Seputar Kaltim

    PT EUP Bantah Cemari Laut dan Menduga Ada Sabotase untuk Rusak Citra Perusahaan

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    27 Maret 2025 pukul 21:04 WITA

    Rapat dengar pendapat Komisi C dan Komisi B DPRD Bontang terkait isu pencemaran laut yang berakibat matinya ikan di perairan Bontang dan sekitarnya. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Manajemen PT Energi Unggul Persada (EUP) menyangkal telah melakukan pencemaran limbah yang mengakibatkan banyaknya ikan mati di laut Bontang hingga Kutai Kartanegara (Kukar).

    Humas PT EUP Jayadi mengatakan, pihaknya menduga ada pihak tertentu yang ingin melakukan sabotase untuk merusak citra perusahaan. 

    Jayadi juga mengatakan video di media sosial yang memperlihatkan ratusan ikan mati dan gumpalan minyak berwarna oranye di perairan Bontang dan Kukar diambil di kawasan terbatas atau masuk wilayah industri dan bukan masuk wilayah tangkap nelayan. 

    “Kami memiliki izin zona industri capai 3 kilometer dan yang di video itu bukan wilayah tangkap,” ujarnya saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi A dan C DPRD Bontang, Kamis (27/3/2025).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Heru Triatmojo mengatakan pihaknya sudah mengambil sampling pada Selasa (25/3/2025) lalu, di dua titik lokasi dugaan pencemaran di dalam video yang beredar dekat dengan kawasan PT EUP.

    “Kita telah mengambil sampel titik ilir dan hulu, serta di titik ketaatan lokasi yang diizinkan membuang limbah, untuk dilakukan uji laboraturium,” ujar Heru.

    Sampel tersebut telah dikirim ke PT Laboratorium Alam Besari Samarinda. Uji sampling tersebut menggunakan 20 parameter yang uji dan waktunya sampai 14 hari.

    “Saat ini kita masih menunggu hasil uji sampling dari Samarinda, untuk mengetahui terkait dugaan pencemaran laut ini,” pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    PT EUP Bantah Cemari Laut dan Menduga Ada Sabotase untuk Rusak Citra Perusahaan

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    27 Maret 2025 pukul 21:04 WITA

    Rapat dengar pendapat Komisi C dan Komisi B DPRD Bontang terkait isu pencemaran laut yang berakibat matinya ikan di perairan Bontang dan sekitarnya. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Manajemen PT Energi Unggul Persada (EUP) menyangkal telah melakukan pencemaran limbah yang mengakibatkan banyaknya ikan mati di laut Bontang hingga Kutai Kartanegara (Kukar).

    Humas PT EUP Jayadi mengatakan, pihaknya menduga ada pihak tertentu yang ingin melakukan sabotase untuk merusak citra perusahaan. 

    Jayadi juga mengatakan video di media sosial yang memperlihatkan ratusan ikan mati dan gumpalan minyak berwarna oranye di perairan Bontang dan Kukar diambil di kawasan terbatas atau masuk wilayah industri dan bukan masuk wilayah tangkap nelayan. 

    “Kami memiliki izin zona industri capai 3 kilometer dan yang di video itu bukan wilayah tangkap,” ujarnya saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi A dan C DPRD Bontang, Kamis (27/3/2025).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Heru Triatmojo mengatakan pihaknya sudah mengambil sampling pada Selasa (25/3/2025) lalu, di dua titik lokasi dugaan pencemaran di dalam video yang beredar dekat dengan kawasan PT EUP.

    “Kita telah mengambil sampel titik ilir dan hulu, serta di titik ketaatan lokasi yang diizinkan membuang limbah, untuk dilakukan uji laboraturium,” ujar Heru.

    Sampel tersebut telah dikirim ke PT Laboratorium Alam Besari Samarinda. Uji sampling tersebut menggunakan 20 parameter yang uji dan waktunya sampai 14 hari.

    “Saat ini kita masih menunggu hasil uji sampling dari Samarinda, untuk mengetahui terkait dugaan pencemaran laut ini,” pungkasnya.

    (Sf/By)