Seputar Kaltim

    PWNU Kaltim Imbau Anggota Waspada Undang Penceramah yang Tak Ramah 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Desember 2024 pukul 19:36 WITA

    PWNU Kaltim terbitkan surat imbauan untuk tidak mengundang penceramah yang suka menyebarkan ujaran kebencian. (Kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur mengimbau seluruh anggotanya untuk berhati-hati dalam mengundang penceramah. 

    Imbauan ini menyusul maraknya penceramah yang menyampaikan materi yang menyimpang dari prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah.

    Hal ini disampaikan Ketua PWNU Kaltim, Fauzi A Bachtar, dalam surat edaran yang ditujukan kepada seluruh pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, badan otonom, dan lembaga di Kalimantan Timur. 

    Surat edaran tersebut merupakan hasil rapat bersama Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Kaltim pada 7 November 2024.

    "Kita sering menemukan penceramah yang hanya populer di media sosial namun menyampaikan materi yang penuh kebencian, merendahkan lembaga dan kyai NU, serta menyebarkan ajaran yang menyimpang," ujar Fauzi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/11/2024).

    Fauzi menegaskan, pengurus NU di semua tingkatan harus cermat dalam memilih penceramah. Ia menyarankan agar pengurus lebih mengutamakan kyai Nusantara yang benar-benar memahami dan mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah.

    "Sebaiknya kita mengundang kyai yang memiliki tiga karakteristik utama, yaitu ber-harokah (aktif dalam kegiatan sosial), ber-amaliah (mengamalkan ajaran Islam), dan berfikroh (berpikir secara kritis dan rasional)," jelasnya.

    Lebih lanjut, Fauzi meminta agar surat edaran ini disosialisasikan secara luas kepada seluruh anggota NU. Tujuannya adalah agar seluruh pengurus dan anggota NU memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya menjaga keutuhan dan kesucian ajaran NU.

    "Dengan adanya edaran ini, diharapkan kita semua dapat lebih bijak dalam memilih penceramah dan menjaga marwah NU," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    PWNU Kaltim Imbau Anggota Waspada Undang Penceramah yang Tak Ramah 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Desember 2024 pukul 19:36 WITA

    PWNU Kaltim terbitkan surat imbauan untuk tidak mengundang penceramah yang suka menyebarkan ujaran kebencian. (Kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur mengimbau seluruh anggotanya untuk berhati-hati dalam mengundang penceramah. 

    Imbauan ini menyusul maraknya penceramah yang menyampaikan materi yang menyimpang dari prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah.

    Hal ini disampaikan Ketua PWNU Kaltim, Fauzi A Bachtar, dalam surat edaran yang ditujukan kepada seluruh pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, badan otonom, dan lembaga di Kalimantan Timur. 

    Surat edaran tersebut merupakan hasil rapat bersama Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Kaltim pada 7 November 2024.

    "Kita sering menemukan penceramah yang hanya populer di media sosial namun menyampaikan materi yang penuh kebencian, merendahkan lembaga dan kyai NU, serta menyebarkan ajaran yang menyimpang," ujar Fauzi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/11/2024).

    Fauzi menegaskan, pengurus NU di semua tingkatan harus cermat dalam memilih penceramah. Ia menyarankan agar pengurus lebih mengutamakan kyai Nusantara yang benar-benar memahami dan mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah.

    "Sebaiknya kita mengundang kyai yang memiliki tiga karakteristik utama, yaitu ber-harokah (aktif dalam kegiatan sosial), ber-amaliah (mengamalkan ajaran Islam), dan berfikroh (berpikir secara kritis dan rasional)," jelasnya.

    Lebih lanjut, Fauzi meminta agar surat edaran ini disosialisasikan secara luas kepada seluruh anggota NU. Tujuannya adalah agar seluruh pengurus dan anggota NU memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya menjaga keutuhan dan kesucian ajaran NU.

    "Dengan adanya edaran ini, diharapkan kita semua dapat lebih bijak dalam memilih penceramah dan menjaga marwah NU," pungkasnya.

    (Sf/Rs)