol langsung petani melalui ponsel pintar setelah terkoneksi dengan sistem pada perangkatnya.
Penerapan ini selain meningkatkan produktivitas pertanian dan mempersingkat waktu pengerjaan, tapi juga efektif dalam menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Kami berharap generasi muda bisa tertarik terhadap sektor pertanian karena dapat dikerjakan dengan memanfaatkan teknologi, apalagi para petani dapat melakukan pemupukan secara otomatis, sehingga dipastikan pertanian yang menggunakan teknologi menjadi lebih menarik dan efisien,” ucap Gunawan, Selasa (14/1/2025).
“Bahkan untuk mendukung penerapan teknologi ini, kita menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia sejak 2022 lalu,” tambahnya.
Untuk memastikan generasi muda semakin tertarik terhadap pertanian, Distan PPU berencana menghadirkan drone canggih yang dapat melakukan penyemprotan pestisida dan pemupukan dengan dikontrol melalui remote.
Drone yang dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar ini memiliki jangkauan lebih luas dibandingkan drone bertenaga baterai.“Kami sedang mengupayakan pengadaan drone yang lebih canggih agar pola pertanian yang lebih modern dapat terwujud,” jelasnya.
Dengan segala upaya yang dilakukan, Distan PPU berharap dapat menghapus stigma pertanian yang selama ini selalu dipandang kotor dan tradisional oleh generasi muda.
“Pertanian sering dianggap kurang menarik karena terkesan kotor dan tradisional. Padahal jika dikelola dengan teknologi modern, maka pertanian bisa menjadi profesi yang menjanjikan,” tandasnya.
(Sf/By)