Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi jemaah haji saat menunaikan ibadah di tanah suci (Dok: Freepik)
Tenggarong - Sebanyak 268 jemaah asal Kutai Kartanegara (Kukar) akan diberangkatkan ke tanah suci Mekah dan Madinah, Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji selama 40 hari pada 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kukar, Norjali mengatakan keberangkatan haji asal Kukar pada tahun ini dibagi menjadi tiga kloter, yakni kloter dua, enam dan 15.
Kini kloter dua dan enam yang berjumlah 156 jemaah diketahui telah diberangkatkan terlebih dahulu ke tanah suci pada 24 April 2026 lalu, sementara kloter 15 dijadwalkan akan berangkat pada 17 Mei 2026 mendatang.
“Sebelum diberangkatkan, mereka pasti harus memastikan kondisi tubuhnya sedang vit. Bahkan, kesiapsiagaan itu dilakukan jauh sebelum mereka melakukan pelunasan keberangkatan haji,” ujar Norjali, Selasa (5/5/2026).
Ia mengimbau kepada para jemaah untuk tidak asyik berswafoto saat menginjakan kaki di tanah suci dan tetap berpegangan pada niat awal dengan mengutamakan kekhusyukan dalam menunaikan ibadah haji.
Selain itu, para jemaah juga diminta untuk patuh terhadap peraturan yang berlaku di Arab Saudi, terutama menyangkut soal larangan pengambilan video dan foto-foto di area-area tertentu, seperti di dalam Masjidil Haram Mekah dan Masjid Nabawi Madinah.
“Arab Saudi sudah menyampaikan bahwa jemaah tidak boleh mengambil video atau memposting-posting dan segala macamnya, itu sudah kita imbau kepada mereka untuk fokus pada ibadah, bukan memenuhi kebutuhan sosialita mereka seperti memposting di Yt dan Tiktok,” jelas Norjali.
Ia mengingatkan kepada para jemaah haji untuk rutin meminum vitamin tambahan agar kondisi tubuhnya tetap dalam keadaan vit, mengingat keberangkatan ke tanah suci merupakan perjalanan yang cukup melelahkan.
“Kami sudah memberikan arahan kepada para jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan menjelang waktu keberangkatan dengan tidak melakukan agenda seremonial, seperti menerima tamu karena mereka dikhawatirkan akan terjaga, sehingga tidak memperhatikan kesehatannya,” tegas Norjali.
“Kita juga imbau untuk dikurangi dan jangan terlalu banyak jalan-jalan saat berada di tanah suci agar kesehatan mereka tetap terjaga,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi jemaah haji saat menunaikan ibadah di tanah suci (Dok: Freepik)
Tenggarong - Sebanyak 268 jemaah asal Kutai Kartanegara (Kukar) akan diberangkatkan ke tanah suci Mekah dan Madinah, Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji selama 40 hari pada 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kukar, Norjali mengatakan keberangkatan haji asal Kukar pada tahun ini dibagi menjadi tiga kloter, yakni kloter dua, enam dan 15.
Kini kloter dua dan enam yang berjumlah 156 jemaah diketahui telah diberangkatkan terlebih dahulu ke tanah suci pada 24 April 2026 lalu, sementara kloter 15 dijadwalkan akan berangkat pada 17 Mei 2026 mendatang.
“Sebelum diberangkatkan, mereka pasti harus memastikan kondisi tubuhnya sedang vit. Bahkan, kesiapsiagaan itu dilakukan jauh sebelum mereka melakukan pelunasan keberangkatan haji,” ujar Norjali, Selasa (5/5/2026).
Ia mengimbau kepada para jemaah untuk tidak asyik berswafoto saat menginjakan kaki di tanah suci dan tetap berpegangan pada niat awal dengan mengutamakan kekhusyukan dalam menunaikan ibadah haji.
Selain itu, para jemaah juga diminta untuk patuh terhadap peraturan yang berlaku di Arab Saudi, terutama menyangkut soal larangan pengambilan video dan foto-foto di area-area tertentu, seperti di dalam Masjidil Haram Mekah dan Masjid Nabawi Madinah.
“Arab Saudi sudah menyampaikan bahwa jemaah tidak boleh mengambil video atau memposting-posting dan segala macamnya, itu sudah kita imbau kepada mereka untuk fokus pada ibadah, bukan memenuhi kebutuhan sosialita mereka seperti memposting di Yt dan Tiktok,” jelas Norjali.
Ia mengingatkan kepada para jemaah haji untuk rutin meminum vitamin tambahan agar kondisi tubuhnya tetap dalam keadaan vit, mengingat keberangkatan ke tanah suci merupakan perjalanan yang cukup melelahkan.
“Kami sudah memberikan arahan kepada para jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan menjelang waktu keberangkatan dengan tidak melakukan agenda seremonial, seperti menerima tamu karena mereka dikhawatirkan akan terjaga, sehingga tidak memperhatikan kesehatannya,” tegas Norjali.
“Kita juga imbau untuk dikurangi dan jangan terlalu banyak jalan-jalan saat berada di tanah suci agar kesehatan mereka tetap terjaga,” tandasnya.
(Sf/Rs)