Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat menyalurkan zakatnya kepada Baznas Balikpapan. Hal ini sebagai contoh bagi para pejabat di Pemerintah Kota Balikpapan untuk tidak lupa membayar zakat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Balikpapan menggelar kegiatan penyaluran zakat, infak, dan sedekah bagi pejabat di lingkungan Pemkot. Acara berlangsung di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (17/3/2025).
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud menyampaikan, bahwa penyaluran zakat ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun oleh pegawai Pemkot. Ia juga menganjurkan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menyalurkan zakatnya melalui Baznas.
"Kami menyarankan seluruh ASN untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas agar lebih terorganisir dan dapat disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan," ucap Rahmad Maz'ud saat ditemui usai menyalurkan zakatnya.
Berdasarkan data dari Baznas, jumlah zakat yang terkumpul sepanjang tahun 2024 mencapai Rp5,5 miliar. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp3,9 miliar.
Namun, wali kota mengungkapkan bahwa potensi zakat dari ASN Balikpapan sebenarnya jauh lebih besar. Jika seluruh pegawai menyalurkan zakatnya melalui Baznas, jumlah yang bisa terkumpul diperkirakan mencapai Rp12 hingga Rp15 miliar.
"Saat kami hitung, potensi zakat ini bisa mencapai Rp12 hingga Rp15 miliar. Namun, ada beberapa pegawai yang belum menyalurkan zakatnya melalui Baznas salah satunya para guru SD maupun SMP," jelasnya.
Ia mengungkapkan, bahwa banyak guru yang memilih menyalurkan zakatnya sendiri, bukan melalui Baznas. Oleh karena itu, ia mengimbau para guru agar menyalurkan zakat mereka melalui Baznas agar pendistribusiannya lebih merata dan tepat sasaran.
"Zakat yang terkumpul ini akan disalurkan kepada warga Balikpapan yang benar-benar membutuhkan, seperti kaum duafa, fakir miskin, serta untuk program rehabilitasi rumah bagi janda-janda tua," jelasnya.
Rahmad berharap dengan adanya kesadaran dan kepedulian dari seluruh ASN, zakat yang terkumpul dapat semakin meningkat dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat yang kurang beruntung.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Balikpapan juga memberikan penghargaan kepada ASN yang telah memasuki masa pensiun. Wali Kota menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
"Ini adalah wujud penghargaan pemerintah kota kepada pegawai yang telah mengabdikan diri untuk Balikpapan," katanya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat menyalurkan zakatnya kepada Baznas Balikpapan. Hal ini sebagai contoh bagi para pejabat di Pemerintah Kota Balikpapan untuk tidak lupa membayar zakat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Balikpapan menggelar kegiatan penyaluran zakat, infak, dan sedekah bagi pejabat di lingkungan Pemkot. Acara berlangsung di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (17/3/2025).
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud menyampaikan, bahwa penyaluran zakat ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun oleh pegawai Pemkot. Ia juga menganjurkan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menyalurkan zakatnya melalui Baznas.
"Kami menyarankan seluruh ASN untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas agar lebih terorganisir dan dapat disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan," ucap Rahmad Maz'ud saat ditemui usai menyalurkan zakatnya.
Berdasarkan data dari Baznas, jumlah zakat yang terkumpul sepanjang tahun 2024 mencapai Rp5,5 miliar. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp3,9 miliar.
Namun, wali kota mengungkapkan bahwa potensi zakat dari ASN Balikpapan sebenarnya jauh lebih besar. Jika seluruh pegawai menyalurkan zakatnya melalui Baznas, jumlah yang bisa terkumpul diperkirakan mencapai Rp12 hingga Rp15 miliar.
"Saat kami hitung, potensi zakat ini bisa mencapai Rp12 hingga Rp15 miliar. Namun, ada beberapa pegawai yang belum menyalurkan zakatnya melalui Baznas salah satunya para guru SD maupun SMP," jelasnya.
Ia mengungkapkan, bahwa banyak guru yang memilih menyalurkan zakatnya sendiri, bukan melalui Baznas. Oleh karena itu, ia mengimbau para guru agar menyalurkan zakat mereka melalui Baznas agar pendistribusiannya lebih merata dan tepat sasaran.
"Zakat yang terkumpul ini akan disalurkan kepada warga Balikpapan yang benar-benar membutuhkan, seperti kaum duafa, fakir miskin, serta untuk program rehabilitasi rumah bagi janda-janda tua," jelasnya.
Rahmad berharap dengan adanya kesadaran dan kepedulian dari seluruh ASN, zakat yang terkumpul dapat semakin meningkat dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat yang kurang beruntung.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Balikpapan juga memberikan penghargaan kepada ASN yang telah memasuki masa pensiun. Wali Kota menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
"Ini adalah wujud penghargaan pemerintah kota kepada pegawai yang telah mengabdikan diri untuk Balikpapan," katanya.
(Sf/Rs)