Seputar Kaltim

    Ratusan Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Tenggarong Dapat Sarana Belajar Gratis

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    14 September 2026 pukul 16:03 WITA

    Anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Tenggarong saat menerima bantuan paket sarana belajar dari pemerintah (Dok: Humas SLB Negeri Tenggarong)

    Tenggarong - Senyum bahagia terpancar dari wajah 216 anak berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tenggarong, Jalan Kemuning, Kelurahan Sukarame, Kutai Kartanegara (Kukar) usai menerima bantuan paket sarana belajar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

    Bantuan itu disalurkan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin bersama jajaran Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Kemasyarakatan (TP PKK) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kukar.

    Fathul mengatakan bantuan yang diberikan berupa alat tulis, buku mata pelajaran, seragam, tas hingga sepatu.

    Bantuan itu, lanjut dia, merupakan realisasi dari program Gratispol yang bertujuan untuk mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung para orang tua, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

    “Jadi pada hari ini, kita menyerahkan bantuan peralatan sekolah dari Pemprov Kaltim kepada anak berkebutuhan khusus di SLB Tenggarong, mulai dari jenjang SD-SMA,” ujar Fathul Alamin.

    Selain menyerahkan bantuan paket sarana belajar, pihaknya juga turut menyalurkan bantuan lain berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus, terutama yang menetap di asrama.

    “Ada dua bentuk bantuan permakanan yang diberikan. Pertama, berupa beras dari BAZNAS. Kedua, sembako dari TP PKK Kukar karena di SLB Tenggarong ada anak yang tinggal di asrama,” terangnya.

    Fathul berharap Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar dapat terus memperkuat kolaborasi dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

    Menurutnya, kerja sama tersebut penting mengingat Pemkab Kukar memiliki keterbatasan dalam mengintervensi sejumlah sasaran yang menjadi kewenangan Pemprov Kaltim.

    “Kami berharap kolaborasi antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar bisa terus dilakukan. Karena memang ada keterbatasan dari Pemkab untuk mengintervensi sasaran-sasaran tertentu,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Ratusan Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Tenggarong Dapat Sarana Belajar Gratis

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    14 September 2026 pukul 16:03 WITA

    Anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Tenggarong saat menerima bantuan paket sarana belajar dari pemerintah (Dok: Humas SLB Negeri Tenggarong)

    Tenggarong - Senyum bahagia terpancar dari wajah 216 anak berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tenggarong, Jalan Kemuning, Kelurahan Sukarame, Kutai Kartanegara (Kukar) usai menerima bantuan paket sarana belajar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

    Bantuan itu disalurkan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin bersama jajaran Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Kemasyarakatan (TP PKK) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kukar.

    Fathul mengatakan bantuan yang diberikan berupa alat tulis, buku mata pelajaran, seragam, tas hingga sepatu.

    Bantuan itu, lanjut dia, merupakan realisasi dari program Gratispol yang bertujuan untuk mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung para orang tua, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

    “Jadi pada hari ini, kita menyerahkan bantuan peralatan sekolah dari Pemprov Kaltim kepada anak berkebutuhan khusus di SLB Tenggarong, mulai dari jenjang SD-SMA,” ujar Fathul Alamin.

    Selain menyerahkan bantuan paket sarana belajar, pihaknya juga turut menyalurkan bantuan lain berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus, terutama yang menetap di asrama.

    “Ada dua bentuk bantuan permakanan yang diberikan. Pertama, berupa beras dari BAZNAS. Kedua, sembako dari TP PKK Kukar karena di SLB Tenggarong ada anak yang tinggal di asrama,” terangnya.

    Fathul berharap Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar dapat terus memperkuat kolaborasi dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

    Menurutnya, kerja sama tersebut penting mengingat Pemkab Kukar memiliki keterbatasan dalam mengintervensi sejumlah sasaran yang menjadi kewenangan Pemprov Kaltim.

    “Kami berharap kolaborasi antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar bisa terus dilakukan. Karena memang ada keterbatasan dari Pemkab untuk mengintervensi sasaran-sasaran tertentu,” tandasnya.

    (Sf/Lo)