Cari disini...
Seputar Kaltim
Kasi Pemerintahan Desa Bendang Raya Rosidin (Foto: Derry/Seputarfakta.com)
Tenggarong- Pelayanan listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum maksimal atau bisa semua dirasakan masyarakat.
Salah satunya adalah warga di Dusun Lamin Datu, Desa Bendang Raya, Kecamatan TeNggarong, Kukar. Beberapa RT di desa tersebut belum merasakan listrik dari PLN.
Warga Dusun Lamin Datu, Lasiman yang akrab disapa Pak De menuturkan selama 26 tahun belum bisa menikmati listrik PLN.
“Banyak tokoh politik dari tahun ke tahun yang ke sini menjanjikan listrik, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya. Apabila ada tokoh politik yang pasti bisa membantu, kami akan mendukungnya” ujar Pak De.
Kepala Desa Bendang Raya, Muhammaddin N melalui Kasi Pemerintahan, Rosidin mengaku beberapa wilayah di desa tersebut memang belum teraliri listrik PLN.
Namun, kata dia, ada kabar bahagia buat warga Bendang Raya, yakni Bupati Kukar Edi Damansyah menyetujui profosal pembangunan jaringan listrik.
“Baru-baru ini Bapak Bupati sudah menyetujui rekom untuk proposal lanjutan listrik ini, yang jelas itu kita minta jaringan listrik. Terus masih ada sekitas 4,5 km yang belum tersalurkan, mudah-mudahan dengan usulan proposal yang baru ini dengan persetujuan dan rekomendasi bapak Bupati sekaligus Sekda yang diteruskan ke Asisten II, dengan harapan mudah mudahan tahun ini atau tahun depan bisa terealisasi listrik di wilayah kami," katanya.
Ia mengaku masih ada 50 rumah yang belum teraliri listrik dan ada juga rumah-rumah yang kosong tidak ditinggali. Apabila listrik masuk, otomatis rumah-rumah tersebut kemungkinan besar akan ditempati lagi.
Banyak kegiatan warga dilakukan dengan biaya lebih karena masih menggunakan generator listrik. Kemudian anak-anak kesulitan untuk belajar di malam hari.
“Intinya adalah karena listrik itu sumber utama, untuk air kami masih bisa usaha cari sumber. Hanya kami kesulitan tidak adanya sumber listrik, kami dari tahun 1997 belum merasakan listrik PLN atau sudah 26 tahun kami hidup tanpa listrik”, ujar Rosidin.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kasi Pemerintahan Desa Bendang Raya Rosidin (Foto: Derry/Seputarfakta.com)
Tenggarong- Pelayanan listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum maksimal atau bisa semua dirasakan masyarakat.
Salah satunya adalah warga di Dusun Lamin Datu, Desa Bendang Raya, Kecamatan TeNggarong, Kukar. Beberapa RT di desa tersebut belum merasakan listrik dari PLN.
Warga Dusun Lamin Datu, Lasiman yang akrab disapa Pak De menuturkan selama 26 tahun belum bisa menikmati listrik PLN.
“Banyak tokoh politik dari tahun ke tahun yang ke sini menjanjikan listrik, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya. Apabila ada tokoh politik yang pasti bisa membantu, kami akan mendukungnya” ujar Pak De.
Kepala Desa Bendang Raya, Muhammaddin N melalui Kasi Pemerintahan, Rosidin mengaku beberapa wilayah di desa tersebut memang belum teraliri listrik PLN.
Namun, kata dia, ada kabar bahagia buat warga Bendang Raya, yakni Bupati Kukar Edi Damansyah menyetujui profosal pembangunan jaringan listrik.
“Baru-baru ini Bapak Bupati sudah menyetujui rekom untuk proposal lanjutan listrik ini, yang jelas itu kita minta jaringan listrik. Terus masih ada sekitas 4,5 km yang belum tersalurkan, mudah-mudahan dengan usulan proposal yang baru ini dengan persetujuan dan rekomendasi bapak Bupati sekaligus Sekda yang diteruskan ke Asisten II, dengan harapan mudah mudahan tahun ini atau tahun depan bisa terealisasi listrik di wilayah kami," katanya.
Ia mengaku masih ada 50 rumah yang belum teraliri listrik dan ada juga rumah-rumah yang kosong tidak ditinggali. Apabila listrik masuk, otomatis rumah-rumah tersebut kemungkinan besar akan ditempati lagi.
Banyak kegiatan warga dilakukan dengan biaya lebih karena masih menggunakan generator listrik. Kemudian anak-anak kesulitan untuk belajar di malam hari.
“Intinya adalah karena listrik itu sumber utama, untuk air kami masih bisa usaha cari sumber. Hanya kami kesulitan tidak adanya sumber listrik, kami dari tahun 1997 belum merasakan listrik PLN atau sudah 26 tahun kami hidup tanpa listrik”, ujar Rosidin.
(Sf/By)