Cari disini...
Seputar Kaltim
Rapat koordinasi perencanaan pembangunan 2026 yang dirangkai dengan rembuk stunting. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat melaksanakan rapat koordinasi perencanaan pembangunan (Rakorenbang) Tahun 2026 yang dilaksanakan di aula kelurahan, Selasa (14/1/2025).
Adapun tema dalam acara ini yakni pemanfaatan seluruh sektor pembangunan untuk menuju masyarakat sejahtera, mandiri dan modern.
“Di Baru Tengah sendiri, dari total 46 usulan yang masuk dalam Rakorenbang, hanya ada 13 usulan prioritas yang akan dibawa ke musrenbang tingkat kecamatan,” ucap Lurah Baru Tengah, Eddy Moelyono saat ditemui usai Rakorenbang.
Lanjutnya, 13 usulan yang masuk semua berupa pekerjaan fisik mulai dari usulan perbaikan drainase di RT 39, 33, 23, 36, 34, 35 dan RT 3. Lalu usulan semenisasi jalan di RT 14, 32 dan 7, usulan perbaikan siring jalan di RT 19, usulan perbaikan jembatan di RT 52, serta permintaan pemasangan pipa air bersih di RT 38 Baru Tengah.
“Mudah-mudahan usulan prioritas ini bisa terus dikawal. Kalau pun tidak masuk, harapannya dari dewan juga dapat membantu merealisasikan usulan warga,” harapnya.
Melalui bantuan yang diberikan dari berbagai pihak khususnya anggota dewan di daerah pemilihannya masing-masing, dapat mengobati rasa kekecewaan warga. Karena fasilitas ini digunakan untuk kepentingan bersama.
“Tadi seperti yang Ketua DPRD pak Alwi bilang, usulan yang tidak masuk akan dibantu melalui usulan reses,” tuturnya.
Selain Rakorenbang, kegiatan juga dirangkai dengan rembuk stunting Kelurahan Baru Tengah tahun 2025. Hal ini sebagai upaya untuk penurunan angka stunting secara terintegrasi.
“Melalui acara ini, diharapkan dapat tercipta program yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya penurunan angka stunting,” tuturnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rapat koordinasi perencanaan pembangunan 2026 yang dirangkai dengan rembuk stunting. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat melaksanakan rapat koordinasi perencanaan pembangunan (Rakorenbang) Tahun 2026 yang dilaksanakan di aula kelurahan, Selasa (14/1/2025).
Adapun tema dalam acara ini yakni pemanfaatan seluruh sektor pembangunan untuk menuju masyarakat sejahtera, mandiri dan modern.
“Di Baru Tengah sendiri, dari total 46 usulan yang masuk dalam Rakorenbang, hanya ada 13 usulan prioritas yang akan dibawa ke musrenbang tingkat kecamatan,” ucap Lurah Baru Tengah, Eddy Moelyono saat ditemui usai Rakorenbang.
Lanjutnya, 13 usulan yang masuk semua berupa pekerjaan fisik mulai dari usulan perbaikan drainase di RT 39, 33, 23, 36, 34, 35 dan RT 3. Lalu usulan semenisasi jalan di RT 14, 32 dan 7, usulan perbaikan siring jalan di RT 19, usulan perbaikan jembatan di RT 52, serta permintaan pemasangan pipa air bersih di RT 38 Baru Tengah.
“Mudah-mudahan usulan prioritas ini bisa terus dikawal. Kalau pun tidak masuk, harapannya dari dewan juga dapat membantu merealisasikan usulan warga,” harapnya.
Melalui bantuan yang diberikan dari berbagai pihak khususnya anggota dewan di daerah pemilihannya masing-masing, dapat mengobati rasa kekecewaan warga. Karena fasilitas ini digunakan untuk kepentingan bersama.
“Tadi seperti yang Ketua DPRD pak Alwi bilang, usulan yang tidak masuk akan dibantu melalui usulan reses,” tuturnya.
Selain Rakorenbang, kegiatan juga dirangkai dengan rembuk stunting Kelurahan Baru Tengah tahun 2025. Hal ini sebagai upaya untuk penurunan angka stunting secara terintegrasi.
“Melalui acara ini, diharapkan dapat tercipta program yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya penurunan angka stunting,” tuturnya.
(Sf/Rs)