Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala DPMPTSP PPU, Nurlaila.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat realisasi investasi pada triwulan II 2024 mencapai Rp1,6 triliun atau 65.29 persen dari target Rp2,5 triliun.
Kepala DPMPTSP PPU, Nurlaila mengaku nilai realisasi investasi itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Realisasi investasi pada 2023 lalu hanya mencapai Rp1,6 triliun atau 81.85 persen dari target Rp2 triliun,” ucapnya, Jumat (16/8/2024).
Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI dan DPMPTSP Provinsi Kaltim mencatat investasi di PPU pada 2023 masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,4 triliun sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp161 miliar.
Dari nilai tersebut sudah dipastikan PMDN pada 2024 masih akan terus mendominasi. Dengan rincian capaian PMDN sebesar Rp1,3 triliun sedangkan PMA sekitar Rp322 miliar.
Nurlaila menyebut ada lima investasi terbesar pada triwulan I 2024 berdasarkan sektor PMDN dan PMA, antara lain Industri Kimia dan Farmasi senilai Rp424 Miliar atau 59.17 persen, Hotel dan Restoran senilai Rp126 miliar atau 17,68 persen.
Kemudian Listrik dan Gas senilai Rp75 miliar atau 10,59 persen, Tanaman Pangan, Peternakan dan Peternakan senilai Rp46 miliar atau 6,49 persen, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran senilai Rp16 miliar atau 2,23 persen.
“Terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), kami optimis bisa mencapai target realisasi investasi karena akan banyak berdatangan investor dari luar daerah dengan tujuan ingin berinvestasi di PPU,” pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala DPMPTSP PPU, Nurlaila.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat realisasi investasi pada triwulan II 2024 mencapai Rp1,6 triliun atau 65.29 persen dari target Rp2,5 triliun.
Kepala DPMPTSP PPU, Nurlaila mengaku nilai realisasi investasi itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Realisasi investasi pada 2023 lalu hanya mencapai Rp1,6 triliun atau 81.85 persen dari target Rp2 triliun,” ucapnya, Jumat (16/8/2024).
Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI dan DPMPTSP Provinsi Kaltim mencatat investasi di PPU pada 2023 masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,4 triliun sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp161 miliar.
Dari nilai tersebut sudah dipastikan PMDN pada 2024 masih akan terus mendominasi. Dengan rincian capaian PMDN sebesar Rp1,3 triliun sedangkan PMA sekitar Rp322 miliar.
Nurlaila menyebut ada lima investasi terbesar pada triwulan I 2024 berdasarkan sektor PMDN dan PMA, antara lain Industri Kimia dan Farmasi senilai Rp424 Miliar atau 59.17 persen, Hotel dan Restoran senilai Rp126 miliar atau 17,68 persen.
Kemudian Listrik dan Gas senilai Rp75 miliar atau 10,59 persen, Tanaman Pangan, Peternakan dan Peternakan senilai Rp46 miliar atau 6,49 persen, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran senilai Rp16 miliar atau 2,23 persen.
“Terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), kami optimis bisa mencapai target realisasi investasi karena akan banyak berdatangan investor dari luar daerah dengan tujuan ingin berinvestasi di PPU,” pungkasnya.
(Sf/By)