Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat ditemui di depan auditorium Balai Kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Proyek pembangunan jalan tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 1A dan 1B segera terwujud, yang mana saat ini Tol IKN Seksi 1B sedang dibangun mulai dari tol Balikpapan-Samarinda hingga sekitar Polsek Balikpapan Selatan.
Sementara Tol Seksi 1A menghubungkan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan ke Polsek Balikpapan Selatan, akan segera dibangun.
Terkait dengan hal itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menegaskan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendukung penuh pembangunan jalan tol ini, yang diharapkan akan mendorong kemajuan kota, mengurangi kemacetan, meningkatkan perekonomian, dan mempercantik estetika kota.
“Kami mendukung pembebasan lahan yang diperlukan. Apalagi informasinya pembebasan lahan itu tidak ada ganti rugi, yang ada ganti untung," ucap Rahmad kepada media, Minggu (19/1/2025).
Berdasarkan informasi dari BBPJN Kaltim, proyek tol Seksi 1A akan dilelang pada Februari 2025, sementara pembangunan tol Seksi 1B sudah berlangsung.
Sebelum pembangunan Tol Seksi 1A dapat dimulai, pembebasan lahan harus diselesaikan, dan Pemkot Balikpapan terlibat dalam konsolidasi terkait masalah sosial dan hak kepemilikan tanah.
Kepala BBPJN Kaltim, Hendro Satrio menjelaskan, Tol Seksi 1A akan dibangun sebagai flyover yang akan terhubung dengan Tol Seksi 1B. Tol ini akan mengarah ke Jalan Syarifudin Yoes dan Bandara.
“Sebagian besar tol Seksi 1A akan berada di atas Jalan Syarifudin Yoes,” tambah Hendro.
Hendro mengungkapkan, proyek pembangunan Tol Seksi 1A bernilai Rp1,9 triliun, dan lelang direncanakan bulan Februari. Proses tender diperkirakan akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan, dengan kontrak ditandatangani pada Mei atau Juni 2025, dan pembangunan diperkirakan dimulai pada Juli 2025.
Tantangan utama dalam pembangunan jalan tol ini adalah pembebasan lahan. ia berharap dengan dukungan penuh dari Pemkot dan Forkopimda, masalah pembebasan lahan dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga konstruksi dapat dimulai tepat waktu.
“Dengan dukungan semua pihak, kami berharap pekerjaan ini dapat dimulai pada Juli 2025," harapnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat ditemui di depan auditorium Balai Kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Proyek pembangunan jalan tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 1A dan 1B segera terwujud, yang mana saat ini Tol IKN Seksi 1B sedang dibangun mulai dari tol Balikpapan-Samarinda hingga sekitar Polsek Balikpapan Selatan.
Sementara Tol Seksi 1A menghubungkan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan ke Polsek Balikpapan Selatan, akan segera dibangun.
Terkait dengan hal itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menegaskan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendukung penuh pembangunan jalan tol ini, yang diharapkan akan mendorong kemajuan kota, mengurangi kemacetan, meningkatkan perekonomian, dan mempercantik estetika kota.
“Kami mendukung pembebasan lahan yang diperlukan. Apalagi informasinya pembebasan lahan itu tidak ada ganti rugi, yang ada ganti untung," ucap Rahmad kepada media, Minggu (19/1/2025).
Berdasarkan informasi dari BBPJN Kaltim, proyek tol Seksi 1A akan dilelang pada Februari 2025, sementara pembangunan tol Seksi 1B sudah berlangsung.
Sebelum pembangunan Tol Seksi 1A dapat dimulai, pembebasan lahan harus diselesaikan, dan Pemkot Balikpapan terlibat dalam konsolidasi terkait masalah sosial dan hak kepemilikan tanah.
Kepala BBPJN Kaltim, Hendro Satrio menjelaskan, Tol Seksi 1A akan dibangun sebagai flyover yang akan terhubung dengan Tol Seksi 1B. Tol ini akan mengarah ke Jalan Syarifudin Yoes dan Bandara.
“Sebagian besar tol Seksi 1A akan berada di atas Jalan Syarifudin Yoes,” tambah Hendro.
Hendro mengungkapkan, proyek pembangunan Tol Seksi 1A bernilai Rp1,9 triliun, dan lelang direncanakan bulan Februari. Proses tender diperkirakan akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan, dengan kontrak ditandatangani pada Mei atau Juni 2025, dan pembangunan diperkirakan dimulai pada Juli 2025.
Tantangan utama dalam pembangunan jalan tol ini adalah pembebasan lahan. ia berharap dengan dukungan penuh dari Pemkot dan Forkopimda, masalah pembebasan lahan dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga konstruksi dapat dimulai tepat waktu.
“Dengan dukungan semua pihak, kami berharap pekerjaan ini dapat dimulai pada Juli 2025," harapnya.
(Sf/Rs)