Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Lahan pertanian di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong terendam banjir. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Ratusan Hektare (Ha) sawah di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong terendam banjir akibat guyuran hujan yang terjadi dalam waktu lima hari berturut-turut.
"Tanaman kami habis terendam banjir karena curah hujan tinggi dari lima hari lalu sampai hari ini," kata seorang petani, Riyanto, Rabu (22/1/2025).
Ia mengaku banjir terjadi sejak 17 Januari 2025 lalu, sedangkan wilayah yang terdampak banjir seperti di kawasan Banyumas, Temanggung, Desa Sumber Sari hingga Kediri.
"Umur padi baru tiga bulan tanam, kalau ketinggian air yang disebabkan hujan ini sekitar 1,5 meter. Dampak dari banjir ini kami para petani tak bisa melakukan kegiatan bertani," ujarnya.
Selain itu, proyek pembangunan irigasi juga menjadi pengaruh besar dalam penanggulangan banjir di wilayah tersebut. Sebab, air tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga membuat air lambat turun dan terendam.
"Seharusnya air ini turunnya cepat, tapi ini lambat sekali. Pembangunan irigasi itu sudah dikerjakan sejak tiga bulan lalu, sampai saat ini proses pengerjaannya masih berlanjut, dampaknya untuk lahan pertanian kami juga tidak baik," ujarnya.
Dirinya berharap pemerintah daerah juga bisa memperhatikan para petani, khususnya untuk pembangunan irigasi yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.
"Kita harap pemerintah memperhatikan pembangunan irigasi itu. Kerugian kita sampai miliaran juga ini," pungkasnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Lahan pertanian di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong terendam banjir. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Ratusan Hektare (Ha) sawah di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong terendam banjir akibat guyuran hujan yang terjadi dalam waktu lima hari berturut-turut.
"Tanaman kami habis terendam banjir karena curah hujan tinggi dari lima hari lalu sampai hari ini," kata seorang petani, Riyanto, Rabu (22/1/2025).
Ia mengaku banjir terjadi sejak 17 Januari 2025 lalu, sedangkan wilayah yang terdampak banjir seperti di kawasan Banyumas, Temanggung, Desa Sumber Sari hingga Kediri.
"Umur padi baru tiga bulan tanam, kalau ketinggian air yang disebabkan hujan ini sekitar 1,5 meter. Dampak dari banjir ini kami para petani tak bisa melakukan kegiatan bertani," ujarnya.
Selain itu, proyek pembangunan irigasi juga menjadi pengaruh besar dalam penanggulangan banjir di wilayah tersebut. Sebab, air tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga membuat air lambat turun dan terendam.
"Seharusnya air ini turunnya cepat, tapi ini lambat sekali. Pembangunan irigasi itu sudah dikerjakan sejak tiga bulan lalu, sampai saat ini proses pengerjaannya masih berlanjut, dampaknya untuk lahan pertanian kami juga tidak baik," ujarnya.
Dirinya berharap pemerintah daerah juga bisa memperhatikan para petani, khususnya untuk pembangunan irigasi yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.
"Kita harap pemerintah memperhatikan pembangunan irigasi itu. Kerugian kita sampai miliaran juga ini," pungkasnya.
(Sf/By)