Seputar Kaltim

    Ratusan Warga Sebulu Dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit Akibat Keracunan Nasi Kotak

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    16 September 2024 pukul 17:41 WITA

    Korban keracunan di desa Sebulu 1, Kecamatan Sebulu, Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sebanyak 219 orang mengalami keracunan makanan saat menyantap nasi kotak pada acara keagamaan di Kecamatan Sebulu Ilir, Kutai Kartanegara (Kukar). Insiden keracunan yang menimpa warga ini terjadi pada Sabtu (14/9/2024) lalu.

    Andre, kakak korban keracunan mengungkapan, adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat itu tengah mengikuti acara keagamaan di masjid yang berlokasi di Sebulu Tengah. 

    "Adik saya ikut di acara itu, dia disuguhkan makanan kotakan, waktu itu ada dua jenis makanan yang disediakan oleh pihak panitia, yang satunya ada nasi lauk dan kerupuk, kemudian yang kedua itu nasi lauk tanpa kerupuk. Usai makan nasi kedua itu, adik saya mual-mual dan muntah di rumah, pas kita cek ternyata keracunan," kata Andre Senin (16/9/2024).

    Menurut pengakuan dari driver Ambulans, Jurniansyah sempat kewalahan menjemput dan mengantar pasien ke puskesmas.

    Pada hari pertama kejadian, setidaknya ada 47 orang harus dirawat di puskesmas dan dua orang dilarikan ke RSUD AM Parikesit, Kecamatan Tenggarong Seberang. 

    "Kalau di hari kedua pasien makin banyak, sampai 100 lebih. Untuk hari ketiga ini ada satu orang yang diantar ke rumah sakit Tenggarong, dua ambulans kita aktif mengantar dan menjemput pasien," sebut Jurniansyah. 

    Kepala Puskesmas Kecamatan Sebulu Satu, Abdullah Ramli mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar untuk membantu menangani pasien.

    Kata dia, ketersediaan obat-obatan telah dilengkapi, begitu pula dengan tenaga kesehatan (nakes) untuk saat ini mereka secara bergantian dalam menangani pasien, meski pada hari pertama dan kedua sempat kewalahan saat pasien datang.

    "Alhamdulillah sampai saat ini koordinasi sangat baik dari Dinkes, pemerintah kecamatan dan desa masih solid," ungkapnya.

    Hingga kini, pihaknya telah menangani 219 pasien secara bergantian. Kemudian 35 orang masih dalam penanganan dan tiga orang dilarikan ke RSUD AM Parikesit.

    "Korban yang dilarikan ke rumah sakit adalah balita karena muntaber, kejang-kejang dan demam tinggi karena kekurangan cairan. Kemudian yang dua bapak-bapak yang makan sampai dua kotak, jadi dia terkena dan satunya lagi hari ini kita bawa ke Rumah Sakit Tenggarong," ucpanya.

    "Makanan ini sebenarnya dibuat orang desa sini juga, ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kami membantu semaksimal mungkin tanpa membawanya ke ranah hukum, kami yakin ini murni kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan," tambahnya.

    Kini, Puskesmas Sebulu Satu akan melakukan pengecekan makanan, mengirim sampel ke Dinas Kesehatan UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). "Hasilnya belum kita ketahui," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Ratusan Warga Sebulu Dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit Akibat Keracunan Nasi Kotak

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    16 September 2024 pukul 17:41 WITA

    Korban keracunan di desa Sebulu 1, Kecamatan Sebulu, Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sebanyak 219 orang mengalami keracunan makanan saat menyantap nasi kotak pada acara keagamaan di Kecamatan Sebulu Ilir, Kutai Kartanegara (Kukar). Insiden keracunan yang menimpa warga ini terjadi pada Sabtu (14/9/2024) lalu.

    Andre, kakak korban keracunan mengungkapan, adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat itu tengah mengikuti acara keagamaan di masjid yang berlokasi di Sebulu Tengah. 

    "Adik saya ikut di acara itu, dia disuguhkan makanan kotakan, waktu itu ada dua jenis makanan yang disediakan oleh pihak panitia, yang satunya ada nasi lauk dan kerupuk, kemudian yang kedua itu nasi lauk tanpa kerupuk. Usai makan nasi kedua itu, adik saya mual-mual dan muntah di rumah, pas kita cek ternyata keracunan," kata Andre Senin (16/9/2024).

    Menurut pengakuan dari driver Ambulans, Jurniansyah sempat kewalahan menjemput dan mengantar pasien ke puskesmas.

    Pada hari pertama kejadian, setidaknya ada 47 orang harus dirawat di puskesmas dan dua orang dilarikan ke RSUD AM Parikesit, Kecamatan Tenggarong Seberang. 

    "Kalau di hari kedua pasien makin banyak, sampai 100 lebih. Untuk hari ketiga ini ada satu orang yang diantar ke rumah sakit Tenggarong, dua ambulans kita aktif mengantar dan menjemput pasien," sebut Jurniansyah. 

    Kepala Puskesmas Kecamatan Sebulu Satu, Abdullah Ramli mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar untuk membantu menangani pasien.

    Kata dia, ketersediaan obat-obatan telah dilengkapi, begitu pula dengan tenaga kesehatan (nakes) untuk saat ini mereka secara bergantian dalam menangani pasien, meski pada hari pertama dan kedua sempat kewalahan saat pasien datang.

    "Alhamdulillah sampai saat ini koordinasi sangat baik dari Dinkes, pemerintah kecamatan dan desa masih solid," ungkapnya.

    Hingga kini, pihaknya telah menangani 219 pasien secara bergantian. Kemudian 35 orang masih dalam penanganan dan tiga orang dilarikan ke RSUD AM Parikesit.

    "Korban yang dilarikan ke rumah sakit adalah balita karena muntaber, kejang-kejang dan demam tinggi karena kekurangan cairan. Kemudian yang dua bapak-bapak yang makan sampai dua kotak, jadi dia terkena dan satunya lagi hari ini kita bawa ke Rumah Sakit Tenggarong," ucpanya.

    "Makanan ini sebenarnya dibuat orang desa sini juga, ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kami membantu semaksimal mungkin tanpa membawanya ke ranah hukum, kami yakin ini murni kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan," tambahnya.

    Kini, Puskesmas Sebulu Satu akan melakukan pengecekan makanan, mengirim sampel ke Dinas Kesehatan UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). "Hasilnya belum kita ketahui," tutupnya.

    (Sf/By)