Seputar Kaltim

    Puskesmas Segiri Buka Posko untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Sidodadi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    25 Februari 2024 pukul 13:52 WITA

    Pemeriksaan yang dilakukan petugas Puskesmas Segiri terhadap warga terdampak kebakaran di Kelurahan Sidodadi, Samarinda, Minggu (24/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakat.com)

    Samarinda – Sebagai bentuk perhatian pada warga yang terkena musibah kebakaran di Kelurahan Sidodadi Sabtu (24/2) kemarin, Puskesmas Segiri beri bantuan kesehatan di sekitar lokasi pascakejadian secara gratis. 

    Kepala Puskesmas Segiri, Ira Puspa R, menyampaikan kegiatan itu akan dilaksanakan selama tiga hari. Terhitung dari hari Minggu sampai Selasa (27/2/2024) mendatang. 

    “Jadi kami Puskesmas Segiri mencakup dua wilayah, Kelurahan Sidodadi dan Dadimulya. Setiap ada kejadian bencana di dua wilayah itu kami selalu buka posko bencana, dan saat ini yang terjadi di kelurahan sidodadi jadi kami buka di sini,” terang Ira Puspa kepada Seputar Fakta, Minggu (25/2/2024).

    Posko itu dilaksanakan di salah satu rumah warga yang tak jauh dari tempat kejadian. Ira mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada warga yang mempunyai keluhan kesehatan. Selebihnya, jika dibutuhkan penanganan khusus, ia akan mengarahkan ke rumah sakit terdekat.

    “Jadi ini penanganan-penanganan awal. Biasanya kasusnya itu kaya tadi, ada yang kena beling, kejatuhan kayu, dan kasus-kasus yang terjadi saat kejadian (bencana),” tuturnya.

    Pada pelaksanaannya, wanita yang berprofesi sebagai dokter itu mengatakan, tak ada tahapan administrasi yang harus dilengkapi masyarakat. Sebab ia yakin, dokumen persyaratan yang biasanya diminta saat proses administrasi seperti KTP dan BPJS tidak ada, karena warga masih syok pascakejadian itu.

    “Kami memangkas semua proses administrasi untuk mempermudah. Kalau mereka ke puskesmas kan harus ada BPJS, harus ada biaya dministrasi, jadi ini semua gratis untuk warga yang terdampak ataupun yang ada di sekitar,” jelasnya.

    Pada posko bantuan itu terdapat dokter, perawat, farmasis, supir ambulan dan seorang tenaga tambahan, yakni petugas darurat bencana. 

    “Jadi setiap ada bencana beliau yang turun pertama untuk investigasi awal. Misalnya untuk cari tempat posko, korban terdampak berapa dan lain-lain,” paparnya.

    Ia mengimbau kepada para warga terdampak, jika mengalami keluhan, maka diminta untuk segera datang ke posko atau menghubungi pihak kesehatan, supaya cepat teratasi. 

    Posko ini dibuka selama tiga hari. Untuk hari pertama kurang lebih sampai jam 12.00 WITA. Kemudian untuk hari kedua dan ketiga, dimulai dari jam 08.00 sampai 10.00 WITA.

    “Kami kebetulan juga bertugas di posko Pemilihan Umum (Pemilu), harus mengawal petugas Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS). Jadi besok itu sampai jam 10 pagi. Karna jam 10 kami harus bergeser ke kecamatan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Puskesmas Segiri Buka Posko untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Sidodadi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    25 Februari 2024 pukul 13:52 WITA

    Pemeriksaan yang dilakukan petugas Puskesmas Segiri terhadap warga terdampak kebakaran di Kelurahan Sidodadi, Samarinda, Minggu (24/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakat.com)

    Samarinda – Sebagai bentuk perhatian pada warga yang terkena musibah kebakaran di Kelurahan Sidodadi Sabtu (24/2) kemarin, Puskesmas Segiri beri bantuan kesehatan di sekitar lokasi pascakejadian secara gratis. 

    Kepala Puskesmas Segiri, Ira Puspa R, menyampaikan kegiatan itu akan dilaksanakan selama tiga hari. Terhitung dari hari Minggu sampai Selasa (27/2/2024) mendatang. 

    “Jadi kami Puskesmas Segiri mencakup dua wilayah, Kelurahan Sidodadi dan Dadimulya. Setiap ada kejadian bencana di dua wilayah itu kami selalu buka posko bencana, dan saat ini yang terjadi di kelurahan sidodadi jadi kami buka di sini,” terang Ira Puspa kepada Seputar Fakta, Minggu (25/2/2024).

    Posko itu dilaksanakan di salah satu rumah warga yang tak jauh dari tempat kejadian. Ira mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada warga yang mempunyai keluhan kesehatan. Selebihnya, jika dibutuhkan penanganan khusus, ia akan mengarahkan ke rumah sakit terdekat.

    “Jadi ini penanganan-penanganan awal. Biasanya kasusnya itu kaya tadi, ada yang kena beling, kejatuhan kayu, dan kasus-kasus yang terjadi saat kejadian (bencana),” tuturnya.

    Pada pelaksanaannya, wanita yang berprofesi sebagai dokter itu mengatakan, tak ada tahapan administrasi yang harus dilengkapi masyarakat. Sebab ia yakin, dokumen persyaratan yang biasanya diminta saat proses administrasi seperti KTP dan BPJS tidak ada, karena warga masih syok pascakejadian itu.

    “Kami memangkas semua proses administrasi untuk mempermudah. Kalau mereka ke puskesmas kan harus ada BPJS, harus ada biaya dministrasi, jadi ini semua gratis untuk warga yang terdampak ataupun yang ada di sekitar,” jelasnya.

    Pada posko bantuan itu terdapat dokter, perawat, farmasis, supir ambulan dan seorang tenaga tambahan, yakni petugas darurat bencana. 

    “Jadi setiap ada bencana beliau yang turun pertama untuk investigasi awal. Misalnya untuk cari tempat posko, korban terdampak berapa dan lain-lain,” paparnya.

    Ia mengimbau kepada para warga terdampak, jika mengalami keluhan, maka diminta untuk segera datang ke posko atau menghubungi pihak kesehatan, supaya cepat teratasi. 

    Posko ini dibuka selama tiga hari. Untuk hari pertama kurang lebih sampai jam 12.00 WITA. Kemudian untuk hari kedua dan ketiga, dimulai dari jam 08.00 sampai 10.00 WITA.

    “Kami kebetulan juga bertugas di posko Pemilihan Umum (Pemilu), harus mengawal petugas Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS). Jadi besok itu sampai jam 10 pagi. Karna jam 10 kami harus bergeser ke kecamatan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)