Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun Saat Ditemui Media, Senin (29/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan tanggapan terkait insiden yang menimpa puluhan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang keracunan diduga akibat makanan usai pelantikan di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda.
"Ini pelajaran berharga buat kita. Saya pikir tadinya ini adalah kelurahan, ternyata pelaksananya itu adalah PPS sendiri. Jadi tidak ada sama sekali campur tangan pemerintah dalam peristiwa ini," ujar Andi Harun, kepada Seputar Fakta, Senin, (29/1/2024).
Ia mengatakan, meski peristiwa itu baru diketahui setelah beberapa hari, tapi pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.
Pria yang kerap disapa AH itu mengimbau, seluruh pihak agar dapat lebih teliti lagi. Ia meminta, selanjutnya baik kepada KPPS, termasuk juga Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar bisa melakukan pengecekkan lebih detail. Salah satunya dengan melakukan koordinasi ke 10 kecamatan yang ada.
“Soal makanan benar-benar dicek, apalagi saya dengar kemarin karena peristiwanya terungkap usai beberapa hari. Kalau tidak salah, peristiwanya Kamis (25/1/2024) lalu terungkapnya beberapa hari kemudian,” ujar pria yang akrab disapa AH itu, Senin (29/1/2024).
Tugas dari KPPS masih panjang. Apalagi pada musim pemilu ini, banyak acara-acara diselenggarakan hingga satu bulan kedepan.
AH juga sudah meminta kepada PPS agar tidak sungkan meminta bantuan kepada pemerintah. "Perkara netralitas itu hanya di sisi politik. Tapi kalau untuk kepentingan makanan dan penyelenggaraan silahkan untuk berkoordinasi," tegasnya.
Ia menuturkan terdapat dua sumber makanan yang tak ingin disebutkannya. Dia berharap polisi bisa menyelidiki masalah ini, supaya tidak terjadi masalah yang sama lagi kedepannya.
“KPU bisa berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, supaya bisa menghindari hal-hal seperti ini. Kasihan warganya, dan masyarakat yang, seandainya ada sampel makanannya, maka akan dengan mudah kita ketahui penyebabnya,” terangnya.
Meski demikian, bukan hanya mengusut tuntas soal kejadian ini. Hal yang paling ditekankan adalah bagaimana meningkatkan kewaspadaan serta ketelitian.
Ditanya terkait rencana penjengukan anggota KPPS yang masih menjalani perawatan. Orang nomor satu di Samarinda itu tak memberi kepastian, namun berjanji akan tetap memberikan perhatian lebih.
“Yang pasti pemerintah menaruh perhatian yang sangat tinggi, cuman ini pelajaran agar baik itu pimpinan pelaksana pemilu seperti KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa lebih detail lagi utamanya terkait sumber makanan,” tegasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun Saat Ditemui Media, Senin (29/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan tanggapan terkait insiden yang menimpa puluhan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang keracunan diduga akibat makanan usai pelantikan di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda.
"Ini pelajaran berharga buat kita. Saya pikir tadinya ini adalah kelurahan, ternyata pelaksananya itu adalah PPS sendiri. Jadi tidak ada sama sekali campur tangan pemerintah dalam peristiwa ini," ujar Andi Harun, kepada Seputar Fakta, Senin, (29/1/2024).
Ia mengatakan, meski peristiwa itu baru diketahui setelah beberapa hari, tapi pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.
Pria yang kerap disapa AH itu mengimbau, seluruh pihak agar dapat lebih teliti lagi. Ia meminta, selanjutnya baik kepada KPPS, termasuk juga Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar bisa melakukan pengecekkan lebih detail. Salah satunya dengan melakukan koordinasi ke 10 kecamatan yang ada.
“Soal makanan benar-benar dicek, apalagi saya dengar kemarin karena peristiwanya terungkap usai beberapa hari. Kalau tidak salah, peristiwanya Kamis (25/1/2024) lalu terungkapnya beberapa hari kemudian,” ujar pria yang akrab disapa AH itu, Senin (29/1/2024).
Tugas dari KPPS masih panjang. Apalagi pada musim pemilu ini, banyak acara-acara diselenggarakan hingga satu bulan kedepan.
AH juga sudah meminta kepada PPS agar tidak sungkan meminta bantuan kepada pemerintah. "Perkara netralitas itu hanya di sisi politik. Tapi kalau untuk kepentingan makanan dan penyelenggaraan silahkan untuk berkoordinasi," tegasnya.
Ia menuturkan terdapat dua sumber makanan yang tak ingin disebutkannya. Dia berharap polisi bisa menyelidiki masalah ini, supaya tidak terjadi masalah yang sama lagi kedepannya.
“KPU bisa berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, supaya bisa menghindari hal-hal seperti ini. Kasihan warganya, dan masyarakat yang, seandainya ada sampel makanannya, maka akan dengan mudah kita ketahui penyebabnya,” terangnya.
Meski demikian, bukan hanya mengusut tuntas soal kejadian ini. Hal yang paling ditekankan adalah bagaimana meningkatkan kewaspadaan serta ketelitian.
Ditanya terkait rencana penjengukan anggota KPPS yang masih menjalani perawatan. Orang nomor satu di Samarinda itu tak memberi kepastian, namun berjanji akan tetap memberikan perhatian lebih.
“Yang pasti pemerintah menaruh perhatian yang sangat tinggi, cuman ini pelajaran agar baik itu pimpinan pelaksana pemilu seperti KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa lebih detail lagi utamanya terkait sumber makanan,” tegasnya.
(Sf/Rs)