Seputar Kaltim

    Realisasi Investasi Capai Rp1,5 T, Sektor Industri Jadi Primadona di Bontang

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    21 Januari 2025 pukul 16:48 WITA

    Ilustrasi investasi. (Istimewa)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya menarik investasi dari berbagai sektor untuk mewujudkan Kota Taman sebagai kota yang ramah investasi. 

    Hasilnya hingga triwulan III 2024, realisasi Investasi di Kota Bontang telah mencapai Rp1.550.579.200.000 atau Rp1,5 triliun lebih.

    Kabid Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Karel mengatakan berdasarkan nilai investasi realisasi 2024, paling besar berasal dari sektor industri.

    Sedangkan jika dinilai dari jumlah investor, maka paling banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).  "Lalu ada juga investasi yang terbagi dalam sektor jasa transportasi dan pariwisata," ucapnya, Selasa (21/1/2024).

    Adapun realisasi investasi terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) ini sebesar Rp138.939.000.000. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1.411.640.200.000.

    Kemudian realisasi investasi di triwulan ke IV, kata Karel, belum diketahui.

    Pihaknya belum bisa melihat karena sistem yang diinput oleh pelaku usaha terpusat. Realisasi investasi ini berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diinput pelaku usaha pada sistem yang dapat dilihat oleh pusat. 

    “Masa input LKPM itu dilakukan tanggal 1 sampai 10 Januari 2025, jadi kemungkinan akhir Januari baru dirilis oleh pusat," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Realisasi Investasi Capai Rp1,5 T, Sektor Industri Jadi Primadona di Bontang

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    21 Januari 2025 pukul 16:48 WITA

    Ilustrasi investasi. (Istimewa)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya menarik investasi dari berbagai sektor untuk mewujudkan Kota Taman sebagai kota yang ramah investasi. 

    Hasilnya hingga triwulan III 2024, realisasi Investasi di Kota Bontang telah mencapai Rp1.550.579.200.000 atau Rp1,5 triliun lebih.

    Kabid Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Karel mengatakan berdasarkan nilai investasi realisasi 2024, paling besar berasal dari sektor industri.

    Sedangkan jika dinilai dari jumlah investor, maka paling banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).  "Lalu ada juga investasi yang terbagi dalam sektor jasa transportasi dan pariwisata," ucapnya, Selasa (21/1/2024).

    Adapun realisasi investasi terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) ini sebesar Rp138.939.000.000. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1.411.640.200.000.

    Kemudian realisasi investasi di triwulan ke IV, kata Karel, belum diketahui.

    Pihaknya belum bisa melihat karena sistem yang diinput oleh pelaku usaha terpusat. Realisasi investasi ini berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diinput pelaku usaha pada sistem yang dapat dilihat oleh pusat. 

    “Masa input LKPM itu dilakukan tanggal 1 sampai 10 Januari 2025, jadi kemungkinan akhir Januari baru dirilis oleh pusat," tutupnya.

    (Sf/By)