Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi lahan sawah gagal panen akibat terendam banjir (Dok: freepik)
Tenggarong - Sebanyak 153 Kepala Keluarga yang terdiri dari 546 jiwa di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong baru saja menerima bantuan berupa 9,7 ton beras dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (8/4/2026).
Bantuan ini diberikan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap musibah yang menimpa ratusan petani di Desa Rapak Lambur karena mengalami gagal panen di lahan seluas 148 Hektare (Ha) akibat terendam banjir.
“Ada 148 Ha sawah yang gagal panen di Desa Rapak Lambur akibat bencana banjir yang terjadi pada periode Desember 2025-Maret 2026. Lahan itu dimiliki 153 KK yang terdiri dari 545 jiwa,” ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias.
Ia menjelaskan bantuan beras tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan konsumsi per jiwa, yakni 300 gram per hari selama 60 hari untuk 546 jiwa terdampak. Jika ditotalkan, maka jumlah beras yang disalurkan mencapai 9,756 Kilogram (Kg) atau 9,7 ton.
“Kita hitung berdasarkan jumlah jiwa yang terdampak dengan konsumsi per harinya 300 gram dikali 60 hari, jadi totalnya hampir 10 ton untuk 546 jiwa,” terangnya.
Selain menyalurkan beras sebagai cadangan pangan, Pemkab Kukar juga turut memberikan bantuan benih kepada para petani yang mengalami gagal panen di Desa Rapak Lambur untuk mendukung mereka kembali memulai aktivitas bercocok tanam.
“Seperti yang disampaikan bapak bupati bahwa pemerintah daerah akan selalu hadir untuk membantu masyarakat, khususnya para petani yang mengalami gagal panen,” ungkap Ananias.
“Jadi pemerintah daerah akan mensupport mereka kembali memulai aktivitas pertanian melalui pemenuhan cadangan pangan selama dua bulan serta memberikan bantuan benih,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi lahan sawah gagal panen akibat terendam banjir (Dok: freepik)
Tenggarong - Sebanyak 153 Kepala Keluarga yang terdiri dari 546 jiwa di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong baru saja menerima bantuan berupa 9,7 ton beras dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (8/4/2026).
Bantuan ini diberikan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap musibah yang menimpa ratusan petani di Desa Rapak Lambur karena mengalami gagal panen di lahan seluas 148 Hektare (Ha) akibat terendam banjir.
“Ada 148 Ha sawah yang gagal panen di Desa Rapak Lambur akibat bencana banjir yang terjadi pada periode Desember 2025-Maret 2026. Lahan itu dimiliki 153 KK yang terdiri dari 545 jiwa,” ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias.
Ia menjelaskan bantuan beras tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan konsumsi per jiwa, yakni 300 gram per hari selama 60 hari untuk 546 jiwa terdampak. Jika ditotalkan, maka jumlah beras yang disalurkan mencapai 9,756 Kilogram (Kg) atau 9,7 ton.
“Kita hitung berdasarkan jumlah jiwa yang terdampak dengan konsumsi per harinya 300 gram dikali 60 hari, jadi totalnya hampir 10 ton untuk 546 jiwa,” terangnya.
Selain menyalurkan beras sebagai cadangan pangan, Pemkab Kukar juga turut memberikan bantuan benih kepada para petani yang mengalami gagal panen di Desa Rapak Lambur untuk mendukung mereka kembali memulai aktivitas bercocok tanam.
“Seperti yang disampaikan bapak bupati bahwa pemerintah daerah akan selalu hadir untuk membantu masyarakat, khususnya para petani yang mengalami gagal panen,” ungkap Ananias.
“Jadi pemerintah daerah akan mensupport mereka kembali memulai aktivitas pertanian melalui pemenuhan cadangan pangan selama dua bulan serta memberikan bantuan benih,” tandasnya.
(Sf/Rs)