Seputar Kaltim

    PSSU di Samarinda Rampung, Ada Perubahan Raihan Suara!

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    29 Juni 2024 pukul 20:35 WITA

    Kotak surat suara DPR RI yang dihitung ulang KPU Samarinda, di Hotel Harris Samarinda, Sabtu (29/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan surat suara ulang (PSSU) di tingkat kota dan akan segera disampaikan ke KPU Provinsi untuk dilaksanakan rapat pleno setelanya, Sabtu (29/6/2024). 

    Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat menyebutkan untuk perubahan hasil belum bisa disampaikan, apakah signifikan atau tidak. Tapi dalam proses penyesuaian administrasi, terdapat beberapa perubahan, meski tidak banyak.

    Ketika kotak surat suara dibuka, ada surat suara tidak sah berubah menjadi sah, begitu juga sebaliknya. Ini terjadi karena saat penghitungan ulang, dalam amplop yang awalnya tidak sah ditemukan surat suara sah, begitu juga sebaliknya. Itulah yang nantinya akan mengubah hasil

    “Kita belum bisa sampaikan karena belum bikin tabulasinya, masih fokus rekapitulasi,” kata Firman.  

    Meski begitu, penggunaan hak pilih tetap sama dan pada prinsipnya, KPU Samarinda telah melakukan penghitungan ulang secara transparan sejak awal hingga akhir dan diikuti partai politik, serta diawasi Bawaslu.

    "Hari ini kita langsung kirimkan ke KPU Provinsi karena berdasarkan jadwal, itu dilakukan antara 29 hingga 30 Juni. Tetapi kami memilih hari ini karena saya dan teman-teman yang lain ingin beristirahat," bebernya. 

    Untuk Pilkada 2024, KPU Samarinda akan lebih selektif dalam memilih petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang benar-benar mampu, berpengetahuan dan memiliki keilmuan.

    Menurutnya, pemungutan suara ulang yang terjadi karena hasil temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait kesalahpahaman dari KPPS. Ini yang menjadi catatan penting untuk diperbaiki dalam bimbingan teknis mendatang.

    Ia berencana akan memperbanyak bimbingan teknis terkait penyelenggaraan dan pelaksanaan di TPS. "Kami merasakan bagaimana kerja KPPS dengan menghitung ulang, jadi jangan sampai terjadi lagi," pungkasnya. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    PSSU di Samarinda Rampung, Ada Perubahan Raihan Suara!

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    29 Juni 2024 pukul 20:35 WITA

    Kotak surat suara DPR RI yang dihitung ulang KPU Samarinda, di Hotel Harris Samarinda, Sabtu (29/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan surat suara ulang (PSSU) di tingkat kota dan akan segera disampaikan ke KPU Provinsi untuk dilaksanakan rapat pleno setelanya, Sabtu (29/6/2024). 

    Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat menyebutkan untuk perubahan hasil belum bisa disampaikan, apakah signifikan atau tidak. Tapi dalam proses penyesuaian administrasi, terdapat beberapa perubahan, meski tidak banyak.

    Ketika kotak surat suara dibuka, ada surat suara tidak sah berubah menjadi sah, begitu juga sebaliknya. Ini terjadi karena saat penghitungan ulang, dalam amplop yang awalnya tidak sah ditemukan surat suara sah, begitu juga sebaliknya. Itulah yang nantinya akan mengubah hasil

    “Kita belum bisa sampaikan karena belum bikin tabulasinya, masih fokus rekapitulasi,” kata Firman.  

    Meski begitu, penggunaan hak pilih tetap sama dan pada prinsipnya, KPU Samarinda telah melakukan penghitungan ulang secara transparan sejak awal hingga akhir dan diikuti partai politik, serta diawasi Bawaslu.

    "Hari ini kita langsung kirimkan ke KPU Provinsi karena berdasarkan jadwal, itu dilakukan antara 29 hingga 30 Juni. Tetapi kami memilih hari ini karena saya dan teman-teman yang lain ingin beristirahat," bebernya. 

    Untuk Pilkada 2024, KPU Samarinda akan lebih selektif dalam memilih petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang benar-benar mampu, berpengetahuan dan memiliki keilmuan.

    Menurutnya, pemungutan suara ulang yang terjadi karena hasil temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait kesalahpahaman dari KPPS. Ini yang menjadi catatan penting untuk diperbaiki dalam bimbingan teknis mendatang.

    Ia berencana akan memperbanyak bimbingan teknis terkait penyelenggaraan dan pelaksanaan di TPS. "Kami merasakan bagaimana kerja KPPS dengan menghitung ulang, jadi jangan sampai terjadi lagi," pungkasnya. 

    (Sf/By)