Cari disini...
Seputar Kaltim
Pemberian, pengobatan dan pemberian kacamata gratis dari kolaborasi pemerintah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ratusan peserta didik dan guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Balikpapan mendapat bantuan pemeriksaan, pengobatan mata dan kacamata gratis.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) Kaltim-Kaltara dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia 2025.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kaltim, Jaya Mualimin yang hadir untuk membuka acara tersebut menyampaikan pesan penting mengenai kondisi kesehatan mata di Indonesia kini
Jaya Mualimin menyoroti gangguan penglihatan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius, baik di dunia maupun di Indonesia.
Pesan utamanya, kata Jaya, adalah pentingnya deteksi dini karena sebagian besar kasus kebutaan atau gangguan mata sebetulnya bisa dihindari.
"Padahal sekitar 80 persen gangguan penglihatan dapat dicegah atau diobati dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat," ujarnya, Sabtu (18/10/2025).
Menurutnya Hari Penglihatan Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan kembali akan pentingnya perawatan mata untuk semua, sesuai semangat Eye Care for All.
Kegiatan yang mengusung tema Mata Sehat Anak Hebat-Mata Sehat untuk Masa Depan Indonesia ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim.
Total sebanyak 200 kacamata gratis dibagikan kepada anak-anak dan para guru di SLB Negeri Balikpapan.
"Ini adalah bentuk nyata kolaborasi dan kepedulian sosial dalam meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki semangat belajar luar biasa," tegas Jaya.
Jaya Mualimin menambahkan bantuan ini tidak hanya sekadar memperbaiki penglihatan secara fisik, tetapi juga memberikan harapan baru bagi para pelajar.
"Kita tidak hanya membantu memperbaiki penglihatan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk melihat dunia dengan lebih jelas baik secara harfiah maupun secara harapan hidup," jelasnya.
Pihaknya pun berterima kasih kepada GAPOPIN Kaltim-Kaltara, para dokter spesialis mata, refraksionis optisien (RO), serta seluruh tenaga kesehatan yang berkontribusi.
"Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus bergerak bersama dalam meningkatkan kesehatan mata masyarakat Kaltim, demi mewujudkan generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pemberian, pengobatan dan pemberian kacamata gratis dari kolaborasi pemerintah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ratusan peserta didik dan guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Balikpapan mendapat bantuan pemeriksaan, pengobatan mata dan kacamata gratis.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) Kaltim-Kaltara dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia 2025.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kaltim, Jaya Mualimin yang hadir untuk membuka acara tersebut menyampaikan pesan penting mengenai kondisi kesehatan mata di Indonesia kini
Jaya Mualimin menyoroti gangguan penglihatan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius, baik di dunia maupun di Indonesia.
Pesan utamanya, kata Jaya, adalah pentingnya deteksi dini karena sebagian besar kasus kebutaan atau gangguan mata sebetulnya bisa dihindari.
"Padahal sekitar 80 persen gangguan penglihatan dapat dicegah atau diobati dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat," ujarnya, Sabtu (18/10/2025).
Menurutnya Hari Penglihatan Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan kembali akan pentingnya perawatan mata untuk semua, sesuai semangat Eye Care for All.
Kegiatan yang mengusung tema Mata Sehat Anak Hebat-Mata Sehat untuk Masa Depan Indonesia ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim.
Total sebanyak 200 kacamata gratis dibagikan kepada anak-anak dan para guru di SLB Negeri Balikpapan.
"Ini adalah bentuk nyata kolaborasi dan kepedulian sosial dalam meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki semangat belajar luar biasa," tegas Jaya.
Jaya Mualimin menambahkan bantuan ini tidak hanya sekadar memperbaiki penglihatan secara fisik, tetapi juga memberikan harapan baru bagi para pelajar.
"Kita tidak hanya membantu memperbaiki penglihatan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk melihat dunia dengan lebih jelas baik secara harfiah maupun secara harapan hidup," jelasnya.
Pihaknya pun berterima kasih kepada GAPOPIN Kaltim-Kaltara, para dokter spesialis mata, refraksionis optisien (RO), serta seluruh tenaga kesehatan yang berkontribusi.
"Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus bergerak bersama dalam meningkatkan kesehatan mata masyarakat Kaltim, demi mewujudkan generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing," tutupnya.
(Sf/Rs)