Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty saat ditemui di depan ruang auditorium Pemkot Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada anak-anak SD di kota Balikpapan sampai saat ini masih terus berjalan.
Dari total 9.800 dosis vaksin, pemberian vaksinasi sudah hampir mencapai 70 persen dan itu akan terus dilakukan sampai dosis yang diberikan habis.
"Usai pemberian dosis pertama, tiga bulan kemudian akan ada dosis kedua. Itu kan sudah satu paket di kasih dari Pemerintah Provinsi Kaltim, tinggal nunggu tiga bulan saja," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty kepada awak media, Senin (5/2/2024).
Untuk anggaran vaksinasi DBD di Balikpapan, dirinya mengatakan jika DKK belum ada rencana untuk menganggarkan. Sebab harus masih melihat hasilnya seperti apa.
"Kami masih nunggu habis dulu. Kalau hasilnya bagus kami ikutin," akunya.
Vaksinasi DBD ini baru menyasar dua wilayah, yakni Kecamatan Balikpapan Utara dan Tengah. Vaksin itu diberikan berdasarkan kasus DBD terbanyak di Kota Balikpapan.
Meski banyak orang tua murid diluar dua kecamatan ini meminta untuk dilakukan vaksinasi. "Vaksinasi diberikan berdasarkan surat persetujuan dari orang tua murid. Sehingga pemberian vaksinasi ini tanpa ada paksaan," jelasnya.
Sejauh ini, kata dia, tidak ada keluhan dari para orang tua murid yang sudah diberi vaksinasi DBD. Adanya vaksinasi ini diharapkan bisa menekan kasus DBD di Balikpapan.
"Selain vaksinasi, beberapa hal juga dilakukan untuk mencegah penyakit DBD, yakni pemberantasan sarang nyamuk dan pemantauan jentik, menaburkan bubuk abate serta pemasangan kelambu air," ungkapnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty saat ditemui di depan ruang auditorium Pemkot Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada anak-anak SD di kota Balikpapan sampai saat ini masih terus berjalan.
Dari total 9.800 dosis vaksin, pemberian vaksinasi sudah hampir mencapai 70 persen dan itu akan terus dilakukan sampai dosis yang diberikan habis.
"Usai pemberian dosis pertama, tiga bulan kemudian akan ada dosis kedua. Itu kan sudah satu paket di kasih dari Pemerintah Provinsi Kaltim, tinggal nunggu tiga bulan saja," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty kepada awak media, Senin (5/2/2024).
Untuk anggaran vaksinasi DBD di Balikpapan, dirinya mengatakan jika DKK belum ada rencana untuk menganggarkan. Sebab harus masih melihat hasilnya seperti apa.
"Kami masih nunggu habis dulu. Kalau hasilnya bagus kami ikutin," akunya.
Vaksinasi DBD ini baru menyasar dua wilayah, yakni Kecamatan Balikpapan Utara dan Tengah. Vaksin itu diberikan berdasarkan kasus DBD terbanyak di Kota Balikpapan.
Meski banyak orang tua murid diluar dua kecamatan ini meminta untuk dilakukan vaksinasi. "Vaksinasi diberikan berdasarkan surat persetujuan dari orang tua murid. Sehingga pemberian vaksinasi ini tanpa ada paksaan," jelasnya.
Sejauh ini, kata dia, tidak ada keluhan dari para orang tua murid yang sudah diberi vaksinasi DBD. Adanya vaksinasi ini diharapkan bisa menekan kasus DBD di Balikpapan.
"Selain vaksinasi, beberapa hal juga dilakukan untuk mencegah penyakit DBD, yakni pemberantasan sarang nyamuk dan pemantauan jentik, menaburkan bubuk abate serta pemasangan kelambu air," ungkapnya.
(Sf/By)