Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) akan memperkenalkan Smart Farming atau pertanian pintar guna menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan menyebut dengan diperkenalkannya terobosan baru itu dapat menjadi salah satu strategi untuk menarik minat generasi muda agar mau menekuni pertanian.
Selain itu, saat penerapan pertanian pintar juga dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas dan keberlanjutan dalam proses produksi tanaman.
“Metode pertanian pintar ini akan menjadi inovasi terbaru, dimana irigasi sudah memiliki sensor tanah serta dalam penyiraman dan pemupukannya sudah otomatis atau menggunakan mekanisme modern sehingga dapat menghemat tenaga kerja,” ucapnya, Rabu (14/8/2024).
Gunawan mengungkapkan, sudah jarang sekali generasi muda ingin menggeluti pertanian. Dari pernyataan yang sering dirinya temui, mereka beranggapan bahwa menjadi petani tidak memiliki masa depan yang jelas.
“Selain beranggapan profesi petani tidak ada jaminan masa depan yang baik, generasi muda sekarang masih memiliki rasa gengsi yang tinggi untuk terjun di bidang pertanian, terdapat beberapa alasan mereka tidak tertarik pada bidang pertanian yakni takut hitam, dekil dan kotor,” jelasnya.
Padahal, kata Gunawan, petani memiliki peran penting bagi seluruh masyarakat karena menjadi ujung tombak dalam mencukupi kebutuhan pangan penduduk.
Dampak dari minimnya minat generasi muda menyebabkan tidak adanya regenerasi pada bidang pertanian. “Rata-rata petani sekarang berumur 45 tahun ke atas, sedangkan yang generasi muda jarang sekali dijumpai, sehingga regenerasi petani ini kok tidak bergerak atau berjalan,” tuturnya.
Distan PPU akan terus mendorong generasi muda agar tertarik terhadap sektor pertanian dengan melalui penerapan smart farming mendatang.
“Pengembangan dalam penggunaan teknologi berbasis digital seperti itu tentu sangat dibutuhkan untuk di bidang pertanian, dimana diharapkan dengan penerapan pertanian pintar dapat menggerakkan regenerasi pertanian yang semestinya dilanjutkan oleh generasi muda,” pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. (Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) akan memperkenalkan Smart Farming atau pertanian pintar guna menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan menyebut dengan diperkenalkannya terobosan baru itu dapat menjadi salah satu strategi untuk menarik minat generasi muda agar mau menekuni pertanian.
Selain itu, saat penerapan pertanian pintar juga dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas dan keberlanjutan dalam proses produksi tanaman.
“Metode pertanian pintar ini akan menjadi inovasi terbaru, dimana irigasi sudah memiliki sensor tanah serta dalam penyiraman dan pemupukannya sudah otomatis atau menggunakan mekanisme modern sehingga dapat menghemat tenaga kerja,” ucapnya, Rabu (14/8/2024).
Gunawan mengungkapkan, sudah jarang sekali generasi muda ingin menggeluti pertanian. Dari pernyataan yang sering dirinya temui, mereka beranggapan bahwa menjadi petani tidak memiliki masa depan yang jelas.
“Selain beranggapan profesi petani tidak ada jaminan masa depan yang baik, generasi muda sekarang masih memiliki rasa gengsi yang tinggi untuk terjun di bidang pertanian, terdapat beberapa alasan mereka tidak tertarik pada bidang pertanian yakni takut hitam, dekil dan kotor,” jelasnya.
Padahal, kata Gunawan, petani memiliki peran penting bagi seluruh masyarakat karena menjadi ujung tombak dalam mencukupi kebutuhan pangan penduduk.
Dampak dari minimnya minat generasi muda menyebabkan tidak adanya regenerasi pada bidang pertanian. “Rata-rata petani sekarang berumur 45 tahun ke atas, sedangkan yang generasi muda jarang sekali dijumpai, sehingga regenerasi petani ini kok tidak bergerak atau berjalan,” tuturnya.
Distan PPU akan terus mendorong generasi muda agar tertarik terhadap sektor pertanian dengan melalui penerapan smart farming mendatang.
“Pengembangan dalam penggunaan teknologi berbasis digital seperti itu tentu sangat dibutuhkan untuk di bidang pertanian, dimana diharapkan dengan penerapan pertanian pintar dapat menggerakkan regenerasi pertanian yang semestinya dilanjutkan oleh generasi muda,” pungkasnya.
(Sf/By)