Cari disini...
Seputar Kaltim
Penandatanganan kontrak hibah Matching Grants diperuntukkan bagi pengembangan ekowisata Mangrove Kampung Baru (Foto: Humas Setkab PPU)
Penajam - Pemerintah pusat mengucurkan dukungan anggaran untuk pengembangan kawasan pesisir di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR). Bantuan itu diperuntukkan bagi pengembangan Ekowisata Mangrove Kampung Baru.
Dukungan diberikan dalam bentuk hibah usaha produktif (Matching Grants) senilai Rp140 juta kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Berseri Kelurahan Kampung Baru, PPU. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan sarana penunjang wisata mangrove.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan bantuan hibah itu menjadi bagian dari upaya rehabilitasi mangrove sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan.
"Program ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi mangrove sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan," ujarnya dalam penandatanganan kontrak swakelola tipe IV bantuan pemerintah kepada masyarakat, Jumat (8/5/2026).
Provincial Project Implementation Unit Manager M4CR Kalimantan Timur, Asman Aziz, menyebut program tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga ekosistem mangrove yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.
Program M4CR, lanjutnya, merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan World Bank yang kini dijalankan Ditjen PDASRH Kementerian Kehutanan.
"Harapannya program ini tidak sebatas pembangunan fisik, tetapi berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," kata dia
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU, Nicko Herlambang, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan mangrove di PPU.
Menurut Nicko, bantuan hibah menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperkuat wisata berbasis lingkungan sekaligus menjaga kelestarian pesisir.
"Yang terpenting pengelolaannya transparan dan tepat sasaran agar bantuan pemerintah tidak berhenti menjadi proyek jangka pendek," ujarnya.
Ia menilai kawasan mangrove di PPU sejatinya memiliki potensi besar sebagai wisata berkelanjutan.
Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai keterbatasan infrastruktur pendukung, akses kawasan, kapasitas SDM pengelola, hingga konsistensi menjaga kelestarian lingkungan.
"Pengelolaan, promosi, hingga keterlibatan masyarakat harus terus diperkuat supaya kawasan mangrove berkembang dan tidak hanya ramai saat ada program bantuan," tambahnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penandatanganan kontrak hibah Matching Grants diperuntukkan bagi pengembangan ekowisata Mangrove Kampung Baru (Foto: Humas Setkab PPU)
Penajam - Pemerintah pusat mengucurkan dukungan anggaran untuk pengembangan kawasan pesisir di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR). Bantuan itu diperuntukkan bagi pengembangan Ekowisata Mangrove Kampung Baru.
Dukungan diberikan dalam bentuk hibah usaha produktif (Matching Grants) senilai Rp140 juta kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Berseri Kelurahan Kampung Baru, PPU. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan sarana penunjang wisata mangrove.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan bantuan hibah itu menjadi bagian dari upaya rehabilitasi mangrove sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan.
"Program ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi mangrove sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan," ujarnya dalam penandatanganan kontrak swakelola tipe IV bantuan pemerintah kepada masyarakat, Jumat (8/5/2026).
Provincial Project Implementation Unit Manager M4CR Kalimantan Timur, Asman Aziz, menyebut program tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga ekosistem mangrove yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.
Program M4CR, lanjutnya, merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan World Bank yang kini dijalankan Ditjen PDASRH Kementerian Kehutanan.
"Harapannya program ini tidak sebatas pembangunan fisik, tetapi berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," kata dia
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU, Nicko Herlambang, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan mangrove di PPU.
Menurut Nicko, bantuan hibah menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperkuat wisata berbasis lingkungan sekaligus menjaga kelestarian pesisir.
"Yang terpenting pengelolaannya transparan dan tepat sasaran agar bantuan pemerintah tidak berhenti menjadi proyek jangka pendek," ujarnya.
Ia menilai kawasan mangrove di PPU sejatinya memiliki potensi besar sebagai wisata berkelanjutan.
Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai keterbatasan infrastruktur pendukung, akses kawasan, kapasitas SDM pengelola, hingga konsistensi menjaga kelestarian lingkungan.
"Pengelolaan, promosi, hingga keterlibatan masyarakat harus terus diperkuat supaya kawasan mangrove berkembang dan tidak hanya ramai saat ada program bantuan," tambahnya.
(Sf/Rs)