Seputar Kaltim

    Proyek PLTSa Samarinda Tersendat, Andi Harun Siap Jalin Kerja Sama dengan Kukar

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Lodya A
    02 Agustus 2025 pukul 17:36 WITA

    Kondisi TPA Sambutan Samarinda (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mengebut pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). 

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan kerap menjumpai kendala dalam pemenuhan syarat selama mengejar proyek PLTSa. 

    Pemerintah, kata Andi Harun, harus memiliki ketersediaan sampah 1.000 ton per hari sebagai bahan baku yang digunakan untuk mengoperasikan PLTSa nantinya.

    Sementara sampah yang tersedia di Samarinda hanya mencapai 610 ton per hari. Jumlah ini kurang dari syarat yang sudah ditentukan untuk pembangunan proyek tersebut.

    "Jumlah 1.000 per hari belum terpenuhi, Samarinda setiap hari cuma memiliki 610 ton saja," ujar Andi Harun, Sabtu (2/8/2025).

    Untuk mengejar kekurangan kuota sampah per hari tersebut, pemkot berencana menggandeng daerah lain guna memenuhi standarisasi yang sudah ditentukan dalam pembangunan PLTSa, seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

    Ini merujuk pada perubahan Peraturan Presiden (Perpres) 35/2018 tentang percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan, sehingga memungkin untuk bekerja sama memenuhi pasokan sampah di daerah.

    “Langkah berikutnya kita akan berkoordinasi dengan Pekab Kukar, bagaimana skema suplai pasokannya nanti. Tetapi tentu kita akan hitung estimasi biaya angkut dari Kukar ke Samarinda," tegasnya.

    Kemudian untuk persyaratan lainnya, seperti teknis maupun administratif sudah terpenuhi. Ia berharap proyek PLTSa bisa segera terealisasi dengan kerja sama antarwilayah.

    "Mohon dukungannya semoga progres pembangunan pembangkit listrik ini bisa segera terealisasi," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Proyek PLTSa Samarinda Tersendat, Andi Harun Siap Jalin Kerja Sama dengan Kukar

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Lodya A
    02 Agustus 2025 pukul 17:36 WITA

    Kondisi TPA Sambutan Samarinda (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mengebut pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). 

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan kerap menjumpai kendala dalam pemenuhan syarat selama mengejar proyek PLTSa. 

    Pemerintah, kata Andi Harun, harus memiliki ketersediaan sampah 1.000 ton per hari sebagai bahan baku yang digunakan untuk mengoperasikan PLTSa nantinya.

    Sementara sampah yang tersedia di Samarinda hanya mencapai 610 ton per hari. Jumlah ini kurang dari syarat yang sudah ditentukan untuk pembangunan proyek tersebut.

    "Jumlah 1.000 per hari belum terpenuhi, Samarinda setiap hari cuma memiliki 610 ton saja," ujar Andi Harun, Sabtu (2/8/2025).

    Untuk mengejar kekurangan kuota sampah per hari tersebut, pemkot berencana menggandeng daerah lain guna memenuhi standarisasi yang sudah ditentukan dalam pembangunan PLTSa, seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

    Ini merujuk pada perubahan Peraturan Presiden (Perpres) 35/2018 tentang percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan, sehingga memungkin untuk bekerja sama memenuhi pasokan sampah di daerah.

    “Langkah berikutnya kita akan berkoordinasi dengan Pekab Kukar, bagaimana skema suplai pasokannya nanti. Tetapi tentu kita akan hitung estimasi biaya angkut dari Kukar ke Samarinda," tegasnya.

    Kemudian untuk persyaratan lainnya, seperti teknis maupun administratif sudah terpenuhi. Ia berharap proyek PLTSa bisa segera terealisasi dengan kerja sama antarwilayah.

    "Mohon dukungannya semoga progres pembangunan pembangkit listrik ini bisa segera terealisasi," pungkasnya.

    (Sf/Lo)