Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Umum I DPC IWAPI Kukar, Fety Fuji Amalia ( Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)
Tenggarong – Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II tahun 2026 untuk menyusun program kerja sekaligus memperkuat pembinaan Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM) perempuan di daerah, meski di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi pemerintah.
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) IWAPI Kalimantan Timur serta perwakilan ranting IWAPI dari sejumlah kecamatan di Kukar. Rakercab menjadi momentum evaluasi dan penyusunan arah organisasi menjelang berakhirnya masa kepengurusan pada Desember mendatang.
Ketua Umum I DPC IWAPI Kukar, Fety Fuji Amelia, mengatakan IWAPI Kukar tetap berkomitmen menjalankan program pemberdayaan perempuan, khususnya bagi pelaku UMKM dan wirausaha wanita.
“Alhamdulillah pada hari ini IWAPI Kutai Kartanegara telah melaksanakan Rakercab yang kedua untuk membahas rencana kerja tahun 2026 ke depannya,” ujar Fety, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, IWAPI Kukar akan terus bersinergi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kukar guna memperkuat pembinaan UMKM lokal.
Menurutnya, berbagai pelatihan yang selama ini telah dijalankan akan tetap menjadi fokus organisasi, mulai dari pelatihan tata rias, tata boga, menjahit, hingga membatik.
“Kami berharap IWAPI bisa terus membina UMKM, khususnya wirausaha wanita di Kabupaten Kutai Kartanegara,” paparnya.
Fety mengakui efisiensi anggaran pemerintah turut berdampak terhadap pelaksanaan program organisasi pada tahun ini. Karena itu, IWAPI Kukar mulai mencari alternatif pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Karena adanya keterbatasan anggaran atau efisiensi anggaran dari pemerintah, IWAPI juga terdampak. Maka dari itu kami diarahkan IWAPI Provinsi Kalimantan Timur untuk mencari CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Melalui Rakercab II ini, IWAPI Kukar berharap dapat memperkuat peran UMKM lokal sekaligus mendorong pengusaha perempuan agar mampu berkembang dan naik kelas.
“Harapannya semoga IWAPI makin jaya untuk UMKM lokal dan bisa memajukan serta menaikkan kelas UMKM, terutama pengusaha wanita,” tutup Fety.
IWAPI Kukar selama ini aktif menjalankan program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha. Organisasi tersebut dinilai menjadi salah satu wadah pengembangan kapasitas perempuan pelaku usaha di Kutai Kartanegara.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Umum I DPC IWAPI Kukar, Fety Fuji Amalia ( Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)
Tenggarong – Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II tahun 2026 untuk menyusun program kerja sekaligus memperkuat pembinaan Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM) perempuan di daerah, meski di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi pemerintah.
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) IWAPI Kalimantan Timur serta perwakilan ranting IWAPI dari sejumlah kecamatan di Kukar. Rakercab menjadi momentum evaluasi dan penyusunan arah organisasi menjelang berakhirnya masa kepengurusan pada Desember mendatang.
Ketua Umum I DPC IWAPI Kukar, Fety Fuji Amelia, mengatakan IWAPI Kukar tetap berkomitmen menjalankan program pemberdayaan perempuan, khususnya bagi pelaku UMKM dan wirausaha wanita.
“Alhamdulillah pada hari ini IWAPI Kutai Kartanegara telah melaksanakan Rakercab yang kedua untuk membahas rencana kerja tahun 2026 ke depannya,” ujar Fety, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, IWAPI Kukar akan terus bersinergi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kukar guna memperkuat pembinaan UMKM lokal.
Menurutnya, berbagai pelatihan yang selama ini telah dijalankan akan tetap menjadi fokus organisasi, mulai dari pelatihan tata rias, tata boga, menjahit, hingga membatik.
“Kami berharap IWAPI bisa terus membina UMKM, khususnya wirausaha wanita di Kabupaten Kutai Kartanegara,” paparnya.
Fety mengakui efisiensi anggaran pemerintah turut berdampak terhadap pelaksanaan program organisasi pada tahun ini. Karena itu, IWAPI Kukar mulai mencari alternatif pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Karena adanya keterbatasan anggaran atau efisiensi anggaran dari pemerintah, IWAPI juga terdampak. Maka dari itu kami diarahkan IWAPI Provinsi Kalimantan Timur untuk mencari CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Melalui Rakercab II ini, IWAPI Kukar berharap dapat memperkuat peran UMKM lokal sekaligus mendorong pengusaha perempuan agar mampu berkembang dan naik kelas.
“Harapannya semoga IWAPI makin jaya untuk UMKM lokal dan bisa memajukan serta menaikkan kelas UMKM, terutama pengusaha wanita,” tutup Fety.
IWAPI Kukar selama ini aktif menjalankan program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha. Organisasi tersebut dinilai menjadi salah satu wadah pengembangan kapasitas perempuan pelaku usaha di Kutai Kartanegara.
(Sf/Rs)