Seputar Kaltim

    Raih 12 Emas, Kutim Ukir Sejarah Baru di POPDA Kaltim XVII

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (foto: lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Kontingen Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuat sejarah baru di ajang POPDA Kalimantan Timur XVII. Untuk pertama kalinya, Kutim berhasil meraih medali emas dan langsung membawa pulang 12 emas, 13 perak, dan 29 perunggu.

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyampaikan rasa bangga dengan pencapaian ini. Ia menyebut hasil tersebut sebagai bukti bahwa pembinaan atlet di Kutim sudah berjalan ke arah yang lebih baik.

    “Dari dulu kita tidak pernah dapat emas, sekarang bisa 12. Alhamdulillah, ini bukti keseriusan kita semua,” ujar Mahyunadi.

    Ia menambahkan, perubahan prestasi ini terjadi karena Kutim kini lebih fokus membina atlet lokal. Sebelumnya, Kutim banyak memanfaatkan atlet dari luar daerah.

    “Setelah kita gali, ternyata atlet Kutim jauh lebih bagus. Kalau mereka yang bertanding, semangatnya sangat tinggi karena membawa nama daerah sendiri,” tambahnya.

    Mahyunadi juga mencontohkan keberhasilan Kutim di MTQ sebelumnya, di mana semua peserta berasal dari Kutim dan berhasil menjadi juara. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa pembinaan di desa dan kecamatan sudah berjalan dengan baik.

    Berbagai kegiatan olahraga di desa seperti turnamen sepak bola dan voli menjadi wadah menemukan bakat-bakat muda yang kemudian dibina lebih lanjut.

    Untuk memberikan motivasi, Pemkab Kutim menyiapkan bonus sekitar Rp1 miliar bagi para atlet POPDA XVII yang meraih medali.

    “Anggarannya sudah disiapkan. Bonus totalnya kurang lebih 1 miliar untuk anak-anak yang juara,” jelasnya.

    Cabang olahraga yang berhasil menyumbang emas untuk Kutim di antaranya bola voli, judo, menembak, senam, tinju, atletik, dan taekwondo.

    Pemerintah daerah berharap pencapaian ini menjadi momentum kebangkitan olahraga pelajar di Kutim dan mendorong peningkatan prestasi pada ajang-ajang berikutnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Raih 12 Emas, Kutim Ukir Sejarah Baru di POPDA Kaltim XVII

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (foto: lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Kontingen Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuat sejarah baru di ajang POPDA Kalimantan Timur XVII. Untuk pertama kalinya, Kutim berhasil meraih medali emas dan langsung membawa pulang 12 emas, 13 perak, dan 29 perunggu.

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyampaikan rasa bangga dengan pencapaian ini. Ia menyebut hasil tersebut sebagai bukti bahwa pembinaan atlet di Kutim sudah berjalan ke arah yang lebih baik.

    “Dari dulu kita tidak pernah dapat emas, sekarang bisa 12. Alhamdulillah, ini bukti keseriusan kita semua,” ujar Mahyunadi.

    Ia menambahkan, perubahan prestasi ini terjadi karena Kutim kini lebih fokus membina atlet lokal. Sebelumnya, Kutim banyak memanfaatkan atlet dari luar daerah.

    “Setelah kita gali, ternyata atlet Kutim jauh lebih bagus. Kalau mereka yang bertanding, semangatnya sangat tinggi karena membawa nama daerah sendiri,” tambahnya.

    Mahyunadi juga mencontohkan keberhasilan Kutim di MTQ sebelumnya, di mana semua peserta berasal dari Kutim dan berhasil menjadi juara. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa pembinaan di desa dan kecamatan sudah berjalan dengan baik.

    Berbagai kegiatan olahraga di desa seperti turnamen sepak bola dan voli menjadi wadah menemukan bakat-bakat muda yang kemudian dibina lebih lanjut.

    Untuk memberikan motivasi, Pemkab Kutim menyiapkan bonus sekitar Rp1 miliar bagi para atlet POPDA XVII yang meraih medali.

    “Anggarannya sudah disiapkan. Bonus totalnya kurang lebih 1 miliar untuk anak-anak yang juara,” jelasnya.

    Cabang olahraga yang berhasil menyumbang emas untuk Kutim di antaranya bola voli, judo, menembak, senam, tinju, atletik, dan taekwondo.

    Pemerintah daerah berharap pencapaian ini menjadi momentum kebangkitan olahraga pelajar di Kutim dan mendorong peningkatan prestasi pada ajang-ajang berikutnya.

    (Sf/Rs)