Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten Administrasi Umum Setda Paser, Murhariyanto saat membuka rakornis riset dan inovasi se-Kaltim (dok. Pemkab Paser/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bersama sembilan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan Rakor Rises dan Inovasi, 2-3 Juli 2024 di hotel kyriad sadurengas, Kecamatan Tanah Grogot.
Rakor ini membahas penguatan kelembagaan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dan optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rapat koordinasi teknis (Rakornis).
Kegiatan tersebut digagas Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kaltim dan dibuka Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser, Murhariyanto.
Narasumbernya Kepala Badan riset dan Inovasi Daerah dan Kepala Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Kalimantan Timur (Kaltim).
Murhariyanto menilai pentingnya rakonis untuk dilaksakanan dan menghasilkan rekomendasi penyelesaian masalah, serta bahan pengambilan keputusan dalam hal pembangunan daerah.
“Rakernis akan menghasilkan rekomendasi penyelesaian masalah yang krusial dan sebagai bahan pengambilan kebijakan Pembangunan,” kata Murhariyanto saat membuka acara, Selasa (2/7/2024).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Paser, Rusdian Nor mengharap rakornis dapat meningkatkan sinergritas dan kolaborasi yang baik.
Sebagaimana itu dimaksud antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan kabupaten/kota dalam penyelenggaraan riset dan inovasi sebagai mitra strategis Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).
“Rakornis ini kami manfaatkan sebagai momen mempromosikan produk unggulan desa berbasis komoditas lokal tahun 2023, yang sudah ditindaklanjuti perangkat daerah. Maka dari itu kami siapkan stan untuk disi para UMKM yang merupakan inovasi Masyarakat,” katanya.
Dengan begitu, Pada rakornis tahun ini untuk mendukung pembangunan IKN, selain membagas penguatan kelembagaan BRIDA dan optimalisasi SDM terkait ilmu pengetahuan dan teknologi, juga dibagas kebijakan riset dan inovasi daerah Kaltim dan pengelolaan kekayaan intelektual di daerah.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten Administrasi Umum Setda Paser, Murhariyanto saat membuka rakornis riset dan inovasi se-Kaltim (dok. Pemkab Paser/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bersama sembilan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan Rakor Rises dan Inovasi, 2-3 Juli 2024 di hotel kyriad sadurengas, Kecamatan Tanah Grogot.
Rakor ini membahas penguatan kelembagaan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dan optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rapat koordinasi teknis (Rakornis).
Kegiatan tersebut digagas Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kaltim dan dibuka Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser, Murhariyanto.
Narasumbernya Kepala Badan riset dan Inovasi Daerah dan Kepala Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Kalimantan Timur (Kaltim).
Murhariyanto menilai pentingnya rakonis untuk dilaksakanan dan menghasilkan rekomendasi penyelesaian masalah, serta bahan pengambilan keputusan dalam hal pembangunan daerah.
“Rakernis akan menghasilkan rekomendasi penyelesaian masalah yang krusial dan sebagai bahan pengambilan kebijakan Pembangunan,” kata Murhariyanto saat membuka acara, Selasa (2/7/2024).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Paser, Rusdian Nor mengharap rakornis dapat meningkatkan sinergritas dan kolaborasi yang baik.
Sebagaimana itu dimaksud antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan kabupaten/kota dalam penyelenggaraan riset dan inovasi sebagai mitra strategis Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).
“Rakornis ini kami manfaatkan sebagai momen mempromosikan produk unggulan desa berbasis komoditas lokal tahun 2023, yang sudah ditindaklanjuti perangkat daerah. Maka dari itu kami siapkan stan untuk disi para UMKM yang merupakan inovasi Masyarakat,” katanya.
Dengan begitu, Pada rakornis tahun ini untuk mendukung pembangunan IKN, selain membagas penguatan kelembagaan BRIDA dan optimalisasi SDM terkait ilmu pengetahuan dan teknologi, juga dibagas kebijakan riset dan inovasi daerah Kaltim dan pengelolaan kekayaan intelektual di daerah.
(Sf/By)