Seputar Kaltim

    Puluhan Mahasiswa Unikarta Geruduk DPRD Kukar Kawal RUU Pilkada

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    23 Agustus 2024 pukul 17:32 WITA

    Aksi damai tolak RUU Pilkada yang dilakukan oleh Mahasiswa Unikarta di halaman Kantor DPRD Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sebanyak 50 orang Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi damai terkait Undang-Undang Pilkada di halaman Kantor DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Tenggarong Jumat (23/8/2024).

    "Kami pemuda tidak akan diam ketika negeri ini di obok-obok oleh satu keluarga yang ingin berkuasa. Ini juga mometum bagi rakyat untuk melawan kepada golongan tertentu yang berambisi untuk menguasai negeri ini," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Alfin. 

    Alfin mengatakan bahwa mahasiswa akan terus mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK). "Kami tidak mau ada pihak pihak yang dengan sengaja mempengaruhi hasil keputusan MK," kata Alfin.

    Ia menekankan kepada anggota DPRD untuk tidak ikut campur dalam keputusan MK. Mahasiswa akan terus berjuang dan tidak diam ketika keputusan MK untuk menegakan demokrasi diganggu.

    "Jangan sampai wakil-wakil rakyat menjadi wakil kepada satu keluarga tertentu yang berkuasa. hari ini sudah terjadi kesewenang-wenangan di DPR RI," tegasnya.

    "Kami berharap untuk anggota DPRD Kukar ikut berjuang dalam mengawal keputusan MK," tambahnya.

    Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kukar, Junaidi mengatakan bahwa yang menjadi tuntutan para mahasiswa hari ini adalah wujud dari suara rakyat untuk menegakkan kebenaran di negeri ini.

    Kata dia, Keputusan MK merupakan sebuah politik yang menuju kearah kepada posisi politik seperti tracking orde baru. 

    "kita sadari hari ini ketika yang kita harapkan sudah benar, tiba-tiba DPR RI melakukan sebuah proses politik yang tidak sesuai," ucapnya.

    Dirinya menegaskan untuk mendukung gerakan aksi damai oleh para Mahasiswa tersebut.

    "Ini harus dikawal, Kalau hari ini adik-adik tidak bergerak, rakyat tidak bergerak maka, kami pun tidak bisa berbuat apa-apa,

    karena sesungguhnya perubahan politik, perubahan sebuah kekuasaan itu hanya akan terjadi saat mahasiswa bergerak searah," pungkasnya.

    Aksi demo damai yang dilakukan oleh para mahasiswa hari ini merupakan bentuk gerakan atas kekecewaan terhadap proses politik DPR RI terhadap putusan MK. sehinga mahasiswa akan terus mengawal hasil keputusan MK tersebut sampai menang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Puluhan Mahasiswa Unikarta Geruduk DPRD Kukar Kawal RUU Pilkada

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    23 Agustus 2024 pukul 17:32 WITA

    Aksi damai tolak RUU Pilkada yang dilakukan oleh Mahasiswa Unikarta di halaman Kantor DPRD Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sebanyak 50 orang Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi damai terkait Undang-Undang Pilkada di halaman Kantor DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Tenggarong Jumat (23/8/2024).

    "Kami pemuda tidak akan diam ketika negeri ini di obok-obok oleh satu keluarga yang ingin berkuasa. Ini juga mometum bagi rakyat untuk melawan kepada golongan tertentu yang berambisi untuk menguasai negeri ini," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Alfin. 

    Alfin mengatakan bahwa mahasiswa akan terus mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK). "Kami tidak mau ada pihak pihak yang dengan sengaja mempengaruhi hasil keputusan MK," kata Alfin.

    Ia menekankan kepada anggota DPRD untuk tidak ikut campur dalam keputusan MK. Mahasiswa akan terus berjuang dan tidak diam ketika keputusan MK untuk menegakan demokrasi diganggu.

    "Jangan sampai wakil-wakil rakyat menjadi wakil kepada satu keluarga tertentu yang berkuasa. hari ini sudah terjadi kesewenang-wenangan di DPR RI," tegasnya.

    "Kami berharap untuk anggota DPRD Kukar ikut berjuang dalam mengawal keputusan MK," tambahnya.

    Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kukar, Junaidi mengatakan bahwa yang menjadi tuntutan para mahasiswa hari ini adalah wujud dari suara rakyat untuk menegakkan kebenaran di negeri ini.

    Kata dia, Keputusan MK merupakan sebuah politik yang menuju kearah kepada posisi politik seperti tracking orde baru. 

    "kita sadari hari ini ketika yang kita harapkan sudah benar, tiba-tiba DPR RI melakukan sebuah proses politik yang tidak sesuai," ucapnya.

    Dirinya menegaskan untuk mendukung gerakan aksi damai oleh para Mahasiswa tersebut.

    "Ini harus dikawal, Kalau hari ini adik-adik tidak bergerak, rakyat tidak bergerak maka, kami pun tidak bisa berbuat apa-apa,

    karena sesungguhnya perubahan politik, perubahan sebuah kekuasaan itu hanya akan terjadi saat mahasiswa bergerak searah," pungkasnya.

    Aksi demo damai yang dilakukan oleh para mahasiswa hari ini merupakan bentuk gerakan atas kekecewaan terhadap proses politik DPR RI terhadap putusan MK. sehinga mahasiswa akan terus mengawal hasil keputusan MK tersebut sampai menang.

    (Sf/Rs)