Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham. (Foto: dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina disebut menjadi penyangga utama ekonomi Kota Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah keterbatasan sumber daya alam, kehadiran proyek strategis nasional itu dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi kota tetap bergairah.
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham menjelaskan, bahwa Balikpapan selama ini mengandalkan sektor jasa, industri, dan konsumsi. Tanpa komoditas unggulan seperti wilayah lain di Kaltim, kota ini membutuhkan penggerak ekonomi berskala besar peran yang kini diambil oleh RDMP.
“RDMP memberi dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Balikpapan. Dampaknya terlihat jelas, baik di sektor ekonomi maupun sosial,” ucap Idham kepada media, Minggu (7/12/2025).
Sumbangsih proyek ini paling terasa pada penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dari total PBB sekitar Rp120 miliar hingga Rp125 miliar per tahun, hampir 40 persen bersumber dari aset Pertamina dan aktivitas RDMP.
“Kontribusi tersebut sangat membantu pembiayaan pembangunan daerah,” jelasnya.
Tak hanya menambah pundi-pundi pendapatan daerah, proyek RDMP juga menghidupkan sektor UMKM. Aktivitas pekerja dan mitra kerja Pertamina memperbesar omzet warung makan, toko sembako, hingga usaha kecil di sekitar area kilang. Kenaikan transaksi otomatis menambah perolehan pajak daerah.
Dampak positif lain terlihat pada penyerapan tenaga kerja lokal selama masa konstruksi berlangsung, yang disebut Idham membantu menekan angka pengangguran.
“Sektor pendidikan pun mendapat efek berantai, melalui dukungan pengembangan fasilitas sejumlah sekolah di Ring 1 sebagai bagian dari program sosial Pertamina,” terangnya.
Dengan rangkaian efek tersebut, Idham menilai RDMP telah menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi Balikpapan.
“Pertamina lewat proyek RDMP benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi kota ini,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham. (Foto: dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina disebut menjadi penyangga utama ekonomi Kota Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah keterbatasan sumber daya alam, kehadiran proyek strategis nasional itu dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi kota tetap bergairah.
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham menjelaskan, bahwa Balikpapan selama ini mengandalkan sektor jasa, industri, dan konsumsi. Tanpa komoditas unggulan seperti wilayah lain di Kaltim, kota ini membutuhkan penggerak ekonomi berskala besar peran yang kini diambil oleh RDMP.
“RDMP memberi dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Balikpapan. Dampaknya terlihat jelas, baik di sektor ekonomi maupun sosial,” ucap Idham kepada media, Minggu (7/12/2025).
Sumbangsih proyek ini paling terasa pada penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dari total PBB sekitar Rp120 miliar hingga Rp125 miliar per tahun, hampir 40 persen bersumber dari aset Pertamina dan aktivitas RDMP.
“Kontribusi tersebut sangat membantu pembiayaan pembangunan daerah,” jelasnya.
Tak hanya menambah pundi-pundi pendapatan daerah, proyek RDMP juga menghidupkan sektor UMKM. Aktivitas pekerja dan mitra kerja Pertamina memperbesar omzet warung makan, toko sembako, hingga usaha kecil di sekitar area kilang. Kenaikan transaksi otomatis menambah perolehan pajak daerah.
Dampak positif lain terlihat pada penyerapan tenaga kerja lokal selama masa konstruksi berlangsung, yang disebut Idham membantu menekan angka pengangguran.
“Sektor pendidikan pun mendapat efek berantai, melalui dukungan pengembangan fasilitas sejumlah sekolah di Ring 1 sebagai bagian dari program sosial Pertamina,” terangnya.
Dengan rangkaian efek tersebut, Idham menilai RDMP telah menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi Balikpapan.
“Pertamina lewat proyek RDMP benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi kota ini,” pungkasnya.
(Sf/Rs)