Seputar Kaltim

    Ratusan Hektare Lahan di Berau Diusulkan untuk Program Brigade Pangan Dukung Swasembada

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Maruly Zainuddin
    26 Januari 2025 pukul 14:55 WITA

    Kepala DTPHP Berau, Junaidi. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau telah mengusulkan 771 hektare lahan akan dimanfaatkan untuk lima brigade pangan pada tahun 2025. Usulan program brigade pangan ini bertujuan untuk mendukung Program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan nasional.

    Kepala DTPHP Berau, Junaidi mengatakan, pada tahun 2025 ini, sektor pertanian mendapatkan bantuan dari berbagai program seperti melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendaparan Belanja Negara (APBN).

    "Program brigade pangan yang jumlahnya kita usul kemarin 771 hektare. Itu ada lima brigade, dua brigade di Tabalar, satu Teluk Bayur, satu Sambaliung, satu Gunung Tabur. Program brigade Itu di bawah bantuan langsung dari pemerintah pusat," ujar Kepala DTPHP Berau, Junaidi.

    Ia pun menjelaskan, brigade pangan merupakan program pemerintah yang melibatkan generasi muda, teknologi modern dan sinergi lintas kementerian untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang diharapkan dapat mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional

    Namun ia menyampaikan, dengan jumlah petani di Berau yang semakin sedikit, menjadi kendala yang sampai saat ini dihadapi DTPHP Berau. "Petani ini kan makin sedikit karena banyak yang tua-tua. Kita ada program milenial, tapi masih sangat sedikit regenarasi di Berau," tuturnya.

    Ia pun menyampaikan bahwa pihaknya telah mengupayakan regenerasi kaum milenial untuk terjun ke sektor pertanian melalui kelompok tani. Namun, kurangnya minat kaum milenial menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh sektor pertanian di Kabupaten Berau. 

    Dirinya berharap, sektor pertanian di Kabupaten Berau dapat lebih meningkat setelah adanya bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selain itu, ia pun menyebut untuk optimalisasi lahan (Oplah) ada sekitar 1.000 lebih hektare untuk tanaman padi. "Untuk Tabalar saja yang ada di Buyung-Buyung 450 yang di Semuru 150, di Tabalar Muara ada 30 hektare di beberapa lokasi juga ada," ujarnya

    Ia juga mengatakan untuk tanaman jagung pihaknya menargetkan 2.775 hektare hingga Desember 2025.

    "Sampai pada saat ini baru 70 hektare yang terealisasi dari targetnya untuk Januari 300 hektare, tapi sampai Desember itu target 2.775 hektare seperti yang disampaikan bupati. Mudah-mudahan bisa terpenuhi," pungkasnya.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Ratusan Hektare Lahan di Berau Diusulkan untuk Program Brigade Pangan Dukung Swasembada

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Maruly Zainuddin
    26 Januari 2025 pukul 14:55 WITA

    Kepala DTPHP Berau, Junaidi. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau telah mengusulkan 771 hektare lahan akan dimanfaatkan untuk lima brigade pangan pada tahun 2025. Usulan program brigade pangan ini bertujuan untuk mendukung Program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan nasional.

    Kepala DTPHP Berau, Junaidi mengatakan, pada tahun 2025 ini, sektor pertanian mendapatkan bantuan dari berbagai program seperti melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendaparan Belanja Negara (APBN).

    "Program brigade pangan yang jumlahnya kita usul kemarin 771 hektare. Itu ada lima brigade, dua brigade di Tabalar, satu Teluk Bayur, satu Sambaliung, satu Gunung Tabur. Program brigade Itu di bawah bantuan langsung dari pemerintah pusat," ujar Kepala DTPHP Berau, Junaidi.

    Ia pun menjelaskan, brigade pangan merupakan program pemerintah yang melibatkan generasi muda, teknologi modern dan sinergi lintas kementerian untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang diharapkan dapat mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional

    Namun ia menyampaikan, dengan jumlah petani di Berau yang semakin sedikit, menjadi kendala yang sampai saat ini dihadapi DTPHP Berau. "Petani ini kan makin sedikit karena banyak yang tua-tua. Kita ada program milenial, tapi masih sangat sedikit regenarasi di Berau," tuturnya.

    Ia pun menyampaikan bahwa pihaknya telah mengupayakan regenerasi kaum milenial untuk terjun ke sektor pertanian melalui kelompok tani. Namun, kurangnya minat kaum milenial menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh sektor pertanian di Kabupaten Berau. 

    Dirinya berharap, sektor pertanian di Kabupaten Berau dapat lebih meningkat setelah adanya bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selain itu, ia pun menyebut untuk optimalisasi lahan (Oplah) ada sekitar 1.000 lebih hektare untuk tanaman padi. "Untuk Tabalar saja yang ada di Buyung-Buyung 450 yang di Semuru 150, di Tabalar Muara ada 30 hektare di beberapa lokasi juga ada," ujarnya

    Ia juga mengatakan untuk tanaman jagung pihaknya menargetkan 2.775 hektare hingga Desember 2025.

    "Sampai pada saat ini baru 70 hektare yang terealisasi dari targetnya untuk Januari 300 hektare, tapi sampai Desember itu target 2.775 hektare seperti yang disampaikan bupati. Mudah-mudahan bisa terpenuhi," pungkasnya.

    (Sf/Mr)