Seputar Kaltim

    Puluhan Rumah di Loa Janan Belum Teraliri Listrik, PLN dan Perusahaan Siap Kalaborasi

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    15 Juni 2023 pukul 15:13 WITA

    Rapat Dengar Pendapat. DPRD Hadirkan Pihak Terkait. (Foto : M. Anshori/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait permasalahan listrik yang ada di Desa Batuh dan Desa Tani Harapan, Kecamatan Loa Janan. Bertempat di ruang Banmus DPRD Kukar, Selasa (13/6/2023) 

    Rapat dipimpin Anggota Komisi III DPRD Kukar, Ahmad Yani dan dihadiri perwakilan Pemkab Kukar, perwakilan PT Kutai Energi, UPT PLN Tenggarong Seberang, PT Karya Putra Borneo dan perwakilan desa yang diwakili Ketua RT 9 Desa Batuah, Taufik.

    Diketahui ada beberapa rumah yang belum teraliri listrik di Desa Batuah. Informasi yang dihimpun seputarfakta.com, ada sekitar 80-100 rumah di RT 34, 35, 47, 48 dan RT 49.

    "Ada masyarakat kita yang tidak teraliri listrik dan itu menjadi beban bagi semua pihak. Terkhusus di Desa Batuah dan Desa Tani Harapan itu ada beberapa dusun dan RT yang pada belum teraliri listrik dan ini sebenarnya persoalan PLN menyangkut tiang, kabel dan infrastrukturnya," kata Ahmad Yani.

    Ahmad Yani mengatakan PLN sanggup berkolaborasi dengan perusahaan untuk membantu terkait dengan instalasi, infrastruktur kelistrikan. Sehingga persoalan ini clear dan masyarakat bisa menikmati listrik.

    Ia juga menyebutkan perusahaan di Tani Harapan dan Batuah siap berkolaborasi dengan PLN. Tapi secara teknis nanti ada rapat berikutnya untuk memfinalkan kerja sama itu. 

    Misalnya satu perusahaan menanggung 1-2 kilometer jaringan listrik supaya beban PLN bisa teratasi. Meski secara tanggungjawab adalah PLN untuk menyediakan infrastruktur itu, tetapi ada keterbatasan anggaran dan perhitungan ekonomi sehingga harus disuport.

    "Kita harap program PLN dan program perusahaan ini kita suport dan dari pemberdayaan masyarakat desa untuk mensuport keluhan-keluhan masyarakat yang ada di desa. 

    "Untuk rapat lanjutan ditargetkan pekan depan sudah bisa untuk memfinalisasi kerja sama pembangunan infrastruktur listrik di dua desa tersebut," pungkasnya

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Puluhan Rumah di Loa Janan Belum Teraliri Listrik, PLN dan Perusahaan Siap Kalaborasi

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    15 Juni 2023 pukul 15:13 WITA

    Rapat Dengar Pendapat. DPRD Hadirkan Pihak Terkait. (Foto : M. Anshori/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait permasalahan listrik yang ada di Desa Batuh dan Desa Tani Harapan, Kecamatan Loa Janan. Bertempat di ruang Banmus DPRD Kukar, Selasa (13/6/2023) 

    Rapat dipimpin Anggota Komisi III DPRD Kukar, Ahmad Yani dan dihadiri perwakilan Pemkab Kukar, perwakilan PT Kutai Energi, UPT PLN Tenggarong Seberang, PT Karya Putra Borneo dan perwakilan desa yang diwakili Ketua RT 9 Desa Batuah, Taufik.

    Diketahui ada beberapa rumah yang belum teraliri listrik di Desa Batuah. Informasi yang dihimpun seputarfakta.com, ada sekitar 80-100 rumah di RT 34, 35, 47, 48 dan RT 49.

    "Ada masyarakat kita yang tidak teraliri listrik dan itu menjadi beban bagi semua pihak. Terkhusus di Desa Batuah dan Desa Tani Harapan itu ada beberapa dusun dan RT yang pada belum teraliri listrik dan ini sebenarnya persoalan PLN menyangkut tiang, kabel dan infrastrukturnya," kata Ahmad Yani.

    Ahmad Yani mengatakan PLN sanggup berkolaborasi dengan perusahaan untuk membantu terkait dengan instalasi, infrastruktur kelistrikan. Sehingga persoalan ini clear dan masyarakat bisa menikmati listrik.

    Ia juga menyebutkan perusahaan di Tani Harapan dan Batuah siap berkolaborasi dengan PLN. Tapi secara teknis nanti ada rapat berikutnya untuk memfinalkan kerja sama itu. 

    Misalnya satu perusahaan menanggung 1-2 kilometer jaringan listrik supaya beban PLN bisa teratasi. Meski secara tanggungjawab adalah PLN untuk menyediakan infrastruktur itu, tetapi ada keterbatasan anggaran dan perhitungan ekonomi sehingga harus disuport.

    "Kita harap program PLN dan program perusahaan ini kita suport dan dari pemberdayaan masyarakat desa untuk mensuport keluhan-keluhan masyarakat yang ada di desa. 

    "Untuk rapat lanjutan ditargetkan pekan depan sudah bisa untuk memfinalisasi kerja sama pembangunan infrastruktur listrik di dua desa tersebut," pungkasnya

    (Sf/By)