Seputar Kaltim

    Punya Nilai Jual Tinggi di Luar Negeri, Pemkab Kukar Genjot Hilirisasi Kratom

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    04 Mei 2026 pukul 20:45 WITA

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Budidaya tanaman Kratom diketahui memiliki potensi besar di wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar), seperti Kecamatan Kota Bangun, Muara Muntai, Muara Wis hingga Kembang Janggut.

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengungkapkan tanaman yang mempunyai nama latin Mitragyna Speciosa Korth ini memiliki nilai jual yang tinggi di luar negeri apabila telah diekstrak menjadi produk olahan, bahkan ada beberapa pelaku usaha yang telah mengekspor ke India.

    Melihat potensi besar itu, pemerintah daerah mendorong pengembangan hilirisasi kratom agar memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

    “Memang kratom ini akan memiliki nilai jual yang tinggi, jika ketika diubah menjadi ekstrak. Nah itu coba kita push bagaimana ini lebih kita hilirisasi lagi,” ujar Aulia, Senin (4/5/2026).

    Selain Kratom, ada beberapa tanaman khas Kukar lainnya yang juga memiliki nilai ekonomis tinggi, salah satunya adalah Teratai yang potensial dikembangkan melalui proses hilirisasi.

    Aulia berharap berbagai potensi sumber daya alam di Kukar, termasuk tanaman khas daerah yang bernilai ekonomis tinggi dapat dimanfaatkan secara maksimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Tinggi nilainya ketika sudah diekstrak, makanya kami menyambut karena ini tidak hanya melibatkan pelaku usaha tapi juga akademisi, khususnya dari bidang farmasi dan kehutanan Universitas Mulawarman yang bersama-sama memastikan pengembangannya berjalan optimal,” jelasnya.

    Kini pemerintah daerah menargetkan penyusunan feasibility study atau studi kelayakan bisa rampung pada tahun ini, sehingga tahun depan dapat dilanjutkan ke tahap pengadaan mesin untuk mendukung proses hilirisasi tersebut.

    “Tahun ini target kita feasibility tadinya selesai dan tahun depan bisa masuk ke dalam pengadaan mesinnya,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Punya Nilai Jual Tinggi di Luar Negeri, Pemkab Kukar Genjot Hilirisasi Kratom

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    04 Mei 2026 pukul 20:45 WITA

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Budidaya tanaman Kratom diketahui memiliki potensi besar di wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar), seperti Kecamatan Kota Bangun, Muara Muntai, Muara Wis hingga Kembang Janggut.

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengungkapkan tanaman yang mempunyai nama latin Mitragyna Speciosa Korth ini memiliki nilai jual yang tinggi di luar negeri apabila telah diekstrak menjadi produk olahan, bahkan ada beberapa pelaku usaha yang telah mengekspor ke India.

    Melihat potensi besar itu, pemerintah daerah mendorong pengembangan hilirisasi kratom agar memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

    “Memang kratom ini akan memiliki nilai jual yang tinggi, jika ketika diubah menjadi ekstrak. Nah itu coba kita push bagaimana ini lebih kita hilirisasi lagi,” ujar Aulia, Senin (4/5/2026).

    Selain Kratom, ada beberapa tanaman khas Kukar lainnya yang juga memiliki nilai ekonomis tinggi, salah satunya adalah Teratai yang potensial dikembangkan melalui proses hilirisasi.

    Aulia berharap berbagai potensi sumber daya alam di Kukar, termasuk tanaman khas daerah yang bernilai ekonomis tinggi dapat dimanfaatkan secara maksimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Tinggi nilainya ketika sudah diekstrak, makanya kami menyambut karena ini tidak hanya melibatkan pelaku usaha tapi juga akademisi, khususnya dari bidang farmasi dan kehutanan Universitas Mulawarman yang bersama-sama memastikan pengembangannya berjalan optimal,” jelasnya.

    Kini pemerintah daerah menargetkan penyusunan feasibility study atau studi kelayakan bisa rampung pada tahun ini, sehingga tahun depan dapat dilanjutkan ke tahap pengadaan mesin untuk mendukung proses hilirisasi tersebut.

    “Tahun ini target kita feasibility tadinya selesai dan tahun depan bisa masuk ke dalam pengadaan mesinnya,” tandasnya.

    (Sf/Rs)