Cari disini...
Seputar Kaltim
Ambulans tim medis yang telah bersiaga di depan jalur finish Night Run 5K Gebyar Gerbang Nusantara di halaman lapangan upacara Kantor Bupati PPU (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Kegiatan Night Run 5K Gebyar Gerbang Nusantara yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) berhasil menarik antusias ribuan masyarakat, Jumat (26/12/2025) malam.
Tapi di balik tingginya partisipasi masyarakat, terdapat puluhan peserta mengalami gangguan kesehatan, mulai dari keram perut hingga pingsan setelah berlari dari arah kantor bupati mengelilingi jalur dua Gerbang Madani.
Panitia Kesehatan dari RSUD RAPB, Ayu menjelaskan insiden itu terjadi karena beberapa peserta Night Run 5K melewati tahap pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan pada pagi hari.
Akibatnya gangguan kesehatan yang dialami puluhan peserta itu disinyalir karena kondisi tubuh sedang kurang fit.
“Ada beberapa runners saat mengambil nomor race bib melewati cek kesehatan yang telah disediakan,” ujar Ayu.
Ayu menegaskan pemeriksaan kesehatan sangat penting sebelum mengikuti kegiatan lari guna mengetahui kondisi tekanan darah dan kesiapan fisik lainnya.
“Makanya kita mengimbau semua runners harus cek kesehatan, apakah tubuhnya lagi fit atau tidak. Kemudian tensi, kolesterol dan gula darahnya lagi oke atau tidak,” tambahnya.
Selain melewati tahap pemeriksaan kesehatan, faktor penyebab pelari mengalami gangguan kesehatan, khususnya keram perut juga dikarenakan para pelari diduga mengonsumsi makanan sebelum mengikuti kegiatan lari.
Kondisi itu disebut sebagai masalah pencernaan karena mengonsumsi makanan dalam jangka waktu berdekatan dengan aktivitas lari.
“Ada beberapa runners yang baru atau pemula makan dulu sebelum lari, padahal itu nggak dianjurkan karena dapat mengganggu kesehatan,” terangnya.
Ayu berharap ke depan para runners lebih memperhatikan kesiapan fisik dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti kegiatan lari.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan ketika berlari dengan jarak tempuh menengah maupun jauh.
“Prepare runners ke depan harus lebih oke, khususnya kondisi kesehatannya perlu dicek terlebih dahulu,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ambulans tim medis yang telah bersiaga di depan jalur finish Night Run 5K Gebyar Gerbang Nusantara di halaman lapangan upacara Kantor Bupati PPU (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Kegiatan Night Run 5K Gebyar Gerbang Nusantara yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) berhasil menarik antusias ribuan masyarakat, Jumat (26/12/2025) malam.
Tapi di balik tingginya partisipasi masyarakat, terdapat puluhan peserta mengalami gangguan kesehatan, mulai dari keram perut hingga pingsan setelah berlari dari arah kantor bupati mengelilingi jalur dua Gerbang Madani.
Panitia Kesehatan dari RSUD RAPB, Ayu menjelaskan insiden itu terjadi karena beberapa peserta Night Run 5K melewati tahap pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan pada pagi hari.
Akibatnya gangguan kesehatan yang dialami puluhan peserta itu disinyalir karena kondisi tubuh sedang kurang fit.
“Ada beberapa runners saat mengambil nomor race bib melewati cek kesehatan yang telah disediakan,” ujar Ayu.
Ayu menegaskan pemeriksaan kesehatan sangat penting sebelum mengikuti kegiatan lari guna mengetahui kondisi tekanan darah dan kesiapan fisik lainnya.
“Makanya kita mengimbau semua runners harus cek kesehatan, apakah tubuhnya lagi fit atau tidak. Kemudian tensi, kolesterol dan gula darahnya lagi oke atau tidak,” tambahnya.
Selain melewati tahap pemeriksaan kesehatan, faktor penyebab pelari mengalami gangguan kesehatan, khususnya keram perut juga dikarenakan para pelari diduga mengonsumsi makanan sebelum mengikuti kegiatan lari.
Kondisi itu disebut sebagai masalah pencernaan karena mengonsumsi makanan dalam jangka waktu berdekatan dengan aktivitas lari.
“Ada beberapa runners yang baru atau pemula makan dulu sebelum lari, padahal itu nggak dianjurkan karena dapat mengganggu kesehatan,” terangnya.
Ayu berharap ke depan para runners lebih memperhatikan kesiapan fisik dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti kegiatan lari.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan ketika berlari dengan jarak tempuh menengah maupun jauh.
“Prepare runners ke depan harus lebih oke, khususnya kondisi kesehatannya perlu dicek terlebih dahulu,” tandasnya.
(Sf/Lo)