Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)
Samarinda – Pengguna jalan di kawasan Jalan Cermai, termasuk sekitar depan Bank BTN, diminta bersiap menghadapi pengalihan arus lalu lintas seiring pengerjaan proyek crossing drainase yang dilakukan secara bertahap.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memastikan jalan tidak akan ditutup total selama pekerjaan berlangsung, namun sebagian ruas akan menggunakan satu jalur yang diberlakukan untuk dua arah.
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan, pekerjaan drainase tersebut terdiri dari tiga tahap dan diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat bulan.
Namun, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara bertahap mengikuti tahapan pekerjaan di lapangan.“Kita lihat dari jadwalnya itu ada seminggu dua minggu. Itu ada pekerjaan tiga tahap untuk drainase, menyeberang di crossing di Selamat, Artha Dinata terus masuk ke Jalan Cermai,” ujar Manalu, Senin (24/8/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan tidak dilakukan dengan menutup seluruh ruas jalan sekaligus. Rekayasa akan menyesuaikan lokasi pekerjaan, sehingga arus kendaraan tetap dapat bergerak selama proyek berlangsung.
“Cuma pekerjaan itu nanti bertahap, tidak ditutup semua jalan. Paling pemakaian satu jalur jadi dua arah,” ungkapnya.
Menurut Manalu, pola pengalihan tersebut diterapkan untuk menjaga akses kendaraan tetap terbuka sekaligus memberikan ruang bagi pelaksanaan pekerjaan crossing drainase.
Dengan demikian, pengguna jalan masih dapat melintas meski kapasitas ruas terdampak pekerjaan akan berkurang.
Proyek tersebut berkaitan dengan pekerjaan crossing drainase yang melintasi kawasan Selamat dan Artha Dinata hingga terhubung ke Jalan Cermai.
Karena pengerjaan dilakukan dalam beberapa tahap, rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut juga akan menyesuaikan perkembangan pekerjaan.
Dishub Samarinda mengingatkan pengguna jalan untuk memperhatikan kondisi arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung, terutama ketika sebagian jalur dialihkan menjadi dua arah.
Kondisi tersebut berpotensi membuat kapasitas jalan berkurang pada jam-jam tertentu. Manalu menegaskan, pengaturan lalu lintas akan dilakukan agar pengerjaan drainase tetap berjalan tanpa menghentikan akses kendaraan secara keseluruhan di kawasan Jalan Cermai.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)
Samarinda – Pengguna jalan di kawasan Jalan Cermai, termasuk sekitar depan Bank BTN, diminta bersiap menghadapi pengalihan arus lalu lintas seiring pengerjaan proyek crossing drainase yang dilakukan secara bertahap.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memastikan jalan tidak akan ditutup total selama pekerjaan berlangsung, namun sebagian ruas akan menggunakan satu jalur yang diberlakukan untuk dua arah.
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan, pekerjaan drainase tersebut terdiri dari tiga tahap dan diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat bulan.
Namun, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara bertahap mengikuti tahapan pekerjaan di lapangan.“Kita lihat dari jadwalnya itu ada seminggu dua minggu. Itu ada pekerjaan tiga tahap untuk drainase, menyeberang di crossing di Selamat, Artha Dinata terus masuk ke Jalan Cermai,” ujar Manalu, Senin (24/8/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan tidak dilakukan dengan menutup seluruh ruas jalan sekaligus. Rekayasa akan menyesuaikan lokasi pekerjaan, sehingga arus kendaraan tetap dapat bergerak selama proyek berlangsung.
“Cuma pekerjaan itu nanti bertahap, tidak ditutup semua jalan. Paling pemakaian satu jalur jadi dua arah,” ungkapnya.
Menurut Manalu, pola pengalihan tersebut diterapkan untuk menjaga akses kendaraan tetap terbuka sekaligus memberikan ruang bagi pelaksanaan pekerjaan crossing drainase.
Dengan demikian, pengguna jalan masih dapat melintas meski kapasitas ruas terdampak pekerjaan akan berkurang.
Proyek tersebut berkaitan dengan pekerjaan crossing drainase yang melintasi kawasan Selamat dan Artha Dinata hingga terhubung ke Jalan Cermai.
Karena pengerjaan dilakukan dalam beberapa tahap, rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut juga akan menyesuaikan perkembangan pekerjaan.
Dishub Samarinda mengingatkan pengguna jalan untuk memperhatikan kondisi arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung, terutama ketika sebagian jalur dialihkan menjadi dua arah.
Kondisi tersebut berpotensi membuat kapasitas jalan berkurang pada jam-jam tertentu. Manalu menegaskan, pengaturan lalu lintas akan dilakukan agar pengerjaan drainase tetap berjalan tanpa menghentikan akses kendaraan secara keseluruhan di kawasan Jalan Cermai.
(Sf/Lo)