Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Kepala SPPG MBG Swarga Bara, Tiara Rapiernia S. (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swarga Bara memastikan distribusi bantuan tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan skema penyesuaian bagi penerima manfaat.
Kepala SPPG MBG Swarga Bara, Tiara Rapiernia S mengatakan penyesuaian distribusi mulai diterapkan pada 23 Februari 2026. Sebelumnya, pada 16–21 Februari, pembagian masih berlangsung normal, terutama untuk kategori 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Untuk Ramadan, bentuk paket disesuaikan. Bagi yang berpuasa diberikan paket kering, sedangkan yang tidak berpuasa tetap menerima makanan basah,” ujar Tiara.
Ia menambahkan, saat ini, dapur MBG Swarga Bara melayani sekitar 2.300 penerima manfaat yang tersebar di delapan satuan pendidikan dan satu posyandu. Sekolah yang tercakup antara lain SDN 003 Sangatta Utara, SDN 005 Sangatta Utara, SMPN 4 Sangatta Utara, SD Islam Imam Syafi’i, SPS Cinta Imam Syafi’i, KB Pelita Asoka, dan TL Al-Munawaroh.
Selain itu, layanan juga menjangkau Posyandu Ashoka di Desa Swarga Bara dengan total 58 penerima kategori 3B. Rinciannya terdiri dari enam ibu hamil, 21 ibu menyusui, dan 31 balita.
Tiara mengatakan, pada hari biasa makanan dimasak di dapur SPPG dan dibagikan dalam bentuk makanan basah menggunakan wadah ompreng. Selama Ramadan, paket kering yang disalurkan berisi telur, abon, susu, roti, dan buah.
“Semua tetap dikemas di SPPG dengan memperhatikan standar gizi,” katanya.
Tiara menjelaskan, sekolah dengan mayoritas siswa muslim akan menerima paket kering selama Ramadan, sedangkan sekolah dengan penerima non-muslim tetap mendapatkan makanan basah seperti biasa.
Sementara itu, distribusi untuk kategori 3B tetap berjalan meski memasuki masa libur sekolah. Penyaluran dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis, dengan sistem rapel untuk beberapa hari ke depan.
“Untuk 3B tetap berjalan meskipun libur. Jadwalnya dua kali seminggu dengan sistem dirapel,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, distribusi MBG dijadwalkan berlangsung hingga 17 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, pembagian dilakukan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan hingga 20 Maret menjelang Idul Fitri.
Operasional dapur MBG Swarga Bara melibatkan tenaga lokal, termasuk anak muda dan ibu rumah tangga.
Dengan skema tersebut, SPPG MBG Swarga Bara memastikan bantuan gizi tetap tersalurkan selama Ramadan tanpa mengurangi kualitas layanan kepada penerima manfaat.
"Harapannya program ini tetap berjalan lancar, semua penerima manfaat tetap terlayani, dan anak-anak maupun ibu-ibu tetap mendapat asupan bergizi meskipun sedang Ramadan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Kepala SPPG MBG Swarga Bara, Tiara Rapiernia S. (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swarga Bara memastikan distribusi bantuan tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan skema penyesuaian bagi penerima manfaat.
Kepala SPPG MBG Swarga Bara, Tiara Rapiernia S mengatakan penyesuaian distribusi mulai diterapkan pada 23 Februari 2026. Sebelumnya, pada 16–21 Februari, pembagian masih berlangsung normal, terutama untuk kategori 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Untuk Ramadan, bentuk paket disesuaikan. Bagi yang berpuasa diberikan paket kering, sedangkan yang tidak berpuasa tetap menerima makanan basah,” ujar Tiara.
Ia menambahkan, saat ini, dapur MBG Swarga Bara melayani sekitar 2.300 penerima manfaat yang tersebar di delapan satuan pendidikan dan satu posyandu. Sekolah yang tercakup antara lain SDN 003 Sangatta Utara, SDN 005 Sangatta Utara, SMPN 4 Sangatta Utara, SD Islam Imam Syafi’i, SPS Cinta Imam Syafi’i, KB Pelita Asoka, dan TL Al-Munawaroh.
Selain itu, layanan juga menjangkau Posyandu Ashoka di Desa Swarga Bara dengan total 58 penerima kategori 3B. Rinciannya terdiri dari enam ibu hamil, 21 ibu menyusui, dan 31 balita.
Tiara mengatakan, pada hari biasa makanan dimasak di dapur SPPG dan dibagikan dalam bentuk makanan basah menggunakan wadah ompreng. Selama Ramadan, paket kering yang disalurkan berisi telur, abon, susu, roti, dan buah.
“Semua tetap dikemas di SPPG dengan memperhatikan standar gizi,” katanya.
Tiara menjelaskan, sekolah dengan mayoritas siswa muslim akan menerima paket kering selama Ramadan, sedangkan sekolah dengan penerima non-muslim tetap mendapatkan makanan basah seperti biasa.
Sementara itu, distribusi untuk kategori 3B tetap berjalan meski memasuki masa libur sekolah. Penyaluran dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis, dengan sistem rapel untuk beberapa hari ke depan.
“Untuk 3B tetap berjalan meskipun libur. Jadwalnya dua kali seminggu dengan sistem dirapel,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, distribusi MBG dijadwalkan berlangsung hingga 17 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, pembagian dilakukan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan hingga 20 Maret menjelang Idul Fitri.
Operasional dapur MBG Swarga Bara melibatkan tenaga lokal, termasuk anak muda dan ibu rumah tangga.
Dengan skema tersebut, SPPG MBG Swarga Bara memastikan bantuan gizi tetap tersalurkan selama Ramadan tanpa mengurangi kualitas layanan kepada penerima manfaat.
"Harapannya program ini tetap berjalan lancar, semua penerima manfaat tetap terlayani, dan anak-anak maupun ibu-ibu tetap mendapat asupan bergizi meskipun sedang Ramadan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)