Cari disini...
Seputar Kaltim
Meski buka 24 jam, Puskesmas Baru Ulu, Balikpapan Barat akui kekurangan dokter untuk melayani masyarakat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Puskesmas Baru Ulu di Balikpapan Barat (Balbar) kini menghadapi tantangan serius terkait dengan kekurangan tenaga dokter, yang berimbas pada padatnya pelayanan kesehatan.
Kepala UPTD Puskesmas Baru Ulu, James menyampaikan, jumlah kunjungan yang tinggi, hingga mencapai sekitar 150 orang per hari, menyebabkan pelayanan kesehatan menjadi terhambat meskipun puskesmas ini beroperasi sepanjang hari.
Meskipun pihaknya telah berupaya memberikan pelayanan terbaik, kurangnya jumlah dokter menjadi kendala utama.
“Pagi dan malam puskesmas ini sangat ramai, tapi sayangnya jumlah dokter sangat terbatas,” ujar James kepada media, Rabu (15/1/2025).
Dengan kondisi tersebut, pihak puskesmas telah mengajukan permohonan penambahan dokter kepada Dinas Kesehatan dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, baik secara lisan maupun tertulis.
“Kami membutuhkan tambahan tiga dokter untuk memastikan pelayanan kesehatan bisa berjalan lancar di setiap jam operasional,” tambahnya.
Meskipun puskesmas ini memiliki fasilitas yang cukup memadai dan tenaga kesehatan lainnya, seperti petugas gigi, kekurangan dokter tetap menjadi penghambat utama. Ia juga menyoroti ruang kerja yang terbatas sebagai salah satu tantangan lainnya dalam memberikan layanan optimal.
“Kami berharap agar permohonan penambahan dokter segera mendapat tanggapan, agar pelayanan bisa lebih maksimal,” harapnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Meski buka 24 jam, Puskesmas Baru Ulu, Balikpapan Barat akui kekurangan dokter untuk melayani masyarakat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Puskesmas Baru Ulu di Balikpapan Barat (Balbar) kini menghadapi tantangan serius terkait dengan kekurangan tenaga dokter, yang berimbas pada padatnya pelayanan kesehatan.
Kepala UPTD Puskesmas Baru Ulu, James menyampaikan, jumlah kunjungan yang tinggi, hingga mencapai sekitar 150 orang per hari, menyebabkan pelayanan kesehatan menjadi terhambat meskipun puskesmas ini beroperasi sepanjang hari.
Meskipun pihaknya telah berupaya memberikan pelayanan terbaik, kurangnya jumlah dokter menjadi kendala utama.
“Pagi dan malam puskesmas ini sangat ramai, tapi sayangnya jumlah dokter sangat terbatas,” ujar James kepada media, Rabu (15/1/2025).
Dengan kondisi tersebut, pihak puskesmas telah mengajukan permohonan penambahan dokter kepada Dinas Kesehatan dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, baik secara lisan maupun tertulis.
“Kami membutuhkan tambahan tiga dokter untuk memastikan pelayanan kesehatan bisa berjalan lancar di setiap jam operasional,” tambahnya.
Meskipun puskesmas ini memiliki fasilitas yang cukup memadai dan tenaga kesehatan lainnya, seperti petugas gigi, kekurangan dokter tetap menjadi penghambat utama. Ia juga menyoroti ruang kerja yang terbatas sebagai salah satu tantangan lainnya dalam memberikan layanan optimal.
“Kami berharap agar permohonan penambahan dokter segera mendapat tanggapan, agar pelayanan bisa lebih maksimal,” harapnya.
(Sf/Rs)