Cari disini...
Seputar Kaltim
Warga Muara Kaman saat mendatangi Kantor Polres Kukar (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Puluhan warga dari Kecamatan Muara Kaman mendatangi Kantor Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (24/9/2026).
Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta pihak kepolisian segera memproses kasus pembacokan yang menimpa warga SP5, Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Perwakilan warga, Muhib mengatakan pihaknya menyayangkan insiden tersebut karena permasalahan yang terjadi seharusnya dapat diselesaikan tanpa kekerasan.
"Pertama kami menyampaikan perhatian yang mendalam terhadap peristiwa ini yang sebenarnya sangat kami sayangkan. Permasalahan harus diselesaikan dengan cara kekerasan," ujar Muhib.
Ia meminta aparat penegak hukum memproses kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan keadilan bagi korban.
"Kita berharap pelaku mendapatkan hukum yang seadil-adilnya," terangnya.
Muhib menjelaskan insiden tersebut tidak hanya menimpa sang suami, tapi juga istrinya.
Beruntung, sang istri berhasil selamat, sementara suaminya mengalami luka berat pada bagian lengan dan bahu akibat pembacokan.
Atas kejadian itu, warga mendatangi Polres Kukar untuk mengetahui perkembangan penanganan kasus tersebut sekaligus memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.
Muhib menerangkan insiden pembacokan diduga bermula dari persoalan lahan garapan pertanian yang berada di kawasan SP5.
Ia mengatakan korban memiliki surat kuasa untuk menggarap lahan tersebut. Persoalan kemudian muncul ketika terdapat klaim mengenai batas lahan garapan.
"Motifnya itu masalah lahan, sebenarnya masalah lahan garapan, lahan garapan pertanian," jelasnya.
Muhib mengatakan korban sebelumnya telah mempersilahkan pihak pelaku mengambil lahan sesuai batas yang diklaim. Namun, persoalan tersebut kemudian berujung pada aksi pembacokan.
"Namun entah bagaimana peristiwanya sehingga terjadi aksi pembacokan," katanya.
Muhib menyebut lokasi lahan yang dipersoalkan berada di wilayah Desa Rantau Panjang.
Kini polisi dikabarkan telah mengetahui keberadaannya dan telah melakukan penangkapan terhadap pelaku yang berinisial EO (43).
"Untuk posisi pelaku saat ini sudah diketahui dan pelaku sudah ditangkap," ungkapnya.
Muhib juga mengapresiasi langkah kepolisian dalam menangani persoalan tersebut.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi agar kasus tersebut tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
"Kita tidak ingin masalah ini melebar. Kita sama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas di daerah Kutai Kartanegara," katanya.
Selain meminta proses hukum berjalan, pihak keluarga korban juga berharap adanya perhatian terhadap biaya pengobatan korban yang disebut berasal dari keluarga kurang mampu.
"Kemudian yang kedua karena korban merupakan orang yang benar-benar dari keluarga kurang beruntung, kami juga meminta bagaimana pembiayaan pengobatannya," tuturnya.
Ia berharap pemerintah kecamatan dapat memfasilitasi pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat guna menjaga situasi tetap kondusif.
"Kami berharap pemerintah, dalam hal ini Bapak Camat, segera menjembatani kami untuk bertemu dengan seluruh tokoh masyarakat di sini, sepanjang masih memungkinkan agar kita bisa menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan. Jangan sampai masalah ini semakin melebar," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Warga Muara Kaman saat mendatangi Kantor Polres Kukar (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Puluhan warga dari Kecamatan Muara Kaman mendatangi Kantor Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (24/9/2026).
Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta pihak kepolisian segera memproses kasus pembacokan yang menimpa warga SP5, Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Perwakilan warga, Muhib mengatakan pihaknya menyayangkan insiden tersebut karena permasalahan yang terjadi seharusnya dapat diselesaikan tanpa kekerasan.
"Pertama kami menyampaikan perhatian yang mendalam terhadap peristiwa ini yang sebenarnya sangat kami sayangkan. Permasalahan harus diselesaikan dengan cara kekerasan," ujar Muhib.
Ia meminta aparat penegak hukum memproses kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan keadilan bagi korban.
"Kita berharap pelaku mendapatkan hukum yang seadil-adilnya," terangnya.
Muhib menjelaskan insiden tersebut tidak hanya menimpa sang suami, tapi juga istrinya.
Beruntung, sang istri berhasil selamat, sementara suaminya mengalami luka berat pada bagian lengan dan bahu akibat pembacokan.
Atas kejadian itu, warga mendatangi Polres Kukar untuk mengetahui perkembangan penanganan kasus tersebut sekaligus memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.
Muhib menerangkan insiden pembacokan diduga bermula dari persoalan lahan garapan pertanian yang berada di kawasan SP5.
Ia mengatakan korban memiliki surat kuasa untuk menggarap lahan tersebut. Persoalan kemudian muncul ketika terdapat klaim mengenai batas lahan garapan.
"Motifnya itu masalah lahan, sebenarnya masalah lahan garapan, lahan garapan pertanian," jelasnya.
Muhib mengatakan korban sebelumnya telah mempersilahkan pihak pelaku mengambil lahan sesuai batas yang diklaim. Namun, persoalan tersebut kemudian berujung pada aksi pembacokan.
"Namun entah bagaimana peristiwanya sehingga terjadi aksi pembacokan," katanya.
Muhib menyebut lokasi lahan yang dipersoalkan berada di wilayah Desa Rantau Panjang.
Kini polisi dikabarkan telah mengetahui keberadaannya dan telah melakukan penangkapan terhadap pelaku yang berinisial EO (43).
"Untuk posisi pelaku saat ini sudah diketahui dan pelaku sudah ditangkap," ungkapnya.
Muhib juga mengapresiasi langkah kepolisian dalam menangani persoalan tersebut.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi agar kasus tersebut tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
"Kita tidak ingin masalah ini melebar. Kita sama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas di daerah Kutai Kartanegara," katanya.
Selain meminta proses hukum berjalan, pihak keluarga korban juga berharap adanya perhatian terhadap biaya pengobatan korban yang disebut berasal dari keluarga kurang mampu.
"Kemudian yang kedua karena korban merupakan orang yang benar-benar dari keluarga kurang beruntung, kami juga meminta bagaimana pembiayaan pengobatannya," tuturnya.
Ia berharap pemerintah kecamatan dapat memfasilitasi pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat guna menjaga situasi tetap kondusif.
"Kami berharap pemerintah, dalam hal ini Bapak Camat, segera menjembatani kami untuk bertemu dengan seluruh tokoh masyarakat di sini, sepanjang masih memungkinkan agar kita bisa menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan. Jangan sampai masalah ini semakin melebar," tandasnya.
(Sf/Rs)