Seputar Kaltim

    PT KTMBS Resmi Kelola Aset Daerah, Hadirkan Claro Pandurata Hotel dengan Tarif Promo Rp298 Ribu

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    17 Maret 2026 pukul 21:48 WITA

    Claro Pandurata Hotel (Ex Hotel Atlet saat ini bisa dikunjungi masyarakat umum. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS) kini resmi mengambil alih pengelolaan aset hotel milik pemerintah daerah secara komersial. 

    Langkah strategis ini dilakukan menyusul rampungnya seluruh proses perizinan pada bulan lalu. Sekretaris PT KTMBS, Abad Manfita menjelaskan pengelolaan ini merupakan bentuk penugasan langsung dari pemerintah daerah yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Peraturan Gubernur tahun 2025. 

    Ini juga sejalan dengan amanat PP 54 Tahun 2017 yang mengizinkan BUMD untuk memanfaatkan aset milik pemerintah daerah.

    "Setelah proses perizinan selesai bulan lalu, kami mulai mencoba mengelola hotel ini secara komersial. Untuk launching resminya, kami masih menunggu tanggal 10 mendatang dan akan mengundang rekan-rekan media," ujar Abad ditemui di Samarinda, Selasa (17/3/2025).

    Meski berkonsep awal sebagai penginapan atlet dengan desain kamar yang seragam, pihak manajemen menargetkan hotel ini nantinya dapat memenuhi klasifikasi hotel bintang empat. 

    Sembari melengkapi berbagai fasilitas penunjang, kini operasional hotel berjalan setara dengan standar bintang tiga.

    Claro Pandurata Hotel memiliki kapasitas yang cukup masif dengan total 273 kamar yang terbagi dalam pilihan tipe single, double dan twin. 

    Untuk menunjang kebutuhan acara, kini sudah tersedia dua ruang pertemuan (meeting room) yang siap digunakan untuk kegiatan mendesak. 

    Jika membutuhkan kapasitas yang lebih besar, manajemen siap bersinergi dengan Biro Umum untuk pemakaian gedung konvensi. Selama masa penyesuaian menuju grand opening, pengelola memberlakukan tarif promo sebesar Rp298.000 per malam, yang nantinya akan disesuaikan kembali.

    Sementara untuk akses masuk, pengunjung kini masih menggunakan jalur yang menyatu dengan kawasan sekitar. Namun manajemen telah menyiapkan rencana pembuatan akses masuk khusus dari arah samping rumah sakit.

    Pengembangan jangka panjang lainnya juga tengah disiapkan, termasuk penambahan fasilitas kolam renang dan penyelesaian kelengkapan dapur komersial.

    Berbeda dengan skema pada umumnya, PT KTMBS tidak menyerahkan pengelolaan kepada operator pihak ketiga. Pengelolaan dilakukan secara mandiri di bawah naungan MPS. Namun untuk mendongkrak daya saing pasar, manajemen menggandeng brand Claro Pandurata Hotel.

    "Kerjasamanya sebatas branding. Jadi operator dan izin tetap kami yang pegang, namun kami menggunakan nama Claro Pandurata Hotel untuk membantu pemasaran. Skema bagi hasilnya sekitar 10 persen untuk pihak brand dan sisanya masuk ke kami," jelasnya.

    Untuk memperluas jangkauan pemasaran komersial, hotel ini juga tengah menjajaki kerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) seperti Agoda dan Trip.

    Berstatus sebagai hotel milik pemerintah, target pasar utama dari Claro Pandurata Hotel adalah instansi pemerintahan. Abad berharap berbagai agenda seperti kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi dan kabupaten, hingga program pelatihan dapat dipusatkan di hotel ini.

    Beroperasinya hotel dengan kapasitas besar ini juga membawa angin segar bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan rasio kebutuhan 0,4 per kamar, manajemen memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja teknis hingga hampir 100 orang.

