Raih Rekor MURI, Seribu Lebih K-Popers Samarinda Lakukan Random Dance Massal di Pusat Perbelanjaan

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    29 Januari 2024 01:00 WIB

    Penganugerahan MURI kepada Ichitan atas penyelenggaraan random play dance yang mencatatkan peserta terbanyak. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anak muda pecinta Korean Pop atau K-Pop di Kota Samarinda, baru saja mencatatkan rekor, di Museum Rekor Indonesia (MURI). Total 1.139 K-Popers melakukan random play dance atau menari secara spontan dan massal di Big Mall, sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Minggu (28/1/2024). Sebagai informasi, Random play dance adalah sebuah kegiatan menari secara spontan sesuai dengan lagu-lagu K-pop yang diputar secara acak. Kegiatan ini populer di kalangan generasi Z yang menyukai budaya Korea, khususnya musik dan tariannya.

    Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo mengatakan, random play dance adalah salah satu kriteria MURI yang mengukur jumlah peserta terbanyak dalam sebuah kegiatan. Ia mengapresiasi Ichitan, sebuah produk minuman dalam kemasan yang telah menyelenggarakan acara ini sebagai bagian dari rangkaian K-pop Festival.

    "Ini merupakan suatu hal yang pertama dan juga sekaligus yang terbanyak di Indonesia sebagai penyelenggaraan random play dance. Harapan kegiatan ini tentunya dapat memotivasi warga bangsa untuk membuat rekor-rekor MURI yang baru," ujar Awan. 

    Awan menjelaskan, MURI melakukan verifikasi secara manual terhadap jumlah peserta yang ikut random play dance. Ia bersama timnya berkeliling untuk menghitung peserta yang menari sesuai dengan lagu-lagu yang diputar.

    "Jadi yang terverifikasi ada 1.139 peserta. Rekor ini tidak hanya menjadi klaim Kota Samarinda, tetapi juga Indonesia Nasional. Makanya ini akan dicatatkan sebagai rekor MURI karena harapannya ke depan mungkin ada produk-produk atau brand-brand lainnya ingin menyelenggarakan pada kegiatan yang sama, melebihi apa yang diraih oleh Ichitan," katanya.

    General Manager Marketing PT Ichi Tan Indonesia Andreas Advent Sitompul mengatakan, pihaknya memilih random play dance sebagai salah satu rangkaian K-pop festival karena sesuai dengan produk baru mereka, yaitu Korean banana dan Korean strawberry milk.

    "Di masyarakat kita ini anak-anak muda sekarang yang Gen Z itu mereka semua suka dengan budaya dance-nya Korea. Jadi kita mau kasih wadah buat mereka dalam hal dance ini," ucapnya.

    Andreas berharap, acara ini dapat memberikan kesan positif bagi para peserta dan masyarakat Samarinda. Ia juga berterima kasih kepada Muri yang telah memberikan penghargaan rekor kepada Ichitan.

    "Yang pasti kita kan apresiasi dulu teman-teman yang ada di Samarinda K-pop lovers, jadi memang Ichitan itu selalu cari teman-teman ini biar bagaimana punya wadah atau tempat buat aksi, terus mereka juga mau tampil yang bagus. Saya bersyukur bisa memberikan kebahagiaan untuk masyarakat Samarinda," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Raih Rekor MURI, Seribu Lebih K-Popers Samarinda Lakukan Random Dance Massal di Pusat Perbelanjaan

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    29 Januari 2024 01:00 WIB

    Penganugerahan MURI kepada Ichitan atas penyelenggaraan random play dance yang mencatatkan peserta terbanyak. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anak muda pecinta Korean Pop atau K-Pop di Kota Samarinda, baru saja mencatatkan rekor, di Museum Rekor Indonesia (MURI). Total 1.139 K-Popers melakukan random play dance atau menari secara spontan dan massal di Big Mall, sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Minggu (28/1/2024). Sebagai informasi, Random play dance adalah sebuah kegiatan menari secara spontan sesuai dengan lagu-lagu K-pop yang diputar secara acak. Kegiatan ini populer di kalangan generasi Z yang menyukai budaya Korea, khususnya musik dan tariannya.

    Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo mengatakan, random play dance adalah salah satu kriteria MURI yang mengukur jumlah peserta terbanyak dalam sebuah kegiatan. Ia mengapresiasi Ichitan, sebuah produk minuman dalam kemasan yang telah menyelenggarakan acara ini sebagai bagian dari rangkaian K-pop Festival.

    "Ini merupakan suatu hal yang pertama dan juga sekaligus yang terbanyak di Indonesia sebagai penyelenggaraan random play dance. Harapan kegiatan ini tentunya dapat memotivasi warga bangsa untuk membuat rekor-rekor MURI yang baru," ujar Awan. 

    Awan menjelaskan, MURI melakukan verifikasi secara manual terhadap jumlah peserta yang ikut random play dance. Ia bersama timnya berkeliling untuk menghitung peserta yang menari sesuai dengan lagu-lagu yang diputar.

    "Jadi yang terverifikasi ada 1.139 peserta. Rekor ini tidak hanya menjadi klaim Kota Samarinda, tetapi juga Indonesia Nasional. Makanya ini akan dicatatkan sebagai rekor MURI karena harapannya ke depan mungkin ada produk-produk atau brand-brand lainnya ingin menyelenggarakan pada kegiatan yang sama, melebihi apa yang diraih oleh Ichitan," katanya.

    General Manager Marketing PT Ichi Tan Indonesia Andreas Advent Sitompul mengatakan, pihaknya memilih random play dance sebagai salah satu rangkaian K-pop festival karena sesuai dengan produk baru mereka, yaitu Korean banana dan Korean strawberry milk.

    "Di masyarakat kita ini anak-anak muda sekarang yang Gen Z itu mereka semua suka dengan budaya dance-nya Korea. Jadi kita mau kasih wadah buat mereka dalam hal dance ini," ucapnya.

    Andreas berharap, acara ini dapat memberikan kesan positif bagi para peserta dan masyarakat Samarinda. Ia juga berterima kasih kepada Muri yang telah memberikan penghargaan rekor kepada Ichitan.

    "Yang pasti kita kan apresiasi dulu teman-teman yang ada di Samarinda K-pop lovers, jadi memang Ichitan itu selalu cari teman-teman ini biar bagaimana punya wadah atau tempat buat aksi, terus mereka juga mau tampil yang bagus. Saya bersyukur bisa memberikan kebahagiaan untuk masyarakat Samarinda," pungkasnya.

    (Sf/Rs)