Seputar Kaltim

    PTMB Berharap SPAM Jadi PSN, Mengingat Balikpapan Kekurangan Air Bersih

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2024 pukul 12:55 WITA

    Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sampai hari ini Balikpapan masih mengalami kekurangan air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

    Apalagi pertambahan pendudukan di Balikpapan terus meningkat. Untuk itu, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) berharap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Balikpapan di Kaltim bisa menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). 

    “Kami berharap pemerintah pusat bisa segera menetapkan sistem penyediaan air baku atau SPAM Regional sebagai PSN, sehingga Balikpapan bisa memenuhi kebutuhan air minum seluruh warganya,” ucap Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, Kamis (5/12/2024)

    Dirinya menegaskan, dalam rangka merealisasikan pembangunan SPAM Regional, PTMB sudah melakukan rapat bersama Kementerian PUPR, Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Bappeda, dan beberapa badan usaha lain yang berminat untuk melakukan investasi.

    “Kementerian PUPR sendiri telah menawarkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mengusahakan realisasi pembangunan SPAM Regional tersebut,” jelasnya.

    Dikatakannya, PTMB sendiri sejauh ini menerima skema tersebut, karena yang terpenting adalah Kota Balikpapan mendapat tambahan pasokan air baku 1.000 liter/detik dari Bendungan Sepaku Semoi yang ada di IKN.

    Karena PTMB saat ini melayani sebanyak 116.000 pelanggan dengan kondisi kapasitas produksi air bersih sekitar 1.500 liter/detik.

    “Rinciannya 1.100 liter per detik dari Waduk Manggar, dan 400 liter per detik dari Waduk Teritip,” terangnya.

    Sementara kondisi pipa transmisi yang sudah berusia lebih dari 30 tahun, membutuhkan penanganan lebih serius demi efektivitas dan efisiensi distribusi kepada pelanggan.

    “Tentunya kami harus hati-hati, karena topografi Kota Balikpapan yang berbukit dan mudah longsor. Ini juga biasanya mengakibatkan beberapa pipa mengalami kerusakan. Kami sudah melakukan antisipasi dan perbaikan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    PTMB Berharap SPAM Jadi PSN, Mengingat Balikpapan Kekurangan Air Bersih

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2024 pukul 12:55 WITA

    Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sampai hari ini Balikpapan masih mengalami kekurangan air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

    Apalagi pertambahan pendudukan di Balikpapan terus meningkat. Untuk itu, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) berharap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Balikpapan di Kaltim bisa menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). 

    “Kami berharap pemerintah pusat bisa segera menetapkan sistem penyediaan air baku atau SPAM Regional sebagai PSN, sehingga Balikpapan bisa memenuhi kebutuhan air minum seluruh warganya,” ucap Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, Kamis (5/12/2024)

    Dirinya menegaskan, dalam rangka merealisasikan pembangunan SPAM Regional, PTMB sudah melakukan rapat bersama Kementerian PUPR, Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Bappeda, dan beberapa badan usaha lain yang berminat untuk melakukan investasi.

    “Kementerian PUPR sendiri telah menawarkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mengusahakan realisasi pembangunan SPAM Regional tersebut,” jelasnya.

    Dikatakannya, PTMB sendiri sejauh ini menerima skema tersebut, karena yang terpenting adalah Kota Balikpapan mendapat tambahan pasokan air baku 1.000 liter/detik dari Bendungan Sepaku Semoi yang ada di IKN.

    Karena PTMB saat ini melayani sebanyak 116.000 pelanggan dengan kondisi kapasitas produksi air bersih sekitar 1.500 liter/detik.

    “Rinciannya 1.100 liter per detik dari Waduk Manggar, dan 400 liter per detik dari Waduk Teritip,” terangnya.

    Sementara kondisi pipa transmisi yang sudah berusia lebih dari 30 tahun, membutuhkan penanganan lebih serius demi efektivitas dan efisiensi distribusi kepada pelanggan.

    “Tentunya kami harus hati-hati, karena topografi Kota Balikpapan yang berbukit dan mudah longsor. Ini juga biasanya mengakibatkan beberapa pipa mengalami kerusakan. Kami sudah melakukan antisipasi dan perbaikan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)