Seputar Kaltim

    Punya Alat CT Scan Sendiri, RSUD RAPB PPU Siap Tangani Pasien Stroke

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    31 Agustus 2026 pukul 12:30 WITA

    CT Scan bantuan Kementerian Kesehatan untuk RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU siap dioperasikan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) kini memiliki layanan Computed Tomography (CT) Scan. Kehadiran alat tersebut ditargetkan memangkas rujukan pasien, terutama kasus stroke yang selama ini membutuhkan pemeriksaan CT scan di rumah sakit lain.

    Ruang CT Scan RSUD RAPB diresmikan Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, Senin (31/8/2026). Alat tersebut merupakan bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang pengajuannya dilakukan Pemkab PPU sejak 2025.

    Direktur RSUD RAPB, dr Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan CT Scan tersebut siap dioperasikan setelah rumah sakit menyelesaikan izin pelayanan dengan BPJS Kesehatan.

    "Dengan ini kita bisa mengurangi angka rujukan, bahkan meniadakan rujukan untuk kasus-kasus yang membutuhkan CT scan," kata Lukasiwan.

    Selama ini, pasien dengan diagnosis stroke harus menjalani pemeriksaan CT scan di rumah sakit lain. Setelah pemeriksaan, pasien kembali ke RSUD RAPB untuk mendapatkan perawatan.

    Dengan layanan baru ini, pemeriksaan dan perawatan pasien diharapkan dapat dilakukan di satu rumah sakit. "Tidak perlu pemeriksaan di rumah sakit lain kemudian kembali lagi ke rumah sakit kita. Cukup diperiksa sekaligus dirawat di sini karena sudah punya alatnya," ujarnya.

    Lukasiwan mengatakan tenaga dokter spesialis radiologi dan radiografer telah mendapat pelatihan untuk mengoperasikan layanan tersebut. Rumah sakit juga menyiapkan tenaga yang dilatih untuk pemeliharaan alat.

    Pengoperasian CT scan masih menunggu izin pelayanan dari BPJS Kesehatan. Proses tersebut dinilai penting karena mayoritas pasien RSUD RAPB merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Bantuan Kemenkes untuk RSUD RAPB mencakup CT scan dan Cathlab dengan nilai keseluruhan sekitar Rp46 miliar. Untuk CT scan, alat yang diterima memiliki kapasitas 64 slice dan dapat ditingkatkan hingga 128 slice.

    Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan keberadaan CT scan akan membantu masyarakat yang selama ini harus ke luar daerah untuk pemeriksaan.

    "Harapannya, masyarakat tidak lagi membutuhkan waktu lama untuk ke Balikpapan atau rumah sakit lain untuk rujukan karena rumah sakit daerah kita sudah memiliki CT scan," kata Waris.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Punya Alat CT Scan Sendiri, RSUD RAPB PPU Siap Tangani Pasien Stroke

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    31 Agustus 2026 pukul 12:30 WITA

    CT Scan bantuan Kementerian Kesehatan untuk RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU siap dioperasikan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) kini memiliki layanan Computed Tomography (CT) Scan. Kehadiran alat tersebut ditargetkan memangkas rujukan pasien, terutama kasus stroke yang selama ini membutuhkan pemeriksaan CT scan di rumah sakit lain.

    Ruang CT Scan RSUD RAPB diresmikan Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, Senin (31/8/2026). Alat tersebut merupakan bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang pengajuannya dilakukan Pemkab PPU sejak 2025.

    Direktur RSUD RAPB, dr Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan CT Scan tersebut siap dioperasikan setelah rumah sakit menyelesaikan izin pelayanan dengan BPJS Kesehatan.

    "Dengan ini kita bisa mengurangi angka rujukan, bahkan meniadakan rujukan untuk kasus-kasus yang membutuhkan CT scan," kata Lukasiwan.

    Selama ini, pasien dengan diagnosis stroke harus menjalani pemeriksaan CT scan di rumah sakit lain. Setelah pemeriksaan, pasien kembali ke RSUD RAPB untuk mendapatkan perawatan.

    Dengan layanan baru ini, pemeriksaan dan perawatan pasien diharapkan dapat dilakukan di satu rumah sakit. "Tidak perlu pemeriksaan di rumah sakit lain kemudian kembali lagi ke rumah sakit kita. Cukup diperiksa sekaligus dirawat di sini karena sudah punya alatnya," ujarnya.

    Lukasiwan mengatakan tenaga dokter spesialis radiologi dan radiografer telah mendapat pelatihan untuk mengoperasikan layanan tersebut. Rumah sakit juga menyiapkan tenaga yang dilatih untuk pemeliharaan alat.

    Pengoperasian CT scan masih menunggu izin pelayanan dari BPJS Kesehatan. Proses tersebut dinilai penting karena mayoritas pasien RSUD RAPB merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Bantuan Kemenkes untuk RSUD RAPB mencakup CT scan dan Cathlab dengan nilai keseluruhan sekitar Rp46 miliar. Untuk CT scan, alat yang diterima memiliki kapasitas 64 slice dan dapat ditingkatkan hingga 128 slice.

    Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan keberadaan CT scan akan membantu masyarakat yang selama ini harus ke luar daerah untuk pemeriksaan.

    "Harapannya, masyarakat tidak lagi membutuhkan waktu lama untuk ke Balikpapan atau rumah sakit lain untuk rujukan karena rumah sakit daerah kita sudah memiliki CT scan," kata Waris.

    (Sf/Lo)