Seputar Kaltim

    Proyek RDMP Masih Butuh Banyak Pekerja, Pemkot Balikpapan Fokus Siapkan Tenaga Kerja Lokal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    23 Januari 2026 pukul 15:23 WITA

    Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Balikpapan, Adamin Siregar. (Foto: Ist/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu mengisi kebutuhan proyek-proyek strategis nasional yang berjalan di daerah, salah satunya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

    Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Balikpapan, Adamin Siregar menyebutkan, meskipun proyek RDMP telah diresmikan dan berjalan, kebutuhan tenaga kerja di dalamnya masih cukup besar.

    “Proyeknya memang sudah berjalan, tetapi kebutuhan pekerja masih ada dan cukup banyak,” ucap Adamin saat dikonfirmasi awak media, Jumat (23/1/2026).

    Ia menjelaskan, pengawasan ketenagakerjaan secara struktural merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim. Namun, pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh personel yang berada di daerah, termasuk di Kota Balikpapan.

    “Pengawasannya di provinsi, tetapi petugasnya ada di Balikpapan, sekitar 10 orang. Selama ini kami selalu berkoordinasi dengan pengawas dari provinsi,” jelasnya.

    Menurut Adamin, Pemkot Balikpapan juga dilibatkan dalam tindak lanjut hasil pengawasan, terutama dalam implementasi kebijakan ketenagakerjaan di lapangan.

    Terkait penyerapan tenaga kerja lokal, ia menegaskan bahwa pemerintah mendorong pemberdayaan pekerja daerah, namun tetap mempertimbangkan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

    “Kalau memang kompetensi tenaga kerja lokal belum memenuhi, perusahaan diperbolehkan merekrut tenaga kerja dari luar. Tidak bisa dipaksakan,” imbuhnya.

    Ia menekankan bahwa kesesuaian antara kebutuhan pekerjaan dan kemampuan tenaga kerja menjadi prinsip utama. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan terus diupayakan.

    Adamin mengakui, keterbatasan anggaran dan daya tampung pelatihan menjadi kendala dalam menjangkau seluruh pencari kerja. Meski demikian, Disnaker telah melaksanakan sejumlah program pelatihan sebagai langkah awal.

    “Pelatihan sudah kami lakukan dan ke depan akan terus dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Proyek RDMP Masih Butuh Banyak Pekerja, Pemkot Balikpapan Fokus Siapkan Tenaga Kerja Lokal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    23 Januari 2026 pukul 15:23 WITA

    Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Balikpapan, Adamin Siregar. (Foto: Ist/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu mengisi kebutuhan proyek-proyek strategis nasional yang berjalan di daerah, salah satunya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

    Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Balikpapan, Adamin Siregar menyebutkan, meskipun proyek RDMP telah diresmikan dan berjalan, kebutuhan tenaga kerja di dalamnya masih cukup besar.

    “Proyeknya memang sudah berjalan, tetapi kebutuhan pekerja masih ada dan cukup banyak,” ucap Adamin saat dikonfirmasi awak media, Jumat (23/1/2026).

    Ia menjelaskan, pengawasan ketenagakerjaan secara struktural merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim. Namun, pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh personel yang berada di daerah, termasuk di Kota Balikpapan.

    “Pengawasannya di provinsi, tetapi petugasnya ada di Balikpapan, sekitar 10 orang. Selama ini kami selalu berkoordinasi dengan pengawas dari provinsi,” jelasnya.

    Menurut Adamin, Pemkot Balikpapan juga dilibatkan dalam tindak lanjut hasil pengawasan, terutama dalam implementasi kebijakan ketenagakerjaan di lapangan.

    Terkait penyerapan tenaga kerja lokal, ia menegaskan bahwa pemerintah mendorong pemberdayaan pekerja daerah, namun tetap mempertimbangkan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

    “Kalau memang kompetensi tenaga kerja lokal belum memenuhi, perusahaan diperbolehkan merekrut tenaga kerja dari luar. Tidak bisa dipaksakan,” imbuhnya.

    Ia menekankan bahwa kesesuaian antara kebutuhan pekerjaan dan kemampuan tenaga kerja menjadi prinsip utama. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan terus diupayakan.

    Adamin mengakui, keterbatasan anggaran dan daya tampung pelatihan menjadi kendala dalam menjangkau seluruh pencari kerja. Meski demikian, Disnaker telah melaksanakan sejumlah program pelatihan sebagai langkah awal.

    “Pelatihan sudah kami lakukan dan ke depan akan terus dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)