Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati PPU, Mudyat Noor (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Puluhan ribu penduduk Penajam Paser Utara (PPU) yang terdiri dari pelajar, bayi, ibu hamil dan menyusui tercatat menjadi sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rencananya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU akan menjalankan program nasional itu dalam waktu dekat, antara November atau Desember 2025 mendatang.
“Jumlah siswa yang harus diakomodir ada sekitar 33 ribu, ditambah untuk ibu hamil dan menyusui,” ucap Mudyat, Selasa (16/9/2025).
Pemerintah daerah (pemda) telah mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaan MBG, mulai dari membagi tugas kepada masing-masing perangkat daerah hingga menyusun konsep penganggaran.
“Karena ini program nasional, saya ingin berjalan secara maksimal sebelum akhir tahun,” ujarnya.
Ia mengatakan penyajian satu porsi MBG akan menelan biaya Rp10 ribu. Nominal itu dinilai cukup besar apabila dikalikan dengan jumlah hari sekolah dan total pelajar yang mencapai ribuan jiwa.
Pemda lantas berinisiatif mengucurkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung pelaksanaan MBG, apabila alokasi dana dari pemerintah pusat tidak cukup untuk mengakomodir seluruh pelajar di PPU.
“Insyaallah sisanya pemda yang akan penuhi, tinggal menunggu proses pengelolaannya saja yang perlu diatur,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati PPU, Mudyat Noor (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Puluhan ribu penduduk Penajam Paser Utara (PPU) yang terdiri dari pelajar, bayi, ibu hamil dan menyusui tercatat menjadi sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rencananya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU akan menjalankan program nasional itu dalam waktu dekat, antara November atau Desember 2025 mendatang.
“Jumlah siswa yang harus diakomodir ada sekitar 33 ribu, ditambah untuk ibu hamil dan menyusui,” ucap Mudyat, Selasa (16/9/2025).
Pemerintah daerah (pemda) telah mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaan MBG, mulai dari membagi tugas kepada masing-masing perangkat daerah hingga menyusun konsep penganggaran.
“Karena ini program nasional, saya ingin berjalan secara maksimal sebelum akhir tahun,” ujarnya.
Ia mengatakan penyajian satu porsi MBG akan menelan biaya Rp10 ribu. Nominal itu dinilai cukup besar apabila dikalikan dengan jumlah hari sekolah dan total pelajar yang mencapai ribuan jiwa.
Pemda lantas berinisiatif mengucurkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung pelaksanaan MBG, apabila alokasi dana dari pemerintah pusat tidak cukup untuk mengakomodir seluruh pelajar di PPU.
“Insyaallah sisanya pemda yang akan penuhi, tinggal menunggu proses pengelolaannya saja yang perlu diatur,” tandasnya.
(Sf/Lo)