Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Capaian program tersebut saat ini dinilai masih sangat rendah. Merespons hal itu, Dinkes Kaltim kini mengubah strategi dengan menggenjot pemeriksaan melalui sistem "jemput bola", salah satunya menyasar kalangan pelajar.
Dalam waktu dekat, Dinkes Kaltim akan menggelar agenda pemeriksaan kesehatan massal bagi anak-anak sekolah. Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN).
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengungkapkan agenda tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 30 Juli mendatang bertempat di Kantor Gubernur Kaltim.
"Nanti, untuk memperingati momen Hari Anak Nasional, kita akan undang anak-anak sekolah dan kita lakukan pemeriksaan kesehatan di sini. Ini menjadi penting agar partisipasi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, bisa meningkat," ungkap Jaya di Samarinda, Senin (27/7/2026).
Langkah jemput bola ke sekolah ini merupakan bagian dari strategi baru Dinkes Kaltim yang kini lebih proaktif mendatangi berbagai komunitas.
Sebelumnya, sasaran CKG juga telah diarahkan secara aktif ke Rutan dan Lapas di Kota Samarinda, yang diintegrasikan dengan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC). Ke depannya, langkah serupa juga akan diperluas ke Rutan dan Lapas di kabupaten/kota lainnya di Kaltim.
Jaya menjelaskan, perubahan strategi dari pasif menjadi aktif ini harus dilakukan lantaran minimnya antusiasme masyarakat jika hanya menunggu di fasilitas kesehatan.
Sejak diluncurkan oleh Presiden pada Februari 2025 lalu, program CKG yang mengandalkan inisiatif warga untuk datang sendiri ke puskesmas dinilai berjalan lambat.
"Kalau kita hanya mengandalkan program yang dilaunching Pak Presiden kemarin, sifatnya kan hanya pasif. Partisipasi masyarakat untuk datang sendiri ke puskesmas sepertinya masih kurang," keluhnya.
Berdasarkan catatan Dinkes Kaltim, selama satu setengah tahun program ini berjalan, baru sekitar 300 ribu jiwa yang memanfaatkannya. Angka tersebut tentu masih sangat jauh dari ekspektasi pemerintah daerah.
"Artinya capaian kita masih sangat sedikit. Seharusnya dari hitungan kita, sudah lebih dari 800 ribu atau 900 ribu orang yang datang ke puskesmas. Apalagi target kita sampai dengan tahun 2030, seluruh warga di Kalimantan Timur yang berjumlah sekitar 4 juta jiwa ini harus sudah dilakukan pemeriksaan semuanya," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Capaian program tersebut saat ini dinilai masih sangat rendah. Merespons hal itu, Dinkes Kaltim kini mengubah strategi dengan menggenjot pemeriksaan melalui sistem "jemput bola", salah satunya menyasar kalangan pelajar.
Dalam waktu dekat, Dinkes Kaltim akan menggelar agenda pemeriksaan kesehatan massal bagi anak-anak sekolah. Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN).
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengungkapkan agenda tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 30 Juli mendatang bertempat di Kantor Gubernur Kaltim.
"Nanti, untuk memperingati momen Hari Anak Nasional, kita akan undang anak-anak sekolah dan kita lakukan pemeriksaan kesehatan di sini. Ini menjadi penting agar partisipasi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, bisa meningkat," ungkap Jaya di Samarinda, Senin (27/7/2026).
Langkah jemput bola ke sekolah ini merupakan bagian dari strategi baru Dinkes Kaltim yang kini lebih proaktif mendatangi berbagai komunitas.
Sebelumnya, sasaran CKG juga telah diarahkan secara aktif ke Rutan dan Lapas di Kota Samarinda, yang diintegrasikan dengan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC). Ke depannya, langkah serupa juga akan diperluas ke Rutan dan Lapas di kabupaten/kota lainnya di Kaltim.
Jaya menjelaskan, perubahan strategi dari pasif menjadi aktif ini harus dilakukan lantaran minimnya antusiasme masyarakat jika hanya menunggu di fasilitas kesehatan.
Sejak diluncurkan oleh Presiden pada Februari 2025 lalu, program CKG yang mengandalkan inisiatif warga untuk datang sendiri ke puskesmas dinilai berjalan lambat.
"Kalau kita hanya mengandalkan program yang dilaunching Pak Presiden kemarin, sifatnya kan hanya pasif. Partisipasi masyarakat untuk datang sendiri ke puskesmas sepertinya masih kurang," keluhnya.
Berdasarkan catatan Dinkes Kaltim, selama satu setengah tahun program ini berjalan, baru sekitar 300 ribu jiwa yang memanfaatkannya. Angka tersebut tentu masih sangat jauh dari ekspektasi pemerintah daerah.
"Artinya capaian kita masih sangat sedikit. Seharusnya dari hitungan kita, sudah lebih dari 800 ribu atau 900 ribu orang yang datang ke puskesmas. Apalagi target kita sampai dengan tahun 2030, seluruh warga di Kalimantan Timur yang berjumlah sekitar 4 juta jiwa ini harus sudah dilakukan pemeriksaan semuanya," pungkasnya.
(Sf/Lo)