Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)
Samarinda – Proyek Terowongan Samarinda memasuki tahap akhir. Setelah konstruksi fisik dinyatakan selesai, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini bersiap melaksanakan uji kelayakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam dua pekan mendatang.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar dan rekomendasi kementerian terbit, terowongan ditargetkan mulai difungsikan pada akhir 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti mengatakan, saat ini pemkot masih menunggu konfirmasi akhir dari Kementerian PUPR terkait jadwal pelaksanaan uji kelayakan.
"Kalau terbarunya insyaallah mungkin dalam dua minggu ini uji kelayakannya akan dilaksanakan. Saya masih menunggu konfirmasi akhir dari teman-teman PUPR. Mudah-mudahan dalam dua minggu ini sudah terlaksana uji kelayakannya," ujar Neneng, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, setelah proses pengujian selesai, pemerintah daerah masih harus menunggu hasil evaluasi dan rekomendasi dari Kementerian PUPR sebelum terowongan dapat dioperasikan untuk masyarakat.
Meski demikian, komunikasi yang selama ini dilakukan bersama kementerian menunjukkan perkembangan positif.
"Setelah itu nanti kita menunggu hasil dari kementerian. Tapi sejauh ini seluruh diskusi yang kita lakukan dengan kementerian hasilnya baik. Kalau terkait pekerjaan lainnya, itu tahapan yang berbeda. Untuk terowongannya sendiri sudah selesai," ungkapnya.
Neneng menegaskan, fokus pemerintah pada tahun ini adalah memastikan fungsi utama terowongan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Oleh sebab itu, percepatan proses uji kelayakan menjadi salah satu prioritas agar operasional tidak tertunda.
"Harapannya lambat akhir tahun sudah bisa difungsikan. Mudah-mudahan hasil uji kelayakannya bisa cepat keluar sehingga segera bisa dioperasikan," ucapnya
Ia juga memastikan, apabila nantinya masih terdapat pekerjaan lanjutan di area atas terowongan, aktivitas tersebut tidak akan mengganggu lalu lintas di dalam terowongan ketika sudah dibuka untuk umum.
"Tahun ini kita fokus untuk fungsi terowongan. Setelah uji kelayakan selesai, mudah-mudahan bisa segera difungsikan. Tapi kalau ada kegiatan di atas pun tidak mengganggu arus. Tetap bisa operasional, tidak mengganggu operasional," jelas Neneng.
Terowongan Samarinda merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis pemkot yang diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas, memperkuat konektivitas antarkawasan, sekaligus menjadi ikon baru transportasi perkotaan di Kota Tepian.
Dengan rampungnya konstruksi fisik, tahapan uji kelayakan menjadi penentu sebelum terowongan resmi dibuka untuk melayani masyarakat.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)
Samarinda – Proyek Terowongan Samarinda memasuki tahap akhir. Setelah konstruksi fisik dinyatakan selesai, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini bersiap melaksanakan uji kelayakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam dua pekan mendatang.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar dan rekomendasi kementerian terbit, terowongan ditargetkan mulai difungsikan pada akhir 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti mengatakan, saat ini pemkot masih menunggu konfirmasi akhir dari Kementerian PUPR terkait jadwal pelaksanaan uji kelayakan.
"Kalau terbarunya insyaallah mungkin dalam dua minggu ini uji kelayakannya akan dilaksanakan. Saya masih menunggu konfirmasi akhir dari teman-teman PUPR. Mudah-mudahan dalam dua minggu ini sudah terlaksana uji kelayakannya," ujar Neneng, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, setelah proses pengujian selesai, pemerintah daerah masih harus menunggu hasil evaluasi dan rekomendasi dari Kementerian PUPR sebelum terowongan dapat dioperasikan untuk masyarakat.
Meski demikian, komunikasi yang selama ini dilakukan bersama kementerian menunjukkan perkembangan positif.
"Setelah itu nanti kita menunggu hasil dari kementerian. Tapi sejauh ini seluruh diskusi yang kita lakukan dengan kementerian hasilnya baik. Kalau terkait pekerjaan lainnya, itu tahapan yang berbeda. Untuk terowongannya sendiri sudah selesai," ungkapnya.
Neneng menegaskan, fokus pemerintah pada tahun ini adalah memastikan fungsi utama terowongan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Oleh sebab itu, percepatan proses uji kelayakan menjadi salah satu prioritas agar operasional tidak tertunda.
"Harapannya lambat akhir tahun sudah bisa difungsikan. Mudah-mudahan hasil uji kelayakannya bisa cepat keluar sehingga segera bisa dioperasikan," ucapnya
Ia juga memastikan, apabila nantinya masih terdapat pekerjaan lanjutan di area atas terowongan, aktivitas tersebut tidak akan mengganggu lalu lintas di dalam terowongan ketika sudah dibuka untuk umum.
"Tahun ini kita fokus untuk fungsi terowongan. Setelah uji kelayakan selesai, mudah-mudahan bisa segera difungsikan. Tapi kalau ada kegiatan di atas pun tidak mengganggu arus. Tetap bisa operasional, tidak mengganggu operasional," jelas Neneng.
Terowongan Samarinda merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis pemkot yang diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas, memperkuat konektivitas antarkawasan, sekaligus menjadi ikon baru transportasi perkotaan di Kota Tepian.
Dengan rampungnya konstruksi fisik, tahapan uji kelayakan menjadi penentu sebelum terowongan resmi dibuka untuk melayani masyarakat.
(Sf/Lo)