Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Suasana area parkir pesawat (apron) dan fasilitas garbarata di Bandara A.P.T Pranoto Samarinda. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Memasuki awal bulan suci Ramadan, Otoritas Bandara APT Pranoto Samarinda mulai memetakan pergerakan arus penumpang udara.
Meski dihadapkan pada isu keterbatasan armada pesawat secara nasional, tren penerbangan di ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim) ini diproyeksikan tetap stabil tanpa lonjakan ekstrem.
Kepala Kantor Badan Layanan Umum Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan menjelaskan pihaknya terus memantau ketersediaan pesawat dan tren penumpang sejak awal puasa sebagai langkah antisipasi hingga mendekati hari raya nanti.
"Kalau melihat kondisi saat ini secara nasional, jumlah armada pesawat yang available memang menurun. Dari data terakhir, hanya sekitar 392 pesawat yang beroperasi dari total sebelumnya yang bisa mencapai 600-an armada," ujarnya dihubungi di Samarinda, Kamis (19/2/2026).
Kondisi ini membuat maskapai penerbangan kemungkinan besar akan lebih memprioritaskan penyebaran armada tambahan ke rute-rute padat nasional, seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan Medan.
Dia menilai pergerakan penumpang di Bandara APT Pranoto pada awal hingga pertengahan Ramadan biasanya masih dalam batas normal dan stabil.
Bahkan jika nantinya mulai ada peningkatan permintaan tiket pesawat, ia meyakini tidak akan terjadi penumpukan penumpang di APT Pranoto. Hal ini tak lepas dari tingginya mobilitas masyarakat dan mudahnya akses menuju bandara alternatif.
"Di Samarinda trennya stabil. Kalaupun pada saat tertentu kuota penerbangan penuh, masyarakat kita tidak terlalu mempermasalahkan untuk langsung beralih ke Bandara Sepinggan di Balikpapan," ungkapnya.
Faktor infrastruktur Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) menjadi kunci utama kelancaran ini. Waktu tempuh yang kini hanya memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit membuat Sepinggan menjadi opsi yang sangat rasional bagi warga Samarinda yang kehabisan tiket di APT Pranoto.
"Masyarakat tidak lagi menganggap jarak ke Balikpapan itu menyusahkan. Jadi meskipun ke depannya ada peningkatan jumlah penumpang seiring berjalannya Ramadan, kami melihat situasinya tidak akan sampai melonjak signifikan dan tetap terkendali," pungkasnya.
Pihak UPBU APT Pranoto pun memastikan seluruh fasilitas pelayanan tetap disiagakan secara optimal sejak awal Ramadan, guna memastikan kenyamanan warga yang hendak bepergian.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Suasana area parkir pesawat (apron) dan fasilitas garbarata di Bandara A.P.T Pranoto Samarinda. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Memasuki awal bulan suci Ramadan, Otoritas Bandara APT Pranoto Samarinda mulai memetakan pergerakan arus penumpang udara.
Meski dihadapkan pada isu keterbatasan armada pesawat secara nasional, tren penerbangan di ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim) ini diproyeksikan tetap stabil tanpa lonjakan ekstrem.
Kepala Kantor Badan Layanan Umum Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan menjelaskan pihaknya terus memantau ketersediaan pesawat dan tren penumpang sejak awal puasa sebagai langkah antisipasi hingga mendekati hari raya nanti.
"Kalau melihat kondisi saat ini secara nasional, jumlah armada pesawat yang available memang menurun. Dari data terakhir, hanya sekitar 392 pesawat yang beroperasi dari total sebelumnya yang bisa mencapai 600-an armada," ujarnya dihubungi di Samarinda, Kamis (19/2/2026).
Kondisi ini membuat maskapai penerbangan kemungkinan besar akan lebih memprioritaskan penyebaran armada tambahan ke rute-rute padat nasional, seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan Medan.
Dia menilai pergerakan penumpang di Bandara APT Pranoto pada awal hingga pertengahan Ramadan biasanya masih dalam batas normal dan stabil.
Bahkan jika nantinya mulai ada peningkatan permintaan tiket pesawat, ia meyakini tidak akan terjadi penumpukan penumpang di APT Pranoto. Hal ini tak lepas dari tingginya mobilitas masyarakat dan mudahnya akses menuju bandara alternatif.
"Di Samarinda trennya stabil. Kalaupun pada saat tertentu kuota penerbangan penuh, masyarakat kita tidak terlalu mempermasalahkan untuk langsung beralih ke Bandara Sepinggan di Balikpapan," ungkapnya.
Faktor infrastruktur Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) menjadi kunci utama kelancaran ini. Waktu tempuh yang kini hanya memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit membuat Sepinggan menjadi opsi yang sangat rasional bagi warga Samarinda yang kehabisan tiket di APT Pranoto.
"Masyarakat tidak lagi menganggap jarak ke Balikpapan itu menyusahkan. Jadi meskipun ke depannya ada peningkatan jumlah penumpang seiring berjalannya Ramadan, kami melihat situasinya tidak akan sampai melonjak signifikan dan tetap terkendali," pungkasnya.
Pihak UPBU APT Pranoto pun memastikan seluruh fasilitas pelayanan tetap disiagakan secara optimal sejak awal Ramadan, guna memastikan kenyamanan warga yang hendak bepergian.
(Sf/Lo)