    "Kami akan mengutamakan putra-putri daerah. Rekrutmen sebenarnya sudah kami buka sejak lama dan proses seleksinya akan segera berjalan karena sebelumnya kami masih fokus pada penyelesaian perizinan dan penyusunan manajemen," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    PT KTMBS Resmi Kelola Aset Daerah, Hadirkan Claro Pandurata Hotel dengan Tarif Promo Rp298 Ribu

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    17 Maret 2026 pukul 21:48 WITA

    Claro Pandurata Hotel (Ex Hotel Atlet saat ini bisa dikunjungi masyarakat umum. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS) kini resmi mengambil alih pengelolaan aset hotel milik pemerintah daerah secara komersial. 

    Langkah strategis ini dilakukan menyusul rampungnya seluruh proses perizinan pada bulan lalu. Sekretaris PT KTMBS, Abad Manfita menjelaskan pengelolaan ini merupakan bentuk penugasan langsung dari pemerintah daerah yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Peraturan Gubernur tahun 2025. 

    Ini juga sejalan dengan amanat PP 54 Tahun 2017 yang mengizinkan BUMD untuk memanfaatkan aset milik pemerintah daerah.

    "Setelah proses perizinan selesai bulan lalu, kami mulai mencoba mengelola hotel ini secara komersial. Untuk launching resminya, kami masih menunggu tanggal 10 mendatang dan akan mengundang rekan-rekan media," ujar Abad ditemui di Samarinda, Selasa (17/3/2025).

    Meski berkonsep awal sebagai penginapan atlet dengan desain kamar yang seragam, pihak manajemen menargetkan hotel ini nantinya dapat memenuhi klasifikasi hotel bintang empat. 

    Sembari melengkapi berbagai fasilitas penunjang, kini operasional hotel berjalan setara dengan standar bintang tiga.

    Claro Pandurata Hotel memiliki kapasitas yang cukup masif dengan total 273 kamar yang terbagi dalam pilihan tipe single, double dan twin. 

    Untuk menunjang kebutuhan acara, kini sudah tersedia dua ruang pertemuan (meeting room) yang siap digunakan untuk kegiatan mendesak. 

    Jika membutuhkan kapasitas yang lebih besar, manajemen siap bersinergi dengan Biro Umum untuk pemakaian gedung konvensi. Selama masa penyesuaian menuju grand opening, pengelola memberlakukan tarif promo sebesar Rp298.000 per malam, yang nantinya akan disesuaikan kembali.

    Sementara untuk akses masuk, pengunjung kini masih menggunakan jalur yang menyatu dengan kawasan sekitar. Namun manajemen telah menyiapkan rencana pembuatan akses masuk khusus dari arah samping rumah sakit.

    Pengembangan jangka panjang lainnya juga tengah disiapkan, termasuk penambahan fasilitas kolam renang dan penyelesaian kelengkapan dapur komersial.

    Berbeda dengan skema pada umumnya, PT KTMBS tidak menyerahkan pengelolaan kepada operator pihak ketiga. Pengelolaan dilakukan secara mandiri di bawah naungan MPS. Namun untuk mendongkrak daya saing pasar, manajemen menggandeng brand Claro Pandurata Hotel.

    "Kerjasamanya sebatas branding. Jadi operator dan izin tetap kami yang pegang, namun kami menggunakan nama Claro Pandurata Hotel untuk membantu pemasaran. Skema bagi hasilnya sekitar 10 persen untuk pihak brand dan sisanya masuk ke kami," jelasnya.

    Untuk memperluas jangkauan pemasaran komersial, hotel ini juga tengah menjajaki kerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) seperti Agoda dan Trip.

    Berstatus sebagai hotel milik pemerintah, target pasar utama dari Claro Pandurata Hotel adalah instansi pemerintahan. Abad berharap berbagai agenda seperti kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi dan kabupaten, hingga program pelatihan dapat dipusatkan di hotel ini.

    Beroperasinya hotel dengan kapasitas besar ini juga membawa angin segar bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan rasio kebutuhan 0,4 per kamar, manajemen memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja teknis hingga hampir 100 orang.

    "Kami akan mengutamakan putra-putri daerah. Rekrutmen sebenarnya sudah kami buka sejak lama dan proses seleksinya akan segera berjalan karena sebelumnya kami masih fokus pada penyelesaian perizinan dan penyusunan manajemen," tutupnya.

    (Sf/Lo)