Cari disini...
Seputar Kaltim
Partai Buruh Kalimantan Timur peringati Mayday di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (1/5/2023). (Foto : Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Partai Buruh Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar demonstrasi di depan DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Kota Samarinda, Senin (1/5/2023).
Akssi ini dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei atau May Day.
Puluhan masa aksi ini memulai konvoi dari perempatan Lembuswana pukul 11.40 Wita sampai tiba di DPRD Kaltim pukul 12.30 Wita.
Sekretaris Exco Partai Buruh, Eddy Heriadi menyampaikan ada enam isu yang disampaikan pada aksi May Day 2023 ini.
"Enam tuntutan ini yang kami bawa untuk kepentingan buruh, khususnya di Kaltim dan umumnya juga di Indonesia," ungkapnya saat konferensi pers.
Tuntutannya, pertama mendesak Omnibus Law UU Cipta Kerja dicabut. Kedua, cabut parlementary threshold 4 persen. Ketiga mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Keempat menolak RUU Kesehatan. Kelima, meminta reforma agraria dan kedaulatan pangan. Terakhir atua keenam, memilih Presiden 2024 yang pro buruh kelas pekerja.
Eddy Hariadi menyebut bahwa perjuangan untuk mencabut UU Cipta Kerja ini karena menilai produk hukum tersebut bermasalah.
"Ada sembilan produk yang masih bermasalah, terutama untuk para pekerja. Salah satunya yang kami soroti yakni sistem kontrak yang dinilai tidak manusiawi. Ini membuat buruh tidak ada jaminan hidup," bebernya.
Massa aksi kemudian bubar setelah penyampaian tuntutan secara simbolis pada pukul 13.25 Wita.
Koordinator aksi Partai Buruh, Yoyok mengaku pihaknya mendirikan Pos Oren untuk pengaduan para buruh. "Informasi untuk seluruh buruh kami mendirikan posko oengaduan, bagi para buruh yang masih belum mendapatkan Tunjangan Hari Raya atau aduan lainnya, silahkan ke posko,".pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Partai Buruh Kalimantan Timur peringati Mayday di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (1/5/2023). (Foto : Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Partai Buruh Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar demonstrasi di depan DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Kota Samarinda, Senin (1/5/2023).
Akssi ini dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei atau May Day.
Puluhan masa aksi ini memulai konvoi dari perempatan Lembuswana pukul 11.40 Wita sampai tiba di DPRD Kaltim pukul 12.30 Wita.
Sekretaris Exco Partai Buruh, Eddy Heriadi menyampaikan ada enam isu yang disampaikan pada aksi May Day 2023 ini.
"Enam tuntutan ini yang kami bawa untuk kepentingan buruh, khususnya di Kaltim dan umumnya juga di Indonesia," ungkapnya saat konferensi pers.
Tuntutannya, pertama mendesak Omnibus Law UU Cipta Kerja dicabut. Kedua, cabut parlementary threshold 4 persen. Ketiga mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Keempat menolak RUU Kesehatan. Kelima, meminta reforma agraria dan kedaulatan pangan. Terakhir atua keenam, memilih Presiden 2024 yang pro buruh kelas pekerja.
Eddy Hariadi menyebut bahwa perjuangan untuk mencabut UU Cipta Kerja ini karena menilai produk hukum tersebut bermasalah.
"Ada sembilan produk yang masih bermasalah, terutama untuk para pekerja. Salah satunya yang kami soroti yakni sistem kontrak yang dinilai tidak manusiawi. Ini membuat buruh tidak ada jaminan hidup," bebernya.
Massa aksi kemudian bubar setelah penyampaian tuntutan secara simbolis pada pukul 13.25 Wita.
Koordinator aksi Partai Buruh, Yoyok mengaku pihaknya mendirikan Pos Oren untuk pengaduan para buruh. "Informasi untuk seluruh buruh kami mendirikan posko oengaduan, bagi para buruh yang masih belum mendapatkan Tunjangan Hari Raya atau aduan lainnya, silahkan ke posko,".pungkasnya.
(Sf/By)