Cari disini...
Seputar Kaltim
Pekerjaan drainase di Jalan Untung Suropati Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Jumat (26/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pengerjaan proyek peningkatan drainase di kawasan kolong Jembatan Mahakam IV, seperti Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang dan sekitarnya yang kerap dilanda banjir kini tengah dikebut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
Namun, beberapa kendala teknis dan agenda kota membuat target penyelesaian sebelum akhir tahun terancam molor.
Pengerjaan drainase yang terbagi menjadi tiga bagian ini terlihat aktif dikerjakan di sepanjang Jalan Untung Suropati dan Jalan Slamet Riyadi, di mana jalan tersebut merupakan dua ruas yang sering mengalami kemacetan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Samarinda, Khanif Priyo Utomo menjelaskan, pihaknya dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk permintaan dari instansi lain yang meminta adanya penundaan proyek.
Sebab ada sejumlah agenda besar yang dilaksanakan, seperti MTQ Nasional pada September lalu, HUT Bhayangkara dan Kemala Etam Safety Run 2024, sehingga menyebabkan pekerjaan harus dihentikan sementara.
Untuk meminimalkan gangguan lalu lintas, ia mengatakan pekerjaan akhirnya dilakukan pada malam hari, khususnya di atas pukul 23.00 WITA. Akibatnya, progres pengerjaan di lapangan pun baru mencapai 43-66 persen dari total rencana.
“Lalu lintas di kawasan ini memang sangat padat, hampir tak pernah sepi. Jadi kami hanya bisa bekerja di atas jam 11 malam,” kata Khanif.
Adapun proyek ini mencakup tiga kegiatan utama, yakni pengerjaan saluran subsistem di Jalan Slamet Riyadi dengan anggaran Rp10 miliar dari Bantuan Provinsi (Banprov) Kaltim.
Lalu ada saluran subsistem di Jalan Untung Suropati yang didanai Banprov Kaltim sebesar Rp3 miliar. Kemudian ada juga pengerjaan saluran drainase di depan SMP 10 Jalan Slamet Riyadi yang bersumber dari APBD Samarinda senilai Rp10 miliar.
Khusus pengerjaan di depan SMP 10, tim proyek dapat bekerja siang hari karena manuver alat lebih leluasa. Tapi, untuk dua segmen lain yang mengarah ke Jalan Adam Malik, proses berjalan lebih lambat karena selain harus menunggu lalu lintas sepi. Belum lagi pihaknya juga perlu relokasi pipa Perumdam Tirta Kencana berukuran 6 dan 10 inch.
“Rencananya, dua hingga tiga hari ke depan kami akan fokus memindahkan pipa terlebih dahulu agar tak perlu menggali berulang kali,” jelas Khanif.
Ia mengungkapkan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proyek ini yang ditargetkan rampung pada Desember 2024.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pekerjaan drainase di Jalan Untung Suropati Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Jumat (26/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pengerjaan proyek peningkatan drainase di kawasan kolong Jembatan Mahakam IV, seperti Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang dan sekitarnya yang kerap dilanda banjir kini tengah dikebut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
Namun, beberapa kendala teknis dan agenda kota membuat target penyelesaian sebelum akhir tahun terancam molor.
Pengerjaan drainase yang terbagi menjadi tiga bagian ini terlihat aktif dikerjakan di sepanjang Jalan Untung Suropati dan Jalan Slamet Riyadi, di mana jalan tersebut merupakan dua ruas yang sering mengalami kemacetan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Samarinda, Khanif Priyo Utomo menjelaskan, pihaknya dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk permintaan dari instansi lain yang meminta adanya penundaan proyek.
Sebab ada sejumlah agenda besar yang dilaksanakan, seperti MTQ Nasional pada September lalu, HUT Bhayangkara dan Kemala Etam Safety Run 2024, sehingga menyebabkan pekerjaan harus dihentikan sementara.
Untuk meminimalkan gangguan lalu lintas, ia mengatakan pekerjaan akhirnya dilakukan pada malam hari, khususnya di atas pukul 23.00 WITA. Akibatnya, progres pengerjaan di lapangan pun baru mencapai 43-66 persen dari total rencana.
“Lalu lintas di kawasan ini memang sangat padat, hampir tak pernah sepi. Jadi kami hanya bisa bekerja di atas jam 11 malam,” kata Khanif.
Adapun proyek ini mencakup tiga kegiatan utama, yakni pengerjaan saluran subsistem di Jalan Slamet Riyadi dengan anggaran Rp10 miliar dari Bantuan Provinsi (Banprov) Kaltim.
Lalu ada saluran subsistem di Jalan Untung Suropati yang didanai Banprov Kaltim sebesar Rp3 miliar. Kemudian ada juga pengerjaan saluran drainase di depan SMP 10 Jalan Slamet Riyadi yang bersumber dari APBD Samarinda senilai Rp10 miliar.
Khusus pengerjaan di depan SMP 10, tim proyek dapat bekerja siang hari karena manuver alat lebih leluasa. Tapi, untuk dua segmen lain yang mengarah ke Jalan Adam Malik, proses berjalan lebih lambat karena selain harus menunggu lalu lintas sepi. Belum lagi pihaknya juga perlu relokasi pipa Perumdam Tirta Kencana berukuran 6 dan 10 inch.
“Rencananya, dua hingga tiga hari ke depan kami akan fokus memindahkan pipa terlebih dahulu agar tak perlu menggali berulang kali,” jelas Khanif.
Ia mengungkapkan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proyek ini yang ditargetkan rampung pada Desember 2024.
(Sf/By)