Cari disini...
Seputar Kaltim
Spanduk bernada sindiran yang dibuat oleh warga. (Foto: seputarfakta.com)
Samarinda – Warga Jalan Sentosa Gang Kenangan dibuat kesal akibat lambatnya pengerjaan proyek pembangunan gorong-gorong di jalan poros gang tersebut sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas.
Proyek yang awalnya diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi banjir di lokasi tersebut, justru menimbulkan masalah baru bagi warga. Guna mengungkapkan kekesalannya, warga memasang spanduk besar di tepi jalan dengan tulisan bernada sindiran terhadap kontraktor.
Adapun isi tulisan di spanduk tersebut, “Kami warga Kenangan meminta kepada kontraktor agar segera menyelesaikan proyek gorong-gorong jalan poros Kenangan ini. Jangan kerjanya banyak libur aja.” Berdasarkan pantauan seputarfakta.com di lapangan pada Minggu (19/10/2025), kondisi di jalan poros Kenangan tersebut masih berantakan. Potongan kayu masih terlihat berserakan di badan jalan, bahkan galian di bagian kanan dan kiri jalan juga belum ditutup.
Akibatnya, warga dari arah dalam gang yang ingin menuju Jalan Sentosa kesulitan melintas. Bahkan untuk kendaraan R2 maupun R4 terpaksa melewati jalur alternatif yang memutar agak jauh. Salah seorang warga sekitar, Achmad (35) mengaku awalnya warga merasa senang ada proyek pekerjaan gorong-gorong guna mencegah banjir, namun karena pekerjaan yang tak kunjung rampung, warga pun mulai dibuat kesal.
“Sebelum ada proyek ini memang sering banjir, tapi setelah ada proyek pekerjaan gorong-gorong yang terlantar ini sepertinya banjirnya malah makin dalam,” ungkapnya.
Selain pekerjaan proyek yang lambat, warga juga mempertanyakan transparansi proyek. Tidak ada papan informasi proyek yang mencantumkan nama kontraktor, nilai anggaran maupun waktu pelaksanaan. Warga berharap Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya (PUPR) segera melakukan evaluasi terhadap proyek tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkot Samarinda melalui Dinas PUPR atas upaya konfirmasi yang dilakukan.
(Sf/Mr)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Spanduk bernada sindiran yang dibuat oleh warga. (Foto: seputarfakta.com)
Samarinda – Warga Jalan Sentosa Gang Kenangan dibuat kesal akibat lambatnya pengerjaan proyek pembangunan gorong-gorong di jalan poros gang tersebut sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas.
Proyek yang awalnya diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi banjir di lokasi tersebut, justru menimbulkan masalah baru bagi warga. Guna mengungkapkan kekesalannya, warga memasang spanduk besar di tepi jalan dengan tulisan bernada sindiran terhadap kontraktor.
Adapun isi tulisan di spanduk tersebut, “Kami warga Kenangan meminta kepada kontraktor agar segera menyelesaikan proyek gorong-gorong jalan poros Kenangan ini. Jangan kerjanya banyak libur aja.” Berdasarkan pantauan seputarfakta.com di lapangan pada Minggu (19/10/2025), kondisi di jalan poros Kenangan tersebut masih berantakan. Potongan kayu masih terlihat berserakan di badan jalan, bahkan galian di bagian kanan dan kiri jalan juga belum ditutup.
Akibatnya, warga dari arah dalam gang yang ingin menuju Jalan Sentosa kesulitan melintas. Bahkan untuk kendaraan R2 maupun R4 terpaksa melewati jalur alternatif yang memutar agak jauh. Salah seorang warga sekitar, Achmad (35) mengaku awalnya warga merasa senang ada proyek pekerjaan gorong-gorong guna mencegah banjir, namun karena pekerjaan yang tak kunjung rampung, warga pun mulai dibuat kesal.
“Sebelum ada proyek ini memang sering banjir, tapi setelah ada proyek pekerjaan gorong-gorong yang terlantar ini sepertinya banjirnya malah makin dalam,” ungkapnya.
Selain pekerjaan proyek yang lambat, warga juga mempertanyakan transparansi proyek. Tidak ada papan informasi proyek yang mencantumkan nama kontraktor, nilai anggaran maupun waktu pelaksanaan. Warga berharap Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya (PUPR) segera melakukan evaluasi terhadap proyek tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkot Samarinda melalui Dinas PUPR atas upaya konfirmasi yang dilakukan.
(Sf/Mr)