Cari disini...
Seputar Kaltim
Kegiatan Pelatihan Pestisida di Kecamatan Sebulu, Kukar (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas ALISHTER bekerjasama dengan Dinas Pertanaian dan Perternakan (Distanak) Kukar melaksanakan pelatihan Pestisida di Balai Pertemuan Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (11/12/2024).
Tujuan dari pelaksanaan ini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan serta pemahaman kepada para petani untuk memperkuat pengguna herbisida berbahan aktif parakuat diklorida.
Kegiatan ini dihadiri oleh 100 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan dilakukan di dua lokasi yang berbeda yakni di kecamatan Sebulu dan Kecamatan Kota Bangun.
Selain imateri yang diberikan oleh narasumber, para peserta juga mendapatkan uji praktek terkait cara menyemprot pestisida.
Ketua Umum ALISHTER, Mulyadi Benteng mengatakan telah melaksanakan kegiatan pelatihan ini di 355 kabupaten/kota sejak 2016 lalu. "Kita lakukan pelatihan ini di daerah yang memang petaninya banyak menggunakan pestisida agar bisa memahami penggunaan yang efektif dan efesien," katanya.
ALISHTER juga akan memasuki kabupaten/kota yang petaninya banyak menggunakan pestisida.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik mengaku menyambut positif kegiatan pelatihan hari ini. "Kontribusi bersama ALISHTER ini adalah bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya ke petani," ujar Muhammad Taufik.
Kehadiran pejabat Dinkes pada kegiatan ini agar para petani bisa memahami dampak dari pengaruh pestisida kepada manusia. "Mereka akan jelaskan dampak-dampak terkait penggunaan pestisida, supaya para petani bisa paham dan tidak keracunan, itu yang harus di hindari," ucapnya.
Meski ALISHTER tidak bisa menjangkau semua kecamatan yang ada di Kukar untuk melakukan pelatihan selanjutnya nanti, Distanak Kukar juga berkomitmen akan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan petani.
"Kami dari Distanak Kukar juga ada program pelatihan seperti ini, kita tetap jalankan sehingga bisa menjangkau kecamatan-kecamatan yang ada di kukar," tegasnya.
Dirinya berharap, pelatihan ini dapat memberikan dampak positif kepada para petani dan bisa mendukung tingkat produksi tanaman holtikultura.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kegiatan Pelatihan Pestisida di Kecamatan Sebulu, Kukar (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas ALISHTER bekerjasama dengan Dinas Pertanaian dan Perternakan (Distanak) Kukar melaksanakan pelatihan Pestisida di Balai Pertemuan Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (11/12/2024).
Tujuan dari pelaksanaan ini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan serta pemahaman kepada para petani untuk memperkuat pengguna herbisida berbahan aktif parakuat diklorida.
Kegiatan ini dihadiri oleh 100 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan dilakukan di dua lokasi yang berbeda yakni di kecamatan Sebulu dan Kecamatan Kota Bangun.
Selain imateri yang diberikan oleh narasumber, para peserta juga mendapatkan uji praktek terkait cara menyemprot pestisida.
Ketua Umum ALISHTER, Mulyadi Benteng mengatakan telah melaksanakan kegiatan pelatihan ini di 355 kabupaten/kota sejak 2016 lalu. "Kita lakukan pelatihan ini di daerah yang memang petaninya banyak menggunakan pestisida agar bisa memahami penggunaan yang efektif dan efesien," katanya.
ALISHTER juga akan memasuki kabupaten/kota yang petaninya banyak menggunakan pestisida.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik mengaku menyambut positif kegiatan pelatihan hari ini. "Kontribusi bersama ALISHTER ini adalah bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya ke petani," ujar Muhammad Taufik.
Kehadiran pejabat Dinkes pada kegiatan ini agar para petani bisa memahami dampak dari pengaruh pestisida kepada manusia. "Mereka akan jelaskan dampak-dampak terkait penggunaan pestisida, supaya para petani bisa paham dan tidak keracunan, itu yang harus di hindari," ucapnya.
Meski ALISHTER tidak bisa menjangkau semua kecamatan yang ada di Kukar untuk melakukan pelatihan selanjutnya nanti, Distanak Kukar juga berkomitmen akan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan petani.
"Kami dari Distanak Kukar juga ada program pelatihan seperti ini, kita tetap jalankan sehingga bisa menjangkau kecamatan-kecamatan yang ada di kukar," tegasnya.
Dirinya berharap, pelatihan ini dapat memberikan dampak positif kepada para petani dan bisa mendukung tingkat produksi tanaman holtikultura.
(Sf/By